BPS Catat Pertumbuhan 5,01 Persen, Ini Komentar Jokowi

"Alhamdulillah masih berada pada posisi di atas 5, yaitu 5,01 persen. Ini patut kita syukuri,"

Selasa, 08 Agus 2017 13:44 WIB

Ilustrasi (sumber: Antara)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo menyambut baik capaian pertumbuhan ekonomi kuartal II sebesar 5,01 persen. Ia mengklaim angka ini menunjukkan kondisi ekonomi nasional yang masih stabil apabila dibandingkan dengan negara lain, utamanya di G-20.

Kata dia, Indonesia berada di peringkat ketiga dan hanya kalah dengan India dan Tiongkok.

"Marilah kita mensyukuri yang diberikan Allah kepada kita dengan pertumbuhan ekonomi seperti ini, meskipun pertumbuhan ekonomi dunia sekarang ini memang sangat melambat dan sangat tidak baik. Tetapi negara kita masih pada posisi di atas 5. Baru kemarin diumumkan lagi, untuk kuartal ke II, 2017 alhamdulillah masih berada pada posisi di atas 5, yaitu 5,01 persen. Ini patut kita syukuri," kata Jokowi di Pesantren Minhaaj urrosyudiin di Kelurahan Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (8/8/2017).

Sementara, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menilai capaian pertumbuhan ekonomi 5,01, tidak mengecewakan meski juga tidak terlalu menggembirakan. Kata dia, data terbaru Badan Pusat Statistik memperlihatkan kondisi ekonomi yang cukup seimbang. Hal ini ditunjukkan dari tingkat konsumsi rumah tangga 4,95 persen, naik meski tipis dibanding kuartal sebelumnya, 4,94 persen. Dengan data ini, menurut Darmin, tudingan tentang penurunan daya beli, tidak berdasar.

"Anggapan bahwa ada pelemahan, itu mulai tidak ada dasarnya kan? Karena konsumsi  rumah tangga 4,95. Memang bukan 5," kata Darmin di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/8).

Darmin juga membela kebijakan Jokowi soal utang yang diarahkan untuk pembangunan infrastruktur. Kata dia, jumlah utang ketika Jokowi mulai memimpin telah berada di angka Rp 2700 triliun. Apabila, pemerintah tidak menambah pinjaman, maka utang tetap akan membengkak hingga Rp 3400 karena bunga dan cicilan.

"Sekarang, mau yang mana, 3400 tidak bikin apa-apa, atau 3700 ada pembangunan banyak?" Tanya dia.

Selain itu, dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan Thailand, rasio utang pemerintah diklaim lebih baik. 

"Aman apa tidak? Aman. Pinjaman itu untuk membangun infrastruktur, itu namanya pinjaman untuk kegiatan produktif. Kecuali kalau untuk makan, ya ceritanya lain," ujar Darmin.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Novel Kembali ke Tanah Air, Eks Ketua KPK: Masih Layak Menjabat Sebagai Penyidik

  • Kembali Ke Indonesia, Novel Akan Tetap Jadi Penyidik KPK
  • 41 Tahun Patok Batas Antar Negara Di Perbatasna Kecamatan Lumbis Tak Pernak Di Periksa
  • Mengancam Kebebasan Pers, Duterte Di Kecam

Dalam beberapa pekan ini Rancangan KUHP (RKUHP) ramai dibicarakan karena dianggap memuat poin-poin atau pasal-pasal yang bermasalah.