Bantah Tudingan Fahri Hamzah, KPK: Pimpinan DPR Jangan Sebar Kabar Bohong

"Sebaiknya semua pihak menahan diri, tidak menyampaikan informasi yang keliru, apalagi bisa menjadi fitnah pada pihak lain. Apalagi jika itu disampaikan oleh orang yang berada di lembaga terhormat."

Selasa, 08 Agus 2017 20:44 WIB

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. (Foto: ANTARA/Wahyu Putro)

KBR, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah pernyataan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang menuding biaya pengobatan penyidik KPK Novel Baswedan di Singapura menggunakan dana pihak asing.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan seluruh biaya perawatan Novel di Singapura menggunakan uang negara. Febri mengatakan penggunaan dana negara untuk pengobatan Novel itu sesuai instruksi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, tidak lama setelah peristiwa penyiraman air keras itu terjadi pada 11 April 2017.

"Sudah kami sampaikan sejak awal bahwa biaya perawatan tersebut ditanggung negara melalui mekanisme keuangan negara. Sekali lagi kami tegaskan, biaya itu dari mekanisme keuangan negara. Karena sebelumnya juga sudah ada koordinasi dengan Presiden dan Wapres soal itu," kata Febri Diansyah di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Febri meminta semua pihak, terutama pimpinan dan anggota DPR supaya tidak menyebarkan kabar bohong dan fitnah ke tengah masyarakat.

Dengan begitu, kata Febri, suasana di kalangan masyarakat akan tetap kondusif dan fokus pada upaya mengusut pelaku teror terhadap Novel.

"Sebaiknya semua pihak menahan diri untuk tidak menyampaikan informasi yang keliru, apalagi itu bisa menjadi fitnah pada pihak lain. Apalagi jika itu disampaikan oleh orang yang berada di lembaga terhormat. Jadi sebaiknya tahan diri untuk menyampaikan informasi yang keliru. Informasi yang bohong atau informasi yang berakibat tidak baik," kata Febri.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah sebelumnya menduga sumber dana pembiayaan perawatan Novel Baswedan di Singapura berasal dari dana pihak asing. Fahri beralasan penyidik senior KPK itu terlalu lama dirawat di Singapura. Dia pun meminta agar Novel dirawat di Indonesia saja.

Novel Baswedan mengalami serangan teror berupa siraman air keras pada Selasa subuh, 11 April 2017. Dampaknya, wajah Novel terbakar dan mata kiri Novel terancam buta.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Penunjkan Aziz untuk Gantikan Novanto Menuai Kritik

  • Kemensos Dirikan 15 E-Warung untuk Layani Kebutuhan Penerima PKH Cilacap
  • Duterte Minta Perpanjang Masa Darurat Militer di Selatan Filipina
  • Pep Guardiola Tegaskan City Belum Juara

PLN menggenjot pemerataan pasokan listrik dari Indonesia bagian barat hingga Indonesia bagian timur