Antisipasi Lonjakan Harga Beras, Pemerintah Bakal Tambah Jadwal Penyaluran Rastra

Darmin mengatakan, Presiden Jokowi khawatir produksi beras pada musim panen gadu kali ini tak akan besar, lantaran ada kabar banyak sawah yang diserang hama.

Jumat, 11 Agus 2017 22:23 WIB

Petani membersihkan gabah dengan mesin perontok padi di Tulungagung, Jawa Timur, Senin (31/7/2017). Hama burung dan wereng cokelat menyerang Tulungagung menyebabkan panen padi turun. (Foto: ANTARA/Destyan Sujarwoko)

KBR, Jakarta - Pemerintah bersiap menambah penyaluran beras untuk keluarga sejahtera (Rastra) apabila pergerakan harga beras terlalu tinggi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, panen padi saat musim kemarau atau panen gadu kali ini diperkirakan tak besar, sehingga dikhawatirkan berdampak pada melonjaknya harga beras di pasar.

Karena itu, kata Darmin, Presiden Joko Widodo meminta Perum Bulog bersiap menambah penyaluran rastra dari sebelumnya 12 kali dalam setahun menjadi 13 kali dalam setahun.

"Ini panen padi gadu sudah mau mulai, sampai Oktober nanti. Beliau meminta itu dipantau betul, karena banyak juga informasi ada hama, macam-macam. Kemudian Presiden juga bilang Rastra jalankan kalau ada pergerakan harga meningkat. Kalau perlu ditambah satu bulan, kan dulu juga berkali-kali kita salurkan 13 kali dalam setahun," kata Darmin di Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Darmin mengatakan, Presiden Jokowi khawatir produksi beras pada musim panen gadu kali ini tak akan besar, lantaran ada kabar banyak sawah yang diserang hama. Sebagai upaya pengendalian agar harga agar tak melonjak, Jokowi lantas meminta Perum Bulog bersiap apabila harus menyalurkan rastra di luar jadwal penyaluran sebulan sekali.

Darmin menambahkan saat ini Kementerian Pertanian dan Perum Bulog mulai memantau masa panen padi gadu. Darmin mengatakan sampai saat ini stok beras di gudang Perum Bulog mencapai 1,7 juta ton, atau masih dalam kategori aman. Adapun menyaluran Rastra setiap bulan sekitar 230 ribu ton.

Rastra tersebut akan segera disalurkan apabila harga mulai tinggi, sehingga beras tidak naik. Darmin mengatakan pada musim panen kali ini, Bulog juga masih memperkirakan bisa menyerap beras petani sekitar 250 ribu ton setiap bulan, sehingga sirkulasi berasnya tetap berjalan.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.