18 WNI Eks ISIS Tiba, BNPT Siapkan Deradikalisasi

"Kami ikutkan mereka agar mereka bisa kembali bermasyarakat dan tidak lagi memiliki paham radikal,"

Senin, 14 Agus 2017 08:22 WIB

Ilustrasi

KBR, Jakarta- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme telah menerima 18 warga negara Indonesia yang dideportasi dari Irak. Juru Bicara BNPT Irfan Idris mengatakan, mereka teridentifikasi sempat menjadi anggota kelompok militan ISIS di sana.

Saat ini kata dia, 18 orang itu masih didata dan diinterogasi, sebelum akhirnya mengikuti program deradikalisasi dan dipulangkan ke wilayahnya masing-masing.

"Mereka sementara didata, kemudian diinterogasi dan diidentifikasi. Setelah itu mereka akan diikutkan program deradikalisasi di masyarakat. Nanti kami ikutkan mereka agar mereka bisa kembali bermasyarakat dan tidak lagi memiliki paham radikal," kata Irfan saat dihubungi KBR melalui sambungan telepon, Minggu (13/8).

Ia menambahkan, dari yang sudah-sudah, proses deradikalisasi umumnya berlangsung selama satu bulan, sebelum mereka dipulangkan ke wilayahnya masing-masing. Sebanyak 18 WNI terduga eks anggota ISIS itu dipulangkan dari Irak Sabtu (12/08) sore.

Juru Bicara Kepolisian Indonesia Rikwanto, melalui pesan singkatnya menuturkan, 18 WNI tersebut melarikan diri dari kelompok militan ISIS. Ia merinci, dari 18 WNI itu, ada sembilan pria dan sembilan wanita. Sebanyak empat di antaranya adalah anak di bawah umur.

Berikut 18 identitas WNI terduga bekas ISIS:
1. Lasmiati, kelahiran Ngawi, 29 Juli 1977
2. Muhammad Saad Al Hafs, Jakarta, 26 Agustus 2014
3. Mutsanna Khalid Ali, Jakarta 26 Januari 2004
4. Difansa Rachmani, Tanjung Redeb, 21 Maret 1986
5. Muhammad Habibi Abdullah, Jakarta 12 Oktober 2011
6. Muhammad Ammar Abdurrahman, Jakarta, 26 Agustus 2014
7. Dwi Djoko Wihoho, Medan, 15 Januari 1967
8. Fauzakatri Djohar Mastedja, Padang, 28 April 1959
9. Febri Ramdhani, Jakarta, 9 Februari 1994
10. Sita Komala, Jakarta, 4 Januari 1961
11. Intan Permanasari Putri, Jakarta, 13 September 1989
12. Sultan Zuffar Kurniaputra, Jakarta, 5 Januari 1999
13. Ratna Nirmala, Jakarta, 9 September 1966
14. Nurshadrika Khaira Dhania, Jakarta, 6 April 1998
15. Heru Kurnia, Jakarta, 12 Juli 1962
16. Tarisha Aqqila Wanita, Batam 4 Oktober 2004
17. Mohammad Raihan Rafisanjani, Jakarta, 2 Februari 1999
18. Syafarina Nailah, Jakarta, 26 Februari 1996.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Jepang Jadi Pendana Kereta Semi-Cepat Jakarta-Surabaya

  • KLHS Pegunungan Kendeng Rampung Disusun
  • KKP Klaim 3 Tahun Belakangan Stok Ikan Meningkat
  • KPU: Belum Ada Bakal Pasangan Calon Pilkada Kota Bandung yang Lengkapi Persyaratan

Satu keluarga bisa jadi kesulitan makan, yang lain punya kelebihan makanan.