RAPBN 2019, Belanja Barang Dialihkan Untuk Renovasi Sekolah & Pasar

"Presiden meminta Rp34,1 triliun itu direalokasikan ke belanja yang lebih prioritas," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Rabu, 18 Jul 2018 22:17 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas) Bambang Brodjonegoro (kanan) saat rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR di Kompeks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (11/7). (Foto: ANTARA/ Puspa P)

KBR, Bogor - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan pemerintah memutuskan memotong anggaran belanja barang kementerian dan lembaga di RAPBN 2019 sebesar Rp34,1 triliun. Pemerintah memilih mengalokasikan puluhan triliun Rupiah itu untuk membiayai pembangunan infrastruktur, perbaikan sekolah atau renovasi pasar.

"Ada sekitar Rp34,1 triliun dari pagu indikatif awal yang kita lakukan pendisiplinan. Presiden meminta Rp34,1 triliun itu direalokasikan ke belanja yang lebih prioritas," kata Sri di Istana Bogor, Rabu (18/7/2018).

Presiden meminta pelaksanaan proyek dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Sri menambahkan, presiden akan mengeluarkan inpres khusus untuk menyerahkan proyek perbaikan sekolah dan pasar itu ke Kementerian PU. 

Pemerintah berharap alokasi dana itu bisa mempercepat renovasi sekolah dan pasar yang sebetulnya sudah dialokasikan melalui Dana Alokasi Khusus Fisik bagi masing-masing daerah. Pasalnya menurut Sri selama ini eksekusi proyek yang menggunakan DAK Fisik cenderung rendah.

"Seperti kemarin yang kami sampaikan di dewan, DAK fisik ini yang jumlahnya Rp58 triliun eksekusinya rendah yakni di bawah Rp8 triliun."

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, efisiensi anggaran juga akan diarahkan untuk menambal biaya pendidikan vokasi dan penanganan stunting. Pemerintah berencana memperbaiki masalah sanitas.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.