Presiden Minta Daerah Pasang Karpet Merah bagi Investasi-Investasi Komoditas Ekspor

Selain komoditas ekspor dan barang pengganti komoditas yang masih diimpor, sektor pariwisata juga menurut dia mampu menopang perekonomian Indonesia.

Kamis, 26 Jul 2018 14:52 WIB

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) menyerahkan penghargaan ke kepala daerah peraih Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) saat Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2018 di Jakarta, Kamis (26/). (Foto: ANTARA/ Puspa P)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan ekonomi Indonesia sebenarnya tidak akan terpengaruh ketidakpastian global jika masalah defisit neraca perdagangan bisa diatasi.

Badan Pusat Statistik mencatat defisit neraca perdagangan Indonesia sekitar US$ 6 miliar hingga US$ 7 miliar. Sementara transaksi berjalan kuartal I 2018 juga defisit US$ 5,5 miliar.

Menurut Jokowi, salah satu kunci yang bisa mengatasi defisit neraca perdagangan adalah dengan ekspansi besar-besaran investasi di bidang ekspor. "Saya titip. Ini urusan ekspor dan impor. Kita sekarang ini defisit. Problemnya di investasi," kata Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pengendali Inflasi di Jakarta, Kamis (26/7/2018).

"Saya titip ke gubernur, bupati, wali kota, urusan investasi yang orientasinya ekspor, sudahlah enggak usah dibicarakan lagi. Tutup mata, langsung suruh bangun," lanjutnya lagi.

Jokowi meminta para kepala daerah memberikan lampu hijau kepada investor-investor komoditas ekspor dan barang-barang pengganti komoditas yang selama ini masih diimpor Indonesia.  Dia mengingatkan para kepala daerah untuk memperbaiki kualitas pelayanan perizinan.

Selain itu, sektor pariwisata juga menurut dia mampu menopang perekonomian Indonesia. Investasi besar-besaran perlu dibuka lebar untuk mengembangkan potensi dalam negeri. Pemerintah sudah menyatakan akan serius menggarap pariwisata di beberapa titik di antaranya Mandalika, Labuan Bajo, Candi Borrobudur, dan Danau Toba.

Jokowi menargetkan pada 2019 20 juta wisatawan yang mengunjungi Indonesia.

"Berikan ruang yang sebesar-besarnya bagi investasi di bidang ini terutama untuk daerah-daerah yang pariwisatanya sudah mulai diincar oleh wisatawan-wisatawan. Baik dalam negeri maupun dari luar. Apa yang dibutuhkan dari pusat, kita akan siap untuk membantu."

Baca juga:





Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.