Ombudsman RI: Ironis, Penjaga Pintu Air Manggarai Masih Berstatus Honorer

Temuan tersebut disampaikan Ombudsman setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap sarana dan prasarana umum selama lebaran 2018.

Senin, 09 Jul 2018 18:18 WIB

Ilustrasi. (Foto: Setneg RI)

KBR, Jakarta - Lembaga Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menyoroti status kepegawaian petugas penjaga Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan yang masih berstatus honorer. 

Anggota Ombudsman RI, Adrianus Meliala menilai status honorer kurang menyejahterakan para petugas tersebut. Padahal, kata Meliala, tugas yang diemban para petugas penjaga air tersebut cukup krusial dan sangat strategis menyangkut keamanan dan kenyamanan warga DKI Jakarta dari ancaman banjir.

Temuan tersebut disampaikan Ombudsman setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap sarana dan prasarana umum selama lebaran 2018. 

Setidaknya ada enam petugas bertatus honorer ketika Ombudsman melakukan sidak di Pintu Air Manggarai. Ia menyayangkan status honorer yang disandang para petugas penjaga pintu air itu. Padahal, para petugas tersebut memiliki integritas yang tinggi dan beban pekerjaan yang cukup vital.

"Kami juga sempat datang ke Pintu Air Manggarai. Petugasnya bagus, berintegritas tinggi, malam hari mereka siap semua, tapi ternyata masih honorer. Rasanya ironis, untuk petugas yang sevital itu tapi masih honorer," kata Adrianus Meliala di Gedung Ombudsman, Jakarta, Senin siang, (9/7/2018).

Meski menyayangkan, Meliala mengembalikan kebijakan perihal status petugas tersebut kepada dinas terkait di pemerintah DKI Jakarta. Menurutnya, status pekerja paruh waktu lebih menyejahterakan para petugas tersebut dibandingkan status honorer.

"Hanya kita pakai pertimbangan rasional saja, apakah hal tersebut (status honorer) dianggap cukup? Rasanya tidak. Jadi, jika memang tidak ada formasi kan bisa pekerja paruh waktu saja ya, itu lebih besar penghasilannya dibanding honorer," kata Meliala.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang melaksanakan Program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC). Program ini sudah dimulai sejak Desember 2016 hingga saat ini.