Gelombang Tinggi Sebabkan Cilacap Rugi Ratusan Juta

Gelombang pasang yang melanda pesisir Cilacap, Jawa Tengah menyebabkan sejumlah infrastruktur umum rusak.

Kamis, 26 Jul 2018 18:35 WIB

Warga melintasi puing-puing warung yang rusak akibat hantaman ombak di Pantai Sodong, Desa Karangbenda, Adipala, Cilacap, Jateng, Kamis (19/7). (Foto: ANTARA/ Idhad Z)

KBR, Cilacap – Gelombang pasang yang melanda pesisir Cilacap, Jawa Tengah menyebabkan sejumlah infrastruktur umum rusak. Akibatnya angka kerugian ditaksir mencapai ratusan juta Rupiah.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Martono mengungkapkan sejumlah titik tanggul penahan gelombang di Desa Kamluyan, Kecamatan Cilacap Selatan rusak lantaran terjangan gelombang tinggi. Konidisi strukturnya pun kritis. Bahkan, air laut sempat melimpas ke permukiman meski tak berdampak signifikan.

Ia menerangkan, dampak lebih parah terjadi di Pantai Cilacap wilayah timur. Gelombang pasang menyebabkan area wisata di Pantai Cemara Sewu dan Pantai Sidayu, Binangun rusak. Alhasil, air laut melimpas ke kolam renang dan merusak bangunan.

Tak hanya itu, satu kapal tuna bermuatan juga tenggelam dan terbalik akibat hantaman gelombang tinggi. Kata dia, hingga kini penghitungan kerugian masih terus dilakukan. Tapi perkiraannya, mencapai Rp300 juta. 

"Angka pasti belum, karena data masih terus masuk. Sekarang juga ada tanggul yang kembali ambrol. Ya, kalau sama kapal, (kerugian) bisa sampai Rp300 juta. Warung milik warga dan tembok kolam renang, hanya temboknya saja," tutur Marwoto di Cilacap, Kamis (26/7/2018).

Karena itu, ia mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan akan ancaman gelombang tinggi. Sebab prediksinya, kondisi ini masih terjadi hingga 28 Juli mendatang. Tak tertutup kemungkinan setelah tanggal itu, pada musim angin timuran kemarau akan kembali terjadi gelombang tinggi.

Untuk itu, BPBD juga mengantisipasi dengan memperbaiki tanggul penahan gelombang. Selain itu, mengimbau warga untuk tidak mendirikan bangunan di area sempadan atau kurang dari 100 meter dari bibir pantai.

Pasalnya, pada gelombang pasang pertama pekan lalu, sebanyak 60-an bangunan warung porak-poranda akibat gelombang tinggi yang mencapai daratan.

Baca juga:


Peringatan BMKG Hingga Oktober

Sementara peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gelombang tinggi diperkirakan terjadi hingga Oktober 2018.

Perkiraannya, puncak gelombang tinggi di laut akan terjadi Jumat (27/7/2018). Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan fenomena ini terkait gerhana bulan total pada 2 Juli mendatang.

"Gelombang tinggi masih akan berlangsung sampai Oktober. Ini prediksi BMKG. Sudah mulai tumbuh Mei, puncaknya ini 27 Juli," terang Dwikorita usai rapat karhutla di Kantor Staf Presiden, Rabu (25/7/2018).

BMKG telah memberikan peringatan dini ke daerah-daerah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi. Dwikorita menambahkan, daerah yang terdampak ada di perairan selatan mulai dari Sumatera hingga pulau Jawa. 

Saat terjadi gerhana bulan, menurutnya air laut juga akan menjadi pasang. Gerhana bulan nanti diperkirakan menjadi yang terlama hingga lebih dari 100 menit.

"Karena kan bulan penuh. Kan mau ada gerhana bulan. Itu kan nanti pasang."

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.