Gelombang Tinggi, Harga Ikan Laut di Banyuwangi Naik 2 Kali Lipat

"Tidak musim, padang bulan, Agustus juga angin tidak ada yang kerja akibat cuaca buruk,”

Senin, 30 Jul 2018 11:22 WIB

Ilustrasi: Nelayan di Pantai Menganti, Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, berhenti melaut karena gelombang tinggi, Kamis (26/7). (Foto: Antara)

KBR, Banyuwangi- Harga ikan laut di pasar induk Banyuwangi, Jawa Timur, naik hampir dua kali lipat. Kenaikan harga ikan laut ini terjadi sejak sepekan terakhir.

Salah satu Pedagang Ikan Laut di Pasar Induk Banyuwangi Kholisa mengatakan, kenaikan harga ikan laut ini disebabkan karena cuaca buruk yang terjadi saat ini. Sehingga stok ikan dari nelayan menurun karena banyak yang tidak melaut.

Kata dia,  ikan jenis Tongkol dari sebelumnya Rp. 15.000 per kilogramnya naik menjadi Rp. 20.000 per kilogramnya.  Sedangkan ikan Layang dari Rp. 18.000 per kilogramnya naik Rp. 25.000 per kilogramnya. Kenaikan  cukup tinggi ada pada ikan jenis tenggiri, dari sebelumnya Rp. 25.000 per kilogramnya naik menjadi Rp.65.000 per kilogramnya.

“Naik sekarang bukan hari –hari biasa tidak ada ikan, tidak musim sekarang.   Kalau biasanya harga Rp. 15.000  sekarang Rp. 20.000 per kilogramnya. ikan tongkol, lemuru sekarang tidak ada, kalau ikan Layang sekarang Rp. 22.000 sampai Rp. 25.000 per kilogramnya.  Tidak musim, padang bulan, Agustus juga angin tidak ada yang kerja akibat cuaca buruk,” kata Kholisa  di Pasar Induk Banyuwangi, Minggu (29/7/2018). 

Kholisa memperkirakan,  tingginya harga ikan laut ini akan bertahan hingga akhir bulan Agustus 2018 mendatang. Sebab Agustus biasanya nelayan masih belum bisa melaut akibat cuaca masih buruk di tengah laut.
 

Baca juga:


Peringatan BMKG Hingga Oktober

Sementara peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gelombang tinggi diperkirakan terjadi hingga Oktober 2018.

Perkiraannya, puncak gelombang tinggi di laut akan terjadi Jumat (27/7/2018). Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan fenomena ini terkait gerhana bulan total pada 2 Juli mendatang.

"Gelombang tinggi masih akan berlangsung sampai Oktober. Ini prediksi BMKG. Sudah mulai tumbuh Mei, puncaknya ini 27 Juli," terang Dwikorita usai rapat karhutla di Kantor Staf Presiden, Rabu (25/7/2018).

BMKG telah memberikan peringatan dini ke daerah-daerah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi. Dwikorita menambahkan, daerah yang terdampak ada di perairan selatan mulai dari Sumatera hingga pulau Jawa. 

Baca juga:




Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.