BI Siapkan Kebijakan untuk Tarik Devisa Ekspor

Bank Indonesia tengah menyiapkan instrumen untuk menarik dana hasil ekspor ke dalam negeri.

Selasa, 31 Jul 2018 21:03 WIB

Menko Perekonomian Darmin Nasution (kanan) berbincang dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kiri) sebelum rapat terbatas Strategi Kebijakan Memperkuat Cadangan Devisa di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/7). (Foto: ANTARA/ Puspa P)

KBR, Bogor - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan Bank Indonesia (BI) tengah menyiapkan instrumen untuk menarik dana hasil ekspor ke dalam negeri. Selama ini, kata dia, hanya sekitar 80 persen dana hasil ekspor yang diparkir kembali ke Indonesia.

"Sekarang ini mereka berani tidak menukarkan dollar ke rupiah, karena dia bisa minjam rupiah dengan biaya murah, karena dia punya rekening di sana," terang Darmin di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (31/7/2018).

"Kalau dia punya rekening di sana, kemudian tinggal bayar marginnya saja," lanjutnya lagi.

Cara tersebut ditempuh agar para eksportir tertarik menyimpan uangnya di dalam negeri. Darmin ingin memastikan para pemegang valuta asing mau menukarnya ke mata uang dalam negeri.

Sebelum ini, BI berjanji akan menetapkan harga menarik bagi lelang valas dengan fasilitas swap. BI juga sudah menambah frekuensi lelang valas swap dari dua kali menjadi tiga kali seminggu. Semua cara ini dilakukan untuk menyerap dollar di pasar.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.