Bertemu di Istana, Presiden Minta Zohri Tak Berpuas Diri

"Dia orang besar karena dengan segala keterbatasan, dengan segala kekurangan fasilitasnya, dengan ambisi besar, kerja keras, Zohri bisa memenangkan pertandingan lari 100 meter."

Rabu, 18 Jul 2018 15:16 WIB

Pelari Indonesia Lalu Muhammad Zohri meluapkan kegembiraan seusai berhasil menjadi yang tercepat pada nomor lari 100 meter pada ajang IAAF World U20 Championships di Tampere, Finlandia, Rabu (11/7). (Foto: ANTARA/ Reuters/ Lehtikuva)

KBR, Bogor - Presiden Joko Widodo meminta juara dunia lari 100 meter Lalu Muhammad Zohri mempersiapkan diri untuk bertanding di Asian Games pada Agustus mendatang. Hal ini disampaikannya saat menerima Zohri di Istana Bogor, Rabu (18/7/2018). Jokowi mengingatkan agar Zohri tidak berpuas diri dengan prestasi yang sudah dicapai.

"Tadi saya tanya bagaimana mengenai Asian Games? Wah kalau Asian Games itu kan senior-senior. Terus kamu? Ya kita akan bekerja keras. Bukan entheng," kata Jokowi di Bogor, Rabu (18/7/2018).

Jokowi mengapresiasi prestasi yang sudah diraih pemuda asal NTB tersebut. Dengan keterbatasan ekonomi yang Zohri miliki, dia bisa mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional.

"Orang besarnya bukan di sini, tapi Zohri. Dia orang besar karena dengan segala keterbatasan, dengan segala kekurangan fasilitasnya, dengan ambisi besar, kerja keras, Zohri bisa memenangkan pertandingan lari 100 meter."

Saat bertemu Zohri, Jokowi tampak mengenakan jaket Asian Games 2018. Jokowi sempat mengajak Zohri mengelilingi Istana Kepresidenan Bogor. Keduanya pun sempat berbincang. 

Zohri mengaku bahagia bisa menemui Jokowi di Istana. Menurutnya, kesempatan itu merupakan kesempatan berharga setelah kemenangannya di Finlandia. Kata Zohri, Jokowi berpesan agar ia selalu rendah hati.

Jokowi juga memastikan pemerintah akan meningkatkan perhatian kepada atlet-atlet yang berprestasi. Dia mengakui selama ini talenta anak Indonesia belum dikelola secara maksimal.

Baca juga:

Janji pertemuan dengan Presiden Jokowi sebelumnya sudah disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Jumat (13/7/2018). "Kami akan menjemput Zohri, sekaligus Zohri sebagai simbol bahwa keterbatasan bukan halangan untuk memberikan sejarah terbaik bagi negerinya," kata Imam Nahrawi di Kantor Kemenpora, Jumat (13/7/2018).

Ia juga menyatakan, kementeriannya bakal memberikan bonus sebesar Rp250 juta kepada peraih medali emas kejuaran dunia U20 di Tampere, Finlandia tersebut.

"Pemerintah tentu memberikan apresiasi, saya akan bersama PB PASI, Angkasa Pura, Kemenlu dan beberapa pihak tentu atas dukungan kepolisian."

Menpora Imam Nahrawi berharap, pencapaian yang diraih Zohri di ajang atletik internasional tidak membuat pemuda asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu berpuas diri. Ia ingin Zohri lebih terpacu meraih prestasi pada ajang Asian Games 2018.

"Tidak mengubah semangatnya untuk berikan yang terbaik, di sana menghadapi lawan-lawan yang lebih cepat dan lebih kuat. Tapi kami semua berharap semoga Zohri memberikan yang terbaik."

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.