Apresiasi Prestasi Zohri, Mendagri Beri Rumah

"Yuk kita gotong royong untuk berikan sesuatu semangat, merangsang untuk semua atlet sama-sama agar berprestasi,

Kamis, 19 Jul 2018 13:13 WIB

Presiden Joko Widodo (kanan) bersama peraih medali emas kejuaraan dunia Atletik U20 nomor 100 meter di Tampere, Finlandia, Lalu Muhammad Zohri (kiri) memperlihatkan medali emas ketika berkeliling menggunakan mobil golf di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (1

KBR, Bogor- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memberikan  rumah dan uang tunai kepada Zohri. Pemberian sebagai  apresiasi bagi Lalu Muhammad Zohri, Sprinter Indonesia yang menjadi juara dunia junior, di nomor 100 meter putra beberapa waktu lalu di Finlandia. 

Tjahjo mengatakan apresiasi itu diberikan untuk menstimulus semangat dan kepercayaan diri atlet Indonesia lainnya.

"Saya yang pertama tidak tahu, pada saat mendengar ada atlet kita menjadi juara dunia teman-teman staf kemendagri spontan, pak Mendagri kita bangga nih, yuk kita gotong royong untuk berikan sesuatu semangat, merangsang untuk semua atlet sama-sama agar berprestasi, khususnya untuk menghadapi Asian Games," ujar Tjahjo, kepada wartawan di Station Madya, Kompleks GBK, Kamis (19/07/2018).

Pemberian rumah yang terletak di Lombok, tempat asal Zohri dilakukan melihat kondisi kediaman Zohri yang cukup memprihatinkan, sehingga untuk bantuan semangat Zohri dan keluarga dibuatlah sebuah rumah tinggal. Selain itu sejumlah uang juga diberikan kepada Zohri, namun Tjahjo engga memberi tahu jumlah nominalnya.

Selain memberi penghargaan bagi Zohri, Tjahjo juga memberi penghargaan kepada Bob Hasan, Ketua Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), yang telah memberi dukungan secara materil dan non material, kepada para atlet khususnya Zohri.

Kata Tjahjo, Bob merupakan penyemangat bagi atlet muda. Bahkan menurut dia sejak muda Tjahjo sudah dekat dengan sosok Bob yang penuh semangat dan optimis bahwa cabang atletik akan menjuarai dunia.

Ditemui setelah menerima penghargaan, Bob mengatakan cabang atketik merupakan cabang dasar dari olahraga permainan lain yang bergengsi seperti sepak bola. kata dia,  kebanyakan para peraih  emas juga bermunculan dari daerah seperti Zohri.

"Ada perintah dari pak Jokowi untuk mencari bakat di daerah, tapi kami sudah lakukan sejak lama itu karena ada tips atletik, di daerah itu banyak seperti Lalu. Tapi setelah menginjak SMP mereka larinya ke sepak bola, jadi belum pandai lari sudah pilih sepak bola. Harusnnya belajar lari dulu baru olah raga permainan baru kita maju. Ini saya terimakasih ke pak Tjahjo bahwa yang selalu memikirkan orang-orang daerah." Ujar Bob.

Baca juga:

Sebelumnya Presiden Joko Widodo meminta juara dunia lari 100 meter Lalu Muhammad Zohri mempersiapkan diri untuk bertanding di Asian Games pada Agustus mendatang. Hal ini disampaikannya saat menerima Zohri di Istana Bogor, Rabu (18/7/2018).

Jokowi mengingatkan agar Zohri tidak berpuas diri dengan prestasi yang sudah dicapai.

"Tadi saya tanya bagaimana mengenai Asian Games? Wah kalau Asian Games itu kan senior-senior. Terus kamu? Ya kita akan bekerja keras. Bukan entheng," kata Jokowi di Bogor, Rabu (18/7/2018).

Jokowi mengapresiasi prestasi yang sudah diraih pemuda asal NTB tersebut. Dengan keterbatasan ekonomi yang Zohri miliki, dia bisa mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional.

"Orang besarnya bukan di sini, tapi Zohri. Dia orang besar karena dengan segala keterbatasan, dengan segala kekurangan fasilitasnya, dengan ambisi besar, kerja keras, Zohri bisa memenangkan pertandingan lari 100 meter."

Baca juga:



Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.