Tekanan Ulama Berkurang, Ahmadiyah Manislor Boleh Cantumkan Islam di e-KTP

"Karena itu kami pendekatannya secara persuasif. Mudah-mudahan dalam minggu-minggu e-KTP bisa dicetak," kata Kepala Dinas Pencatatan Sipil Kabupaten Kuningan, Zulkifli.

Rabu, 26 Jul 2017 23:20 WIB

Ilustrasi. (Foto: kominfo.go.id/Publik Domain)

KBR, Jakarta - Kepala Dinas Pencatatan Sipil Kabupaten Kuningan Jawa Barat Zulkifli menyatakan kelompok ulama di Kabupaten Kuningan mulai melunak untuk mengizinkan jemaat Ahmadiyah di Desa Manislor mendapat Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) dengan identitas agama Islam.

Zulkifli mengatakan, saat ini dia masih terus memediasi ulama di Kuningan dengan jamaah Ahmadiyah. Zulkifli memperkirakan KTP dengan tulisan agama Islam untuk warga Ahmadiyah bisa dicetak pekan depan.

"Kami masih berproses, antara para ulama Kuningan dengan jemaat Ahmadiyah. Mudah-mudahan dalam waktu dekat e-KTP bisa segera dicetak. Karena itu kami pendekatannya secara persuasif. Mudah-mudahan dalam minggu-minggu ini bisa dicetak kok," kata Zulkifli via telepon kepada KBR, Rabu (26/7/2017).

Zulkifli mengatakan para ulama yang tadinya menginginkan jemaat Ahmadiyah untuk mengucapkan dua kalimat syahadat lebih dulu, kini mulai melunak.

"Ya, harus seperti itu. Karena kita tidak bisa menjustifikasi agama seseorang," kata Zulkifli.

Zulkifli mengatakan, sejauh ini komunikasi antara ulama dan para jamaah Ahmadiyah berjalan baik. Dia juga mengatakan tekanan dari ulama kepada pemerintah kabupaten agar tak menerbitkan KTP bergama Islam untuk warga Ahmadiyah sudah berkurang.

Zulkifli mengatakan pemerintah kabupaten ingin agar warga Ahmadiyah bisa memiliki KTP dengan identitas agama Islam, tanpa harus melewati berbagai syarat yang sebelumnya ditawarkan oleh para ulama. Misalnya, tentang syarat membaca syahadat. Zulkifli mengatakan dia masih mengusahakan agar prosedur itu tak ada lagi bagi jamaah Ahmadiyah yang ingin memiliki KTP beragama Islam.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Moratorium Reklamasi, Menteri Siti : Pulau C dan D Kurang Satu Syarat, Pulau G Dua Syarat

  • Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka
  • Penembakan Deiyai, Tujuh Anggota Brimob dan Kapolsek Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan
  • Tuntut Pembatalan Perppu Ormas, Ratusan Orang Demo DPRD Sumut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR