Survivor Gunung Slamet Alami Luka Serius

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi pendaki asal Tegal, Makfud setelah berusaha selama 18 jam

Senin, 10 Jul 2017 12:13 WIB

Survivor Gunung Slamet, Makfud (23) mengalami cedera serius pada bagian kepala saat dievakuasi Tim SAR gabungan dari Jurang Batu Merah, Gunung Slamet, Jawa Tengah. Foto: Basarnas

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Banyumas – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan berhasil mengevakuasi seorang pendaki asal Tegal, Makfud (23) yang terjatuh ke dalam Jurang Batu Merah, Gunung Slamet, Jawa Tengah. Makfud dievakuasi oleh SAR Gabungan dinihari tadi menggunakan tandu. Komandan Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Kabupaten Banyumas, Heriana Ady Chandra mengatakan tim evakuasi telah mencapai Pos 1 Pendakian Gunung Slamet, Bambangan Kutabawa, Purbalingga. 

“Saat ini sudah lewat Pos 1. Artinya sekitar 45 menit lagi sampai ke Basecamp. Kondisinya masih hidup, namun lemah karena sudah semalaman berada di lokasi yang tidak seharusnya untuk pendakian," kata Heriana saat dihubungi KBR, Senin (10/7/2017).

Menurut Heriana, korban selamat ini akan langsung dilarikan ke Puskesmas Karangreja. Pasalnya terdapat luka serius pada leher dan kaki. Namun belum diketahui apakah santri Pondok Pesantren Al Falah ini mengalami patah tulang atau tidak. "Jatuhnya itu karena dia berlari. Jadi yang terluka di bagian wajah dan dahi,” jelasnya.

Makfud merupakan santri Pondok Pesantren Al Falah, Babakan, Kabupaten Tegal. Dia mendaki Gunung Slamet bersama 28 temannya pada Sabtu (8/7) sekitar pukul 13.00 WIB. Menurut Heriana, kelompok pendaki ini tidak melalui jalur resmi saat turun dari Puncak setinggi 3.428 meteri di atas permukaan laut (mdpl).

Berdasarkan keterangan rekannya, Makfud tergelincir ke jurang sedalam 20 meter saat berlari turun. Rekan survivor sudah berusaha menolong, namun mereka tak berhasil. Lantas kelompok pendaki asal Tegal itu menghubungi Pos 1 jalur Bambangan dan meminta pertolongan pada Minggu (9/7) sekira pukul 09.00 WIB. Namun, lantaran medan yang berat dan cuaca yang tidak menentu, maka Tim SAR gabungan baru berhasil mengevakuasi Makfud setelah berusaha sekitar 18 jam.

Pada proses penyelamatan ini, sejumlah tim SAR yang terlibat antara lain, SAR Purbalingga, Basarnas Pos SAR Cilacap, Tagana Purbalingga, Tagana Banyumas dan beberapa potensi SAR lainnya, seperti TNI, Polri, dan warga setempat

Editor: Damar Fery Ardiyan 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Per 1 September, Beras Medium Tak Boleh Dijual di Atas Rp 9.450

  • Kemendikbud: Kawasan di Cigugur, Kuningan Bukan Cagar Budaya
  • 10 Desa di Jateng Segera Punya Perdes Perlindungan Buruh Migran
  • Ini Dampak Topan Hato di Cina Selatan

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.