Sempat Kabur, Warga Taiwan Penyelundup Sabu 1 Ton Akhirnya Tertangkap

"Dia warga Taiwan. Dia tertangkap di daerah sekitar situ. Karena tidak bisa bahasa Indonesia, ketika ditanya masyarakat sekitar dia tidak bisa jawab," kata Kapolda Metro Jaya M Iriawan.

Jumat, 14 Jul 2017 14:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Muchamad Iriawan di Cirebon, Jawa Barat, Jumat (14/7/2017). Kapolda menyatakan satu buronan penyelundup narkoba 1 ton di Anyer telah ditangkap. (Foto: KBR/Frans Mokalu)

KBR, Cirebon - Polisi berhasil menangkap seorang warga Taiwan pelaku penyelundupan narkotika jenis sabu seberat satu ton di Serang, Banten.

Sehari sebelumnya, warga asing itu kabur dan lolos dari penggerebekan yang dilakukan satuan reserse Polda Metro Jaya bersama Polres Kota Depok, di Anyer, Kabupaten Serang, pada Kamis 13 Juli 2017 dinihari.

"Sudah tertangkap tadi malam," kata Kapolda Metro Jaya Muchammad Iriawan, saat berada di Cirebon, Jawa Barat, Jumat (14/7/2017).

Iriawan mengatakan penangkapan buronan itu masih berada di lokasi sekitar Anyer. Diduga, warga Taiwan itu tidak bisa berbahasa Indonesia sehingga masyarakat curiga dan melaporkannya ke petugas.

"Dia warga Taiwan. Dia tertangkap di daerah sekitar situ. Karena tidak bisa bahasa Indonesia, ketika ditanya masyarakat sekitar dia tidak bisa jawab," kata Iriawan.

Dalam penggerebekan di lokasi penyelundupan sabu satu ton itu, Kamis kemarin, Polda Metro Jaya mengidentifikasi empat orang pelaku penyelundupan. Dua orang diantaranya ditangkap, satu orang tewas ditembak polisi karena melawan dan satu lagi kabur hingga semalam.

Baca juga:


Kapolda Metro Jaya Muchamad Iriawan mengakui pengawasan keamanan di daerah perairan Indonesia sangat lemah, sehingga banyak dimanfaatkan untuk menyelundupkan narkoba lintas negara.

"Wilayah laut kita sangat besar. Jadi itu titik lemah di wilayah Indonesia," kata Iriawan.

Ia mengatakan penyelundup narkoba sering berpindah tempat sehingga menyulitkan petugas ketika berusah mengungkap jaringan narkoba.

"Sebelumnya menyelundupkan narkoba di Marunda, lalu bergeser ke Dadap, Tanjung Genteng, sekarang di Anyer. Mungkin nanti bisa ke tempat lain," tambah Iriawan.

Iriawan menegaskan aparat kepolisan akan meingkatkan mengamankan daerah perairan bersama dengan TNI dan instansi terkait lainnya.

"Kita tingkatkan patroli di perairan," tandas Iriawan.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

BIN Tak Susun Daftar HTI

  • Dosen IPB: HTI Sudah Dibubarkan, Saya Bukan Anggota Lagi
  • Jet Tempur Cina Cegat Pesawat AS di LCS
  • Juventus Resmi Rekrut Bernardeschi Seharga Rp 619 Miliar

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.