Polisi Jelaskan Sebab Ledakan di Kebumen

Ledakan juga mengakibatkan tujuh rumah di sekitarnya rusak. Dua diantaranya mengalami rusak berat sedangkan sisanya rusak ringan dan sedang.

Minggu, 23 Jul 2017 18:16 WIB

Ilustrasi: aparat kepolisian menjaga lokasi ledakan. (Foto: ANTARA)

KBR, Kebumen – Kepolisian Jawa Tengah menyatakan ledakan di Desa Krakal, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen. Rumah di RT 5/4 itu meledak pada Sabtu (22/7) malam pukul 21.30 WIB. Bangunan rumah itu luluh lantak. Ledakan juga mengakibatkan tujuh rumah di sekitarnya rusak. Dua diantaranya mengalami rusak berat sedangkan sisanya rusak ringan dan sedang.

Juru Bicara Polda Jawa Tengah Djarod Padakova menjelaskan, berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Inafis Polri disimpulkan bahwa ledakan berasal dari bahan petasan. Dia menerangkan, rumah kosong milik Eko Kurniawan (31 th) itu memang digunakan untuk tempat produksi petasan.

"Dipimpin langsung oleh Ibu Kapolres, masih olah TKP sampai hari ini. Ya, inafis masih bekerja hari ini, hasil bukti-bukti di lapangan mapun keterangan saksi-saksi, itu disebabkan oleh mercon. Pembuatan mercon, (rumah itu) digunakan untuk membuat mercon," jelas Djarod Padakova, Minggu (23/7).

Baca juga:
Sejak Sabtu malam kepolisian menutup kawasan tersebut. Hingga Minggu (23/7) siang tadi, Inafis Polri masih melakukan oleh TKP, mencari bukti-bukti dan mengumpukan keterangan saksi.

Dia menduga, bahan petasan yang meledak cukup banyak sehingga mengakibatkan ledakan yang sangat keras dan terdengar hingga ke Markas Polsek Alian yang berjarak 1,5 kilometer dari lokasi.

"Itu ada tujuh rumah rusak, dua rumah rusak berat. Ya, mungkin bahan mercon cukup banyak. Ini masih kita dalami. Untuk sementara belum ada kaitan ke sana (terorisme)."

Baca juga:
Djarod menjelaskan, kepolisian belum menetapkan tersangka dalam perkara ini. Dia pun mengatakan sementara ini belum menemukan kaitan antara kepemilikan bahan peledak dengan jaringan teroris. Namun, polisi masih terus mendalami kasus ini.

Hingga hari ini, lanjutnya, polisi masih menutup area sekitar ledakan hingga waktu yang tak ditentukan.



Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Periksa Saksi Meringankan Setnov Pekan Depan

  • Polda Metro Rilis 2 Sketsa Terduga Penyerang Novel
  • Polda Papua Akui Ada Perintah Tembak di Tempat di Tembagapura
  • Pemprov Akan Pelajari Investigasi Ombudsman

Program diharapkan dapat mendukung ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan di daerah masing-masing