Petinju Muda Australia Kalahkan Pacquiao

Horn membuat kejutan dan menang telak atas Paquiao dalam 12 ronde.

Minggu, 02 Jul 2017 14:27 WIB

Petinju Manny Pacquiao dari Filipina dan petinju Jeff Horn dari Australia bertarung dalam kejuaraan tinju WBO World Welterweight Title di Brisbane, Australia, Minggu (2/7). ANTARA FOTO/AAP/Dave Hunt/via REUTERS

KBR, Jakarta - Petinju asal Australia Jeff Horn berhasil menaklukkan petinju legendaris asal Filipina Manny Pacquiao dalam duel memperebutkan sabuk juara kelas walter versi WBO di Stadion Suncorp, Brisbane, Auetralia, Minggu (2/7).

Dilansir dari laman ESPN, Horn membuat kejutan dan menang telak atas Paquiao dalam 12 ronde dengan poin 117-111, 115-113, 115-113. Pacqiou tidak mengeluhkan keputusan juri atas kekalahannya. Ia malah menggambarkan Horn sebagai petinju yang sangat tangguh.

Kekalahan ini menambah rekor kekalahan Manny Pacquiao menjadi tiga kali selama karir profesionalnya. Manny Pacquiao akan mengajukan pertandingan ulang kontra Jeff Horn. Sementara untuk pertandingan ulang kedua petinju rencananya akan diselenggarakan di luar Australia.

Usai pertandingan Pacquiao menyatakan dirinya menerima kekalahan dan belajar memperbaikinya di masa mendatang. Pada kesempatan itu, Pacquiao menegaskan dirinya belum berpikir untuk mundur dari dunia tinju profesional.

Manny ‘Pacman’ Pacquiao, sudah tidak muda lagi. Usianya sudah mencapai 38 tahun. Dalam duel ini, Pacquiao mempertaruhkan gelar juara dunia tinju kelas welter versi WBO yang diraih tahun lalu usai menang angka multak lawan Jessie Vargas.

Jeff Horn sendiri sebenarnya bukanlah petinju spesial. Petinju 29 tahun itu bahkan belum sekalipun merasakan gelar juara dunia. Sementara itu, Manny Pacquiao adalah penjelajah yang pernah menyandang gelar juara dunia di delapan kelas berbeda. (ESPN & ABC).

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau