Penuntasan Kasus Penyerangan Novel, Kapolri Tunggu Tim KPK

"Kita ingin tim ini benar-benar melekat secara teknis dan detil. Jadi tidak hanya laporan secara lisan."

Selasa, 04 Jul 2017 17:17 WIB

Penyidik KPK Novel Baswedan

KBR,Jakarta- Polisi sudah memiliki 3 sketsa wajah pelaku penyiraman penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Kepala Polisi Republik Indonesia Tito Karnavian mengatakan ketiga sketsa itu akan segera  dikembangkan dan dicari identitasnya.

"Saya sudah perintahkan dari tim penyidik untuk segera berkomunikasi dengan KPK apa sudah dibentuk timnya. Kita ingin tim ini benar-benar melekat secara teknis dan detil. Jadi tidak  hanya laporan secara lisan tapi ke lapangan operasional Mereka, dari Polri sudah buat 3 sket dari saksi-saksi nanti kita kembangkan kita cari orang ini siapa yang ada di sket itu," ujar Tito, Selasa (04/07/2017).

Tito   mengatakan sudah meminta KPK sejak lama untuk membuat tim yang akan bergabung dengan tim penyidik Polri. Kata dia, rencana itu terhambat lantaran jadwal kegiatan yang berbeda. Kata Tito, saat ini mereka sudah kembali saling berkoordinasi.

"Kita sudah sampaikan sebelum lebaran, dan menawarkan untuk adakan tim dari KPK. Tim KPK dibentuk untuk digabungkan dengan tim kita dari Polri. Dari kemarin Tim polri terus bergerak, sempet liburkan 9 hari. Nah tim polri ini justru lebaran bukan libur malah puncak kegiatan. Teman-teman KPK saya paham mungkin kulturnya berbeda, kecuali yang OTT saja yang bekerja yang lainnya sedang berlibur termasuk pak ketua," ujar Tito.

Ia juga menambahkan bahwa penyidik polri sudah siap untuk melakukan penyidikan terhadap Novel, namun mereka menunggu   KPK untuk menemani, pasalnya pemeriksaan terhenti karena anggota KPK sedang berlibur sehingga penyidikan tertunda.

"Nanti kita akan lakukan pemeriksaan lagi kepada saudara Novel tim sudah siap dari kemarin hanya bapak ketua yang ingin mendampingi tim berangkat ke Singapura sedang berlibur ke Jawa Timur. Sekarang sudah kembali, sekarang tim sudah berhubungan lagi dengan beliau," ujar Tito.

Tito berharap ada tim KPK yang terus menempel  penyidik Polri agar tidak ada lagi kesalahan informasi  antara Novel dengan penyidik Polri ataupun penyidik Polri dengan  KPK.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Ini Hasil Rapat Bamus DPR soal Perppu Ormas

  • Tim Arkeolog Sumba Berupaya Cetak Kerangka Situs 2800 Tahun
  • LN: Amerika Terapkan Sanksi Baru bagi Pendukung Korea Utara
  • OR: Di Tengah Ketakpastian Draxler Didekati Sejumlah Klub

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.