Penerima Subsidi Listrik Bertambah Jadi 7 Juta Pelanggan

"Kalau mau buat cadangan kira-kira angkanya bukan 6,54 juta tapi tujuh juta pelanggan. Kalau ada yang kelewatan bisa dimasukkan, atau tambahan pelanggan barunya," kata Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Senin, 10 Jul 2017 18:43 WIB

Menteri ESDM Ignasius Jonan ketika memberi keterangan pers mengenai tarif listrik di Jakarta, Rabu (21/6/2017). (Foto: ANTARA/Widodo S Jusuf)

KBR, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama DPR menyepakati jumlah penerima subsidi listrik di Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2017 sebanyak tujuh juta pelanggan.

Angka itu bertambah dari total penerima subsidi listrik sebelumnya yang berkisar 4,1 juta pelanggan.

Sebelumnya Kementerian ESDM meminta tambahan subsidi bagi 2,4 juta pelanggan listrik 900 volt ampere (VA). Permintaan itu dipenuhi DPR, ditambah alokasi sebanyak 500 ribu pelanggan masuk kuota cadangan.

"Kalau mau buat cadangan kira-kira angkanya bukan 6,54 juta tapi tujuh juta pelanggan. Kalau ada yang kelewatan bisa dimasukkan, atau tambahan pelanggan barunya," kata Menteri ESDM Ignasius Jonan di gedung DPR, Senin (10/7/2017).

Baca juga:


Menteri Jonan mengatakan angka penerima subsidi sebenarnya masih bisa berubah. Penambahan jumlah penerima subsidi tidak hanya karena ada sejumlah laporan masyarakat yang diklaim DPR belum ditanggapi. Alasan lain adalah karena masuknya pelanggan-pelanggan baru yang juga memililki kartu perlindungan sosial yang dikeluarkan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Pada RAPBNP 2017, ESDM meminta tambahan anggaran subsidi listrik sebesar Rp7 triliun dari sebelumnya Rp44,98 triliun. Penambahan itu digunakan untuk membiayai penundaan penyesuaian subsidi bagi 3,7 juta pelanggan 450 VA, dan subsidi bagi 2,4 juta pelanggan 900 VA tambahan yang sebelumnya terkena pencabutan subsidi.

Keputusan pemerintah mencabut subsidi listrik bagi pelanggan listrik 900 VA tahun ini memicu protes dari pelanggan 900 VA khususnya yang merasa masih layak mendapatkan subsidi.

ESDM dan PLN lantas membuka posko pegaduan yang menghasilkan data tambahan penerima subsidi sebanyak 2,4 juta. Mengacu data itu, pemerintah dan PLN mengajukan tambahan jumlah penerima subsidi listrik dari 4,1 juta menjadi 6,5 juta pelanggan.

DPR berpandangan masih banyak pengaduan di masyarakat yang kemungkinan besar belum tercakup dalam 2,4 juta pelanggan tambahan penerima subsidi yang diminta ESDM.  

Wakil Ketua Komisi Energi DPR Satya Wira Yudha mengatakan penambahan kuota yang diakukan Kementerian ESDM bisa dipahami DPR. Karena itu DPR memutuskan menambah kuota cadangan bagi penerima subsidi listrik tersebut.

"Yang 6,54 menjadi 7 juta. Berarti tambahannya menjadi sekitar 2,9. Dapat disetujui ya," kata Satya sebelum mengetuk palu dalam rapat di DPR.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.