OTT Pungli CPNS Dinkes Simalungun, Tim Saber Sita Uang Puluhan Juta

"Tim Saber Pungli telah mengamankan seorang wanita bernama Flora Boru Purba yang diduga bertugas sebagai penerima uang pungutan liar dari calon ASN,"

Selasa, 04 Jul 2017 22:16 WIB

Barang bukti OTT tim Saber Pungli di Dinkes Simalungun, Sumatera Utara. (Foto: KBR/Anugrah Andriansyah)

KBR, Medan- Tim Saber Polda Sumut  menyita uang sejumlah Rp. 80 juta dalam  Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun. Dalam operasi yang dilakukan pada Senin (03/07) ini polisi juga menangkap seorang perempuan.

Juru Bicara Polda Sumut,  Rina Sari Ginting mengatakan, OTT tersebut dilakukan atas adanya laporan dari masyarakat kepada Satgas Saber pungli Polda Sumut tentang adanya kutipan liar senilai Rp 10 juta sampai Rp 30 juta. Pungutan itu bagi   calon Aparatur Sipil Negara (ASN) tenaga medis di Kabupaten Simalungun yang baru dilakukan pengangkatan dari Pegawai Tidak Tetap (PTT) menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).



"Dalam OTT tersebut, Tim Saber Pungli telah mengamankan seorang wanita bernama Flora Boru Purba yang bekerja sebagai pegawai koperasi di Dinkes Kabupaten Simalungun (bukan PNS) yang diduga dipercayakan bertugas sebagai penerima uang pungutan liar dari calon ASN," kata   Rina Sari Ginting, Selasa (4/7).

Rina menjelaskan,   korban Pungli yaitu Nova Melina Hutahaean (31) (PTT, Pengangkatan CPNS 2017 Puskesmas Panaitonga Simalungun), Pretty Br Malau (33), (PTT, pengangkatan CPNS 2017 Panaitonga Simalungun), Maya Sidauruk (31) (PTT, pengangkatan CPNS 2017 Panaitonga Simalungun), Nora Damanik (34) (PTT, pengangkatan CPNS 2017 Panaitonga Simalungun).

"Sementara, menurut keterangan dari pegawai honorer Dinkes Simalungun, Novelinda Silalahi yang mengatakan, Sekretaris Dinkes Lukman Damanik sedang mengikuti rapat di DPRD Kabupaten Simalungun. Tim dari Satgas Saber Pungli menyuruh untuk mengunci ruang kerja sekretaris tersebut. Telah dilakukan pemeriksaan lanjutan pintu ruang kerja tersebut dalam keadaan rusak atau dicongkel dan diduga Lukman Damanik melarikan diri," jelas Rina.

Rina menambahkan, dalam OTT tersebut tim Saber Pungli menyita barang bukti satu buah amplop atas nama Juwita Herliyanti Hasibuan yang berisi uang Rp 20 juta. Satu buah amplop atas nama Ferawati boru Silalahi yang berisi uang Rp 20 juta. Lalu, uang sejumlah Rp 10 juta dengan tulisan Nova Meilina.

"Selain itu petugas mengamankan satu blok uang Rp 10 juta tanpa nama, satu blok uang Rp 10 juta tanpa nama. Satu buah amplop putih tanpa nama berisi uang Rp 10 juta. Satu buah laptop milik Flora Purba. Satu buah tas ransel merek Acer milik Flora Purba. Satu buah flashdisk, lima buah amplop kosong bertulisan nama calon ASN yang diduga bekas tempat uang. Lalu, satu buah buku tulis berisi daftar nama setoran, dan lima buah HP," pungkas Rina.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

BIN Tak Susun Daftar HTI

  • Dosen IPB: HTI Sudah Dibubarkan, Saya Bukan Anggota Lagi
  • Jet Tempur Cina Cegat Pesawat AS di LCS
  • Juventus Resmi Rekrut Bernardeschi Seharga Rp 619 Miliar

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.