Kunjungi BEI, Jokowi: Uang Masuk Banyak

"Baru setengah tahun sudah 124 triliun padahal tahun kemarin, 1 tahun itu 126 triliun,"

Selasa, 04 Jul 2017 16:34 WIB

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memberikan arahan ketika melakukan dialog dengan pelaku pasar modal di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (4/7). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo mengklaim kepercayaan pasar internasional terhadap prospek investasi di Indonesia makin menguat. Jokowi menunjukkan bukti melalui perbandingan jumlah arus modal asing yang masuk ke pasar modal Indonesia.

Kata dia, jumlah arus modal yang masuk selama 6 bulan ini hampir melampaui total jumlah modal yang masuk tahun lalu.

"Tahun ini 2017, Januari sampai Juni sudah Rp 124 triliun. Baru setengah tahun sudah 124 triliun padahal tahun kemarin, 1 tahun itu 126 triliun, artinya apa? Ada arus uang masuk yang banyak ke negara kita Indonesia. Ini kepercayaan, momentum yang tadi saya sampaikan, harus betul-betul dimanfaatkan, dijaga, sehingga memberikan manfaat kepada negara kita," kata Jokowi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/7/2017).

Jokowi optimistis arus modal asing ke pasar modal Indonesia dua kali lipat tahun ini.

"Kita harus optimis. Tadi 1 tahun saja 126 triliun, ini baru setengah tahun sudah 124 triliun. ini kan memberikan optimisme kita," ujar dia.

Jokowi mengajak perusahaan milik negara (BUMN) yang tercatat di bursa efek luar negeri untuk masuk juga ke bursa efek Indonesia.

"Kita tidak memaksa, kita ajak baik-baik karena produksinya di Indonesia, berkebunnya di Indonesia, masa listing-nya di luar," kata dia.

Jokowi melanjutkan, "kita mendorong terutama anak-anak perusahaan BUMN agar juga bisa segera listing, karena kita butuh pembiayaan yang besar untuk membangun infrastruktur tidak mungkin semuanya dilakukan dengan peminjaman."

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.