Kantor Dilempari Batu, Ombudsman Yogyakarta Lapor Polisi

Kepala Ombudsman Yogyakarta Budhi Masturi memastikan, aksi itu takkan menghambat proses tindak lanjut atas sejumlah laporan pengaduan masyarakat.

Minggu, 09 Jul 2017 15:05 WIB

Jendela kaca kantor Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta, pecah. (Foto: KBR/ Eka)

KBR, Yogyakarta - Kantor Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Yogyakarta dilempari batu oleh orang tidak dikenal, Minggu pagi (09/7). Lemparan batu mengakibatkan kaca jendela kantor di Jalan Wolter Monginsidi No. 20 Tegalrejo Yogyakarta itu pecah.

Kepala ORI DIY Budhi Masturi menceritakan, pelemparan terjadi pukul 04.00 WIB pagi dan diketahui oleh petugas keamanan kantor.

"Sekitar jam empat petugas keamanan kita lagi santai-santai nonton tv tiba-tiba dengar suara prang.. prang.. dua kali," tutur Budhi Masturi di kantornya, Minggu (9/7).

"Begitu buka pintu sudah tidak kelihatan orang yang melempar. Satu masuk ke dalam hampir kena kepala petugas keamanan tapi terhalang border," lanjutnya lagi.



Budhi mengatakan telah melaporkan aksi pelemparan tersebut ke kepolisian setempat. Dia pun memastikan, aksi itu takkan menghambat proses tindak lanjut atas sejumlah laporan pengaduan masyarakat.

"Yang pasti kami jalan terus fungsi pelayanan pada masyarakat. Pelayanan tidak boleh berhenti dengan hal seperti ini. Kalau ini dimaksudkan sebagai teror. Teror kan dimaksudkan untuk membuat orang takut. Insha Allah kita tidak takut," tukas Budhi.

Budhi Masturi mengaku belum bisa memastikan apakah motif pelemparan batu itu lantaran kasus yang tengah ditangani lembaganya atau atau keisengan orang belaka.

"Biar polisi yang mencari motif. Kalau mau diidentifikasi kaitannya dengan kasus. Kebanyakan kasus yang kita tangani memang bisa menimbulkan rasa tidak suka orang lain. Tidak bisa kita hindari karena kita tugasnya mengawasi."

Baca juga:

Salah satu perkara yang tengah ditangani, lanjut Budhi, terkait pengaduan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Bantul.

"Yang jadi hot issue kan kita tangani aduan seputar zonasi PPDB di Bantul. Tapi bisa juga orang iseng," terangnya. (ika)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Periksa Saksi Meringankan Setnov Pekan Depan

  • Polda Metro Rilis 2 Sketsa Terduga Penyerang Novel
  • Polda Papua Akui Ada Perintah Tembak di Tempat di Tembagapura
  • Pemprov Akan Pelajari Investigasi Ombudsman

Program diharapkan dapat mendukung ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan di daerah masing-masing