Ini Jalur Favorit Transaksi Perdagangan Satwa yang Dilindungi di Bengkulu

Jalur ini bisa dibilang "aman" dari pengawasan.

Selasa, 18 Jul 2017 18:02 WIB

Ilustrasi: satwa langka yang disita dalam botol mineral (Foto: Antara)

KBR, Rejang Lebong- Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu Jaja Mulyana mengatakan jalan Lintas Barat perbatasan Padang dan Bengkulu merupakan jalur yang sering digunakan sebagai jual beli satwa yang dilindungi. Disampaikannya saat ditemui KBR di Kantor BKSDA Seksi Wilayah I Rejang Lebong Selasa (7/17), jalur lintas barat tersebut dianggap sangat cocok karena terkenal aman dan jarang dilewati.

"Biasa kita sebut lintas pesisir ya perbatasan antara Padang dengan Bengkulu yang melawati Kabupaten Muko-Muko. Jalur tersebut kita anggap sebagai pintu masuk perdagangan satwa yang dilindungi karena sepi dan paling aman," ucapnya.

Selain merupakan jalur aman, ditambahkan dia, beberapa kawasan yang dilindungi juga banyak terdapat di wilayah tersebut seperti Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) maupun wilayah hutan konservasi BKSDA Bengkulu. Satwa-satwa yang dilindungi dan banyak diperdagangkan menurut dia, berasal dari kawasan TNKS yang terkenal dengan habitat harimau sumatera.

"Ada beberapa kasus perdagangan satwa yang kita ungkap, barang bukti kulit harimau maupun bagian lainnya itu bukan dari wilayah Bengkulu melainkan dari wilayah Sumatra Barat," bebernya.

Pihak BKSDA sendiri lanjut dia, saat ini terus melakukan pengawasan di jalur lintas barat tersebut, termasuk juga melakukan sosialisasi ke kepala desa, kepolisian setempat maupun tokoh mesyarakat mengenai larangan perdagangan maupun memelihara satwa yang dilindungi.

"Kita menghimbau ke semua elemen barang siapa yang memilki satwa liar yang dilindungi, baik berupa kulit atau bagian-bagian lain hidup ataupun mati harap diserahkan ke BKSDA," tutup Jaja.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Korea Utara Peringatkan Australia

  • CIA Ingatkan Korea Utara Mampu Serang Amerika dengan Rudal
  • Obama dan Bush Prihatinkan Kehidupan Politik di Amerika Serikat
  • Kota Raqqa Suriah Hancur