Gubernur Kaltim Beber Kelebihan Teluk Balikpapan Jadi Kandidat Ibukota RI

"Infrastruktur Kalimantan Timur lebih lengkap. Saya bukan membanding-bandingkan dengan Kalimantan Tengah. Saya memilih Teluk Balikpapan, itu saya kira sangat cocok untuk ibukota."

Selasa, 11 Jul 2017 16:35 WIB

Pesisir Kota Balikpapan Kalimantan Timur. (Foto: dprd-kaltimprov.go.id/Publik Domain)

KBR, Balikpapan – Rencana pemindahan ibukota Indonesia dari Jakarta mendapat tanggapan positif dari pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Gubernur Kalimantan Timur Awang Farouk Ishak mengatakan ia sudah sejak dua tahun lalu menyampaikan wacana ke pemerintah pusat maupun DPR RI agar pusat pemerintahan Indonesia dipindahkan ke Kalimantan Timur.

Awang Farouk mengatakan Kota Balikpapan sangat layak menjadi ibukota negara karena situasinya kondusif. Apalagi lokasinya berada di pesisir Teluk Balikpapan, sehingga jika dibangun akan bisa menyaingi kota-kota pesisir di Asutralia.

Awang juga mengklaim infrastruktur Kota Balikpapan paling siap di antara kota-kota lain di pulau Kalimantan. Selain memiliki bandara dan pelabuhan internasional, kata Awang, Kota Balikpapan juga memiliki jalan tol, kawasan industri termasuk pasokan listrik yang memadai.

"Sudah dua tahun saya lemparkan wacana agar ini dipertimbangkan oleh DPR RI, khususnya Komisi II. Kalimantan Timur siap kalau ibukota Indonesia dipindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Infrastruktur Kalimantan Timur lebih lengkap. Saya bukan membanding-bandingkan dengan Kalimantan Tengah. Saya memilih Teluk Balikpapan, itu saya kira sangat cocok untuk ibukota kalau dibangun bisa seperti di Australia," kata Awang Farouk di Balikpapan, Selasa (11/7/2017).

Awang mempersilahkan pemerintah pusat maupun DPR melakukan kajian di Kota Balikpapan. Ia memastikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Balikpapan akan sangat mendukung kajian tersebut.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dalam dua tahun terakhir juga telah menyatakan siap jika ibukota Negara Indonesia dipindahkan ke Kota Balikpapan.

Kota Balikpapan merupakan daerah yang memiliki beragam suku, agama dan golongan. Di kota ini terdapat ratusan perusahaan asing dan seribuan warga asing.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

BIN Tak Susun Daftar HTI

  • Dosen IPB: HTI Sudah Dibubarkan, Saya Bukan Anggota Lagi
  • Jet Tempur Cina Cegat Pesawat AS di LCS
  • Juventus Resmi Rekrut Bernardeschi Seharga Rp 619 Miliar

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.