Diperjuangkan Sejak 2009, Wilayah Laut Indonesia Bertambah Luas

"Indonesia berhasil sebagai satu-satunya wilayah di Asia yang punya wilayah di luar 200 mil laut. Ini disepakati menjadi wilayah tambahan kontinental Indonesia," kata Arif Havas.

Jumat, 14 Jul 2017 17:05 WIB

Ilustrasi wilayah Indonesia. (Foto: Kantor Staf Presiden/ksp.go.id)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Deputi Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI Arif Havas Oegroseno mengatakan ada tiga wilayah perluasan di Indonesia. Wilayah itu diantaranya berada di Barat Daya Aceh, Selatan Sumba dan Utara Papua.

Dari tiga wilayah tersebut, satu diantaranya sudah berhasil diperjuangkan yaitu wilayah Barat Daya Aceh. Sedangkan, dua lainnya yaitu Selatan Sumba dan Utara Papua masih diperjuangkan dengan PBB dan pihak terkait.

"Kita itu sudah diberi hak oleh PBB. Indonesia berhasil sebagai satu-satunya wilayah di Asia yang punya wilayah di luar 200 mil laut. Ini disepakati menjadi wilayah tambahan kontinental Indonesia,"  kata Arif Havas di Kemenko Maritim, Jakarta Pusat, Jumat (14/7/2017).

Arif Havas menambahkan, wilayah Barat Daya Aceh yang menjadi hak Indonesia memiliki luasan sekitar 4.000 kilometer persegi atau sebesar Pulau Madura. Diperlukan waktu delapan tahun, sejak 2009, untuk memperjuangkan wilayah tersebut sebelum bisa dipastikan menjadi hak milik Indonesia.

Saat ini, kata Arif, berbagai pihak sedang memperjuangkan perluasan di wilayah Selatan Sumba dan di Utara Papua. Ia memastikan Indonesia terus berkomunikasi dengan PBB secara komprehensif. Setidaknya, kata Arif Havas, komunikasi sudah berjalan dua tahun untuk wilayah Utara Papua dan sekitar 1,5 tahun Untuk wilayah Selatan Sumba.

Menurut Arif, ketiga wilauah itu terdapat sumber daya mineral yang dapat digunakan untuk kebutuhan riset dan energi. Hal ini dianggap penting bagi keberlangsungan sumber daya alam Indonesia.

Editor: Agus Luqman
Prisma Ardianto 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

BIN Tak Susun Daftar HTI

  • Dosen IPB: HTI Sudah Dibubarkan, Saya Bukan Anggota Lagi
  • Jet Tempur Cina Cegat Pesawat AS di LCS
  • Juventus Resmi Rekrut Bernardeschi Seharga Rp 619 Miliar

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.