Dibuka Lagi, Landas Pacu Bandara Halim Tidak Untuk Pesawat Berbadan Besar

"Pesawat meninggalkan jejak, aspalnya mengelupas. Jadi untuk alasan keamanan, landasan kita tutup, karena memerlukan waktu untuk perbaikan," kata Agus Haryadi.

Jumat, 28 Jul 2017 21:48 WIB

Landas pacu Bandara Halim terkelupas pasca pesawat berbadan besar pengangkut calon jemaah haji lepas landas, Jumat (28/7/2017). (Foto: Dok Istimewa)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta – Keberangkatan calon jemaah haji Indonesia kloter pertama sempat mengalami masalah, setelah landasan pacu di Bandara Halim Perdanakusumah Jakarta terkelupas.

Corporate Secretary PT Angkasa Pura II Agus Haryadi mengatakan aspal di landas pacu Bandara Halim terkelupas setelah pesawat Garuda Indonesia berbadan besar yang mengangkut jemaah haji lepas landas menuju Madinah, Arab Saudi, pada Jumat (28/7/2017) pagi.

Bandara sempat ditutup sekitar dua hingga tiga jam untuk perbaikan. Keberangkatan calon jemaah haji akhirnya dialihkan dari Bandara Halim menuju Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng, Tangerang.

"Runway-nya close, setelah flight kloter pertama Garuda yang ke Madinah. Ternyata pesawat meninggalkan jejak, aspalnya mengelupas. Jadi untuk alasan keamanan, landasan kita tutup, karena memerlukan waktu untuk perbaikan," kata Agus Haryadi saat dihubungi KBR, Jumat (28/7/2017).

Selama penutupan landas pacu, seluruh penerbangan dihentikan termasuk penerbangan komersial nonhaji.

Pada Jumat sore, kata Agus Haryadi, landasan sudah bisa digunakan kembali namun tidak untuk pesawat berbadan besar.

"Pukul 13:25 WIB sudah normal kembali," kata Agus.

Calon jemaah haji kelompok terbang (kloter) I diberangkatkan ke Arab Saudi melalui Bandar Udara Halim Perdanakusuma, dengan penerbangan Garuda Indonesia nomor GIA 7261. Jumlah jamaah yang diberangkatkan pada kloter sekitar 386 jamaah dengan tujuh orang petugas kloter.
 
Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Jokowi : Start Up Jangan Dicekik Regulasi

  • Kemendagri Persilakan TNI Gunakan Fasilitas Pemda Untuk Pemutaran Film G30S
  • Kasus Saracen, Alasan Polisi Periksa Kejiwaan Tersangka
  • Produksi PCC di Purwokerto Capai Ratusan Ribu Butir