Bahaya Layang-layang, 800 Ribu Pelanggan PLN Cilacap Kena Pemadaman Listrik

Layang-layang kertas biasa pun bisa berbahaya jika menyangkut di kabel jaringan. Apabila dibiarkan hingga terkena hujan atau embun, air menyebabkan kertas bersifat konduktif dan timbul korsleting.

Kamis, 27 Jul 2017 16:22 WIB

Ilustrasi. (Foto: PLN APJ Cilacap/Istimewa)

KBR, Cilacap – Lebih dari 800 ribu lebih pelanggan listrik PLN di Area Pelayanan Jaringan (APJ) Cilacap mengalami pemadaman listrik yang dipicu layang-layang selama periode Mei hingga Juli 2017.

Juru bicara PT PLN Cilacap, Slamet Agus Budiono mengatakan pada periode Mei hingga Juli ini, terdapat laporan berbagai kasus layang-layang tersangkut di kabel listrik PLN seperti di daerah Gombong, Cilacap timur, Cilacap Kota dan Cilacap Timur.

Jumlah laporan layang-layang 'nyangkut' kabel listrik paling banyak berada di daerah pesisir---daerah ini memiliki kebiasaan menerbangkan layang-layang berukuran besar dengan berbagai rupa jenis.

Slamet Agus mengatakan hampir semua jenis layang-layang berbahaya jika mengenai kabel PLN yang tak berpengaman. Namun ada yang paling berbahaya, yaitu layang-layang yang terbuat dari kertas kado alumunium foil. Itu disebabkan, saat terkena jaringan listrik, kertas aluminium foil yang bersifak konduktif itu akan menyebabkan hubungan arus pendek (korsleting) antara saluran positif dengan negatif.

Hubungan arus pendek itu secara otomatis menghidupkan tombol switch off atau pemadaman otomatis di trafo terdekat.

Slamet Agus mengatakan layang-layang berbahaya lainnya adalah yang terbuat dari plastik dan dipasangi lampu. Biasanya, layang-layang jenis ini diterbangkan baik siang maupun malam.

Ketika tidak ada angin, layang-layang akan turun dan mengenai jaringan kabel dan menyebabkan listrik padam lantaran korsleting karena adanya kabel yang berada di layang-layang tersebut.

Apalagi, kata Slamet, layang-layang berlampu memiliki berukuran besar dengan bentangan sayap mencapai 2,5-3 meter. Begitu terkena jaringan kabel, maka listrik akan padam.

Slamet menambahkan, layang-layang yang terbuat dari kertas biasa pun bisa berbahaya jika menyangkut di kabel jaringan. Apabila dibiarkan hingga terkena hujan atau embun, air menyebabkan kertas bersifat konduktif dan memicu hubungan arus pendek.

"Kalau malam hari, seperti di Kroya, Cilacap dan sebagainya itu layang-layang diterbangkan dan dipasang lampu. Lampu itu kan ada sedikit kabelnya. Itu layang-layang banyak yang turun dan bisa menyenggol kabel jaringan. Kalau nyenggol jaringan yang terjadi kebanyakan seperti itu kasusnya, korsleting. Memang, gangguan yang terjadi 85 persen yang terjadi sekarang layang-layang trennya," jelas Slamet Agus Budiyanto, Kamis (27/7/2017).

Selain menyebabkan korsleting yang berujung pada pemadaman listrik, Slamet Agus mengatakan layang-layang yang mengenai kabel jaringan PLN juga membayakan bagi orang yang bermain. Sebab, ada beberapa jenis tali layangan yang bersifat konduktif atau menghantarkan listrik, termasuk tali layangan yang basah karena air.

Slamet mengatakan PLN sudah mengirim surat kepada Bupati Cilacap dan Kapolres Cilacap supaya ada imbauan dan edaran agar masyarakat tak bermain layang-layang di dekat jaringan listrik.

Selain itu, dia juga meminta bupati membuat surat edaran yang melarang masyarakat membuat layangan dari bahan bersifat konduktif.

Pada musim kemarau dan angin timur, masyarakat di daerah pesisir mulai Cilacap hingga Gombong, Kebumen, kerap bermain layang-layang ukuran besar, baik siang maupun malam. Pada malam hari, biasanya layang-layang dibuat dari alumunium foil atau plastik yang dipasangi lampu hias atau LED kerlap-kerlip.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau