Anggota DPR Dorong RUU Redenominasi Bisa Disahkan Tahun Ini

Kalangan DPR menginginkan pembahasan RUU Redenominasi nilai rupiah bisa rampung tahun ini. Meskipun eksekusinya bisa ditunda hingga lima tahun lagi.

Senin, 17 Jul 2017 16:49 WIB

Ilustrasi. Petugas bank menghitung lembaran uang rupiah. (Foto: setkab.go.id/Publik Domain)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Kalangan anggota DPR akan mendorong agar Rancangan Undang-undang (RUU) Redenominasi atau penyederhanaan mata uang bisa masuk ke program legislasi nasional prioritas tahun 2017.

Redenominasi rupiah adalah penyederhanaan penulisan nominal mata uang dengan mengurangi angka nol, tanpa mengurangi nilai uang.
 
Anggota Komisi Keuangan DPR Misbakhun mengatakan payung hukum untuk melaksanakan redenominasi harus segera dibahas.

"Bayangkan, Indonesia sebagai salah satu negara G-20 dengan peringkat 16. Nilai rupiahnya tidak mencerminkan kedudukan Indonesia sebagai negara besar di bidang ekonomi. Masa 1 dolar AS berbanding Rp13 ribu," kata Misbakhun di DPR, Senin (17/7/2017).

Misbakhun mengatakan DPR menginginkan pembahasan RUU Redenominasi nilai rupiah bisa rampung tahun ini. Meski begitu, kata Misbakhun, eksekusinya bisa ditunda hingga lima tahun lagi.

Politisi Golkar itu berpendapat kondisi perekonomian Indonesia saat ini sudah cukup ideal untuk mengeksekusi kebijakan penyederhanaan mata uang. Selain cadangan devisa yang mencukupi untuk 6 bulan, saat ini tingkat inflasi pun menurutnya cukup stabil.

"Posisi impor kita lebih. Pertumbuhan kita di saat negara lain kontraksi, kita masih bisa bertumbuh. Kita juga sudah masuk investment grade," tambah Misbakhun.

Meskipun ia menilai eksekusi redenominasi butuh cukup waktu, namun sosialiasi kepada seluruh pihak tetap harus dilakukan sejak jauh-jauh hari. Ini penting dilakukan untuk menghindari kepanikan masyarakat serta pasar modal.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Hadiri KTT OKI, Jokowi Serukan Persatuan Bela Palestina

  • Polisi Ringkus Belasan Terduga Teroris di Sejumlah Daerah
  • Pertamina Wajib Libatkan 40 Persen Pekerja dan Kontraktor Lokal Balikpapan
  • Melbourne Pasang Sistem Anti-Terorisme

PLN menggenjot pemerataan pasokan listrik dari Indonesia bagian barat hingga Indonesia bagian timur