2 Tas Diduga Berisi Bom Gemparkan Warga Depok

"Setelah dilakukan pemeriksaan alhamdulillah isinya tidak ada unsur bahan peledak. Hanya kain-kain saja"

Senin, 03 Jul 2017 13:52 WIB

Polisi memeriksa tas diduga bom di depan Mal ITC Depok pada Senin (03/07). (Foto: KBR/Rafik M.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Depok- Dua buah tas yang berisi baju-baju bekas  menggemparkan warga Kota Depok, Jawa Barat. Pasalnya warga melihat  tas  itu seperti  sengaja ditinggalkan oleh dua orang di depan Mal ITC Depok samping pintu masuk terminal Kota Depok Jl. Margonda Raya KecamatanPancoran Mas Kota Depok pada pukul 10 WIB.

Kapolsek Pancoran Mas, Hamonangan Nadapdap mengatakan, sebelumnya warga  melaporkan  adanya temuan tersebut. Polsek lalu melaporkan hal ini ke Mapolresta Depok untuk dikirimkan tim penjinak bom.

Kata dia, saat dilakukan pemeriksaan, tim gegana Brimob Kelapa Dua  menggunakan anjing pelacak. Setelah diperiksa, ternyata dua buah tas itu hanya berisi baju.

"Setelah dilakukan pemeriksaan alhamdulillah isinya tidak ada unsur bahan peledak. Hanya kain-kain saja, sekarang kita amankan di Polres Depok," katanya kepada wartawan di lokasi kejadian, Senin (03/07).

Hamonangan Nadapdap menjelaskan, saat ini   kepolisian masih menyelidiki dua orang yang diduga meletakan tas tersebut. Pemeriksaan saksi di lokasi   sudah dilakukan untuk mencari pelaku yang sudah diketahui ciri-cirinya tersebut.

"Pelaku belum kita tangkap. Kita baru tahu ciri-cirinya, sementara masih kita kejar," jelasnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.