140 Sekolah di Bengkulu Mulai Terapkan Sekolah 5 Hari Seminggu

"Harapan saya penerapannya jangan sampai monoton, jangan sampai membosankan sehingga tujuan yang ingin diperoleh menjadi tidak maksimal," kata Ade.

Selasa, 25 Jul 2017 21:49 WIB

Ilustrasi siswa sekolah dasar. (Foto: ANTARA/Yusran Uccang)

KBR, Rejang Lebong - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Ade Erlangga mengatakan sebanyak 140 sekolah di 10 kabupaten kota di Bengkulu telah mulai menerapkan lima hari belajar dalam seminggu. Sekolah-sekolah itu terdiri dari SD dan SMP.

Ade Erlangga mengatakan penerapan sekolah lima hari atau sebelumnya kerap disebut full day school (FDS) tersebut dilaksanakan pada 2017 ini, dan merupakan dukungan terhadap program pemerintah pusat.

"Penerapan lima hari sekolah ini salah satu langkah kita membentuk karakter anak. Program ini juga kami sarankan kepada kabupaten yang banyak konflik dan problem sehingga diharapkan bisa menjaga siswa dalam pengembangan karakter," kata Ade Erlangga kepada KBR, di Rejang Lebong, Bengkulu, Selasa (25/7/2017).

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu Ade Erlangga mengklaim penerapan 5 hari sekolah itu bisa membentuk karakter anak, asalkan dilakukan dengan metode yang tepat sasaran. Menurut Ade, pengembangan lima hari sekolah bisa ditambah melalui kegiatan ekstrakulikuler yang diikuti para siswa.

"Harapan saya penerapannya jangan sampai monoton, jangan sampai membosankan sehingga tujuan yang ingin diperoleh menjadi tidak maksimal," kata Ade.

Dari 140-an sekolah yang menerapkan full day school, diantaranya terdapat empat sekolah di Rejang Lebong yaitu SMKN 2, SMKN 3, SMK Bermani Ulu dan SMK Selupu Rejang.

Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Rejang Lebong Asep Suparman mengatakan pada pelaksanaan sekolah lima hari seminggu, jam belajar siswa ditambah sehingga siswa pulang pada pukul 16.30 WIB. Pada jam tambahan itu siswa wajib mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

"Di Rejang Lebong ada empat sekolah yang sudah menyatakan siap. Selanjutnya untuk sekolah lain harapan kita bisa menyusul," kata Asep.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Buruh Tagih Janji Anies-Sandy Naikkan UMP

  • Polisi Tangkap Pembuat Uang Palsu Senilai Ratusan Juta
  • Suap BPK, Pejabat Kemendes Dalih Ditekan
  • Bawa Sabu, PN Medan Hukum Artis Malaysia 11 Tahun