Tak ada Solusi, Pilot Garuda Bersikeras Mogok Bulan Depan

"Saya bilang itu bohong."

Rabu, 13 Jun 2018 16:00 WIB

Ilustrasi (foto: Antara)

KBR, Jakarta-  Asosiasi Pilot Garuda Indonesia(APG) dan Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) berencana mogok kerja pada minggu kedua bulan Juli 2018. Ketua Harian Sekarga, Tommy Tampatty, mengatakan Sekarga dan APG tengah menunggu hasil mediasi yang dilakukan Satgas Khusus bentukan Kemenko Maritim.

Tommy membantah proses mediasi sudah mulai mencapai titik temu.

"Dibilang bahwa kita menuntut, sudah dipenuhi, saya bilang itu bohong. Ini bentuk ketidakpahaman mereka. Saya bilang, orang-orang yang ditempatkan di sana itu orang-orang yang tidak memahami bisnis airlines. Bisnis airlines itu memiliki banyak regulasi," kata Tommy kepada KBR, Rabu (13/6).

Menurut dia, sejak Satgas dibentuk, karyawan dan manajemen tidak pernah dipertemukan dalam satu meja. Satgas baru mendengarkan keluhan dari para karyawan.

Tommy menegaskan seluruh karyawan dan pilot Garuda sangat mendukung kelancaran operasional arus mudik dan balik. Jika belum ada solusi yang disepakati, karyawan menurutnya akan melanjutkan rencana mogok tersebut.

"Kami khawatir kondisi ketidakpercayaan karyawan terhadap kepemimpinan Direksi Garuda Indonesia saat ini akan semakin berdampak terhadap kinerja perusahaan dan berpengaruh terhadap aspek lain."

Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Mansury mengklaim mediasi dengan para pilot dan karyawan mulai mencapai titik temu. Menurut dia, komunikasi sudah beberapa kali dilakukan.

Pahala mengatakan beberapa tuntutan sudah diakomodir perusahaan.

"Beberapa sudah kita selesaikan dan sudah jadi solusi. Beberapa kendala misalnya terkait penjemputan, itu sudah kita selesaikan. Tentunya enggak bisa saya sebutkan satu per satu. Dengan kondisi ini enggak adalah yang enggak selesai," kata Pahala.

Pahala menegaskan tidak akan ada mogok kerja selama arus mudik dan balik Lebaran. Kendati begitu, pihaknya tetap menyiapkan langkah antisipasi dari segi penjadwalan dan pengamanan.

Komunikasi dengan asosiasi pilot yang difasilitasi satgas khusus pun terus dilakukan. Pahala menjanjikan manajemen perusahaan akan terbuka mendengar tuntutan karyawannya.

"Proses ini sudah mulai bekerja. Kita cukup optimistis."


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.