Mudik 2018, KAI Daop 1 Siagakan 200 Petugas Deteksi Longsor

Kementerian Perhubungan mengidentifikasi 642 titik jalur kereta api di Jawa dan Sumatera yang rawan bencana alam.

Jumat, 08 Jun 2018 12:08 WIB

Ilustrasi: Pemudik bersiap menaiki kereta di Stasiun Senen, Jakarta, Kamis (7/6). (Foto: ANTARA/ Akbar N)

KBR, Jakarta - PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasi I menurunkan 200-an petugas untuk mengawasi jalur kereta rawan longsor dan ambles.

Executive Vice President KAI Daop I Jakarta, Dadan Rusdiansyah, mengatakan para petugas itu akan melakukan peringatan dini jika longsor terjadi. Mereka bertugas dan berjaga 24 jam.

"Ya itu di titik-titik longsor dijaga oleh orang, jadi ada deteksi awal," terangnya kepada wartawan usai konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (8/6/2018).

"Langsung lapor ke stasiun terdekat untuk pencegahan dulu, pencegahan keretanya jangan lewat. Kemudian untuk dilakukan perbaikan kalau ada longsor," tambahnya. 

Dadan menambahkan, jadwal kereta api sejauh ini belum terganggu dengan potensi longsor dan ambles. Jika terjadi, dia meminta penumpang bisa bersabar.

"Ya enggak apa-apa lebih baik terlambat dari pada tidak selamat," tambahnya.

Kementerian Perhubungan mengidentifikasi 642 titik jalur kereta api di Jawa dan Sumatera yang rawan bencana alam. KAI Daop 1 sendiri meliputi DKI Jakarta, Merak di Banten, dan beberapa kota di Jawa Barat.

KAI Daop 1 mencatat 44 ribu tiket sudah terjual habis setiap harinya mulai Jumat (8/6/2018) ini hingga Rabu (13/6/2018) depan. "Sudah full ya sudah maksimal," kata dia.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.