Lebaran Sebentar Lagi, Ratusan Buruh Adukan Belum Terima THR

"Hampir yang sebagian besar itu kasus-kasus sebelumnya sudah berselisih."

Kamis, 14 Jun 2018 18:15 WIB

Ilustrasi (foto: Antara)


KBR, Jakarta-
Ratusan orang mengadu kepada Kemenaker belum menerima tunjangan hari raya (THR).  Posko pengaduan THR Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) mencatat,  sebagian besar pengaduan dari 200an perusahaan itu berasal dari wilayah Jabotabek.

Kasubdit Pengawasan  Kemenaker, Frangky Watratan mengatakan, mayoritas pengaduan melalui surel, aplikasi WhatsApp, dan sambungan telefon. Kata dia, jenis aduan tidak serta merta kesalahan perusahaan yang belum memberi THR.

"Hampir yang sebagian besar itu kasus-kasus sebelumnya sudah berselisih. Kasus-kasusnya sudah mengawali dalam proses PHK. Kemudian mereka yang PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu)-nya diputus di bulan Mei. Mereka menanyakan, apakah mereka masih punya hak THR? Padahal kalau PKWT, kan hak THR-nya tidak bisa PKWT-nya melampaui THR kan. Kebanyakan cuma iseng-iseng nanyain: dapat hak tidak," kata Frangky kepada KBR, Kamis (14/6/18).

Aduan paling banyak masuk saat hari kerja atau sebelum cuti lebaran, dan cenderung berkurang menjelang lebaran. Namun, posko pengaduan tetap akan dibuka hingga 22 Juni 2018.  Kemenaker akan menindaklanjuti semua laporan tersebut usai lebaran lantaran sebagian perusahaan sudah melaksanakan cuti bersama.  


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Apakah anda lelah dengan rutinitas harian anda? Seperti kuliah atau bekerja,dan belum punya waktu atau budget anda terbatas untuk bersenang-senang? Dufan Jawabannya