Jelang Pilkada 2018, TPS Rawan di Banyuwangi dan Bondowoso Diidentifikasi

"Misalnya TPS yang dekat dengan rumah tim sukses, TPS di sekitar yang dulu pernah terjadi money politic.”

Kamis, 21 Jun 2018 19:43 WIB

Ilustrasi: Pengecekan logistik Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur provinsi Jawa Timur di gudang l

Ilustrasi: Pengecekan logistik Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur provinsi Jawa Timur di gudang logistik KPUD Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (20/6). (Foto: ANTARA/ Ummarul F)

KBR, Banyuwangi- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Banyuwangi Jawa Timur, mengidentifikasi tempat pemungutan suara TPS yang dinilai rawan saat pelaksanaan Pilkada serentak, 27 Juni mendatang.

Ketua Bawaslu Banyuwangi Hasyim Wahid mengatakan, identifikasi TPS rawan ini sebagai upaya pencegahan terhadap potensi-potensi pelanggaran pada tahapan pemungutan dan penghitungan suara di tingkat TPS.

“Pengawasan di situ kayak misalnya peluang-peluang pelanggaran, TPS rawan dan lain sebagainya. Ini dalam seminggu ini kita sudah dapat datanya kan ada indikator-indikator yang itu bisa menjadi indikatornya TPS rawan. Misalnya TPS yang dekat dengan rumah tim sukses, TPS di sekitar yang dulu pernah terjadi money politic,” kata Hasyim Wahid hari ini Kamis (21/06) di Banyuwangi.

Ketua Bawaslu Banyuwangi, Hasyim Wahid, menambahkan, ada enam variabel dan 22 indikator dalam penelitian TPS rawan yang dilakukan pengawas TPS. Variabel itu antara lain, akurasi data pemilih, penggunaan hak pilih, politik uang, netralitas KPPS, pemungutan suara, dan kampanye politik SARA di sekitar lokasi TPS. 

Hasil penelitian tersebut akan direkap secara berjenjang hingga ke tingkat provinsi untuk menilai kerawanan pada TPS tersebut.

Baca juga:

Daerah Rawan di Bondowoso 

Sementara itu, Kepolisian Resor Bondowoso, Jawa Timur, menetapkan sembilan wilayah masuk dalam kategori rawan jelang pemilihan umum serentak. 

Kapolres Bondowoso Taufik HZ mengatakan daerah rawan dipetakan berdasarkan beberapa faktor, di antaranya kondisi geografis dan kerentanan masyarakat di daerah pemilihan.

“Dari 1.500 TPS kami petakan ada tiga kluster yaitu TPS aman, rawan satu dan rawan dua. Kerawanan itu dari kondisi geografis di mana distribusi logistik butuh waktu lebih lama dan kondisi masyarakat semisal TPS yang merupakan domisili calon,” kata Kapolres saat ditemui KBR usai memeriksa proses distribusi logistik di gudang KPUD Bondowoso, Kamis (21/06).

Polres Bondowoso mengerahkan sekitar 400 personel untuk mengamankan jalannya pelaksanaan Pilkada serentak tahun ini. Pantauan KBR di lapangan, sejumlah kelengkapan logistik mulai didistribusikan sejak kemarin ke 23 Kecamatan.(Mlk/Vit)

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.