Ini Alasan BPBD Banyuwangi Minta Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir Bandang

Sebab menurut Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Banyuwangi, Eka Muharram proses pemulihan daerah terdampak belum rampung.

Jumat, 29 Jun 2018 09:29 WIB

Warga melintas di samping pohon tumbang dan bebatuan yang terbawa arus di sekitar Sungai Badeng, kawasan hutan pinus Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (25/6). (Foto: ANTARA/ Zabur K)

KBR, Banyuwangi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Jawa Timur meminta pemerintah setempat memperpanjang status tanggap  darurat bencana banjir bandang Desa Alas Malang, Kecamatan Singonjuruh.

Sebab menurut Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Banyuwangi, Eka Muharram proses pemulihan daerah terdampak belum rampung. Ditambah lagi, masih berlangsungnya normalisasi Sungai Badeng.

Sehingga status tanggap darurat masih diperlukan untuk pelbagai kepentingan penanganan banjir bandang tersebut.

"Yang dibutuhkan untuk proses pada normalisasi ini dasar regulasinya adalah pernyataan tanggap darurat ini. Sehingga dengan pernyataan tanggap darurat ini untuk menormalisasikan satuan komando tanggap darurat yang dikomandani oleh Pak Dandim itu bisa mengerahkan sumber daya dari semua pihak," kata Eka Muharram di Banyuwangi, Jumat (29/6/2018).


Foto udara Sungai Badeng, kawasan hutan pinus Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (25/6). (Foto: ANTARA/ Zabur K)

Eka Muharram memperkirakan normalisasi daerah terdampak banjir baru bisa tuntas satu pekan mendatang. Tim kata Eka, masih harus membersihkan material pasir dan lumpur yang masuk ke rumah warga. Ada sekitar lebih dari 500 kepala keluarga yang terdampak. Sehingga pengerjaannya pun perlu waktu lebih lama.

Selain itu, penanganan pasca bencana banjir bandang juga membutuhkan biaya yang besar. Berdasarkan penghitungan sementara BPBD Banyuwangi, kerugian yang diderita akibat bencana tersebut mencapai Rp5 miliar. Jumlah ini diperkirakan terus bertambah mengingat pendataan oleh tim reaksi cepat BPBD masih berjalan.

Eka menjelaskan, penanganan tanggap darurat banjir bandang Desa Alas Malang hari ini memasuki hari ke-tujuh, sejak Jumat (22/6/2018) pekan lalu. Proses  pembersihakan  material  pasir dan  lumpur pasca kejadian terus dilakukan baik oleh tim SAR Gabungan maupuan relawan. Menurutnya, untuk pembersihan jalan raya Singonjuruh diperkirakan akan selesai dua hari ini.

Banjir badang menerjang ratusan rumah di Desa Alas Malang, Kabupaten Banyuwangi sejak Jumat pekan lalu. Selain di Kecamatan Singonjuruh, banjir juga merusak ribuan hektar sawah di Kecamatan Songgon Banyuwangi.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang melaksanakan Program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC). Program ini sudah dimulai sejak Desember 2016 hingga saat ini.