BPBD Aceh Selatan Tetapkan Status Siaga Kebakaran Hutan

Darurat kebakaran hutan terpaksa diberlakukan lantaran titik api terus meluas di kawasan pegunungan.

Jumat, 15 Jun 2018 16:48 WIB

Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Aceh. (Foto: Antara/Syifa Yulinnas)

Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Aceh. (Foto: Antara/Syifa Yulinnas)

KBR, Aceh Selatan– Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan, Cut Syazalisma menyatakan, Kabupaten Aceh Selatan berstatus siaga darurat kebakaran hutan. 

Darurat kebakaran hutan itu diberlakukan lantaran titik api terus meluas di kawasan pegunungan. Hampir sebagian besar lahan gambut di Kecamatan Bakongan dan Kota Bahagia dikepung titik panas yang menyebar dengan cepat. Penyebaran juga dipicu suhu udara yang meninggi karena kemarau panjang.

“Kita sudah melakukan rapat koordinasi dengan otoritas kewenangan hutan dengan TNI/Polri dan Pemda Aceh Selatan itu sendiri untuk menetapkan siaga darurat untuk bencana Karhutla atau kebakaran hutan dan lahan,” kata Cut Syazalisma kepada KBR, Jumat (15/06).   

Baca juga:

Kebakaran Terus Meluas

Saat ini kebakaran lahan yang melanda Kabupaten Aceh Selatan terus meluas mencapai 60,12 Hektare. Semula kebakaran seluas 55 hektare terdeteksi di Desa Berahan, Kecamatan Bakongan. Namun, titik api kini menyebar ke desa tetangga di perbatasan Ujung Pandang, Kecamatan Kota Bahagia, seluas 5 hektare.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Cut Syazalisma mengatakan, titik panas menjalar dan menyebar cepat dan kemungkinan bertambah luas.

”Dari laporan yang belum bisa Kami terobos ini, rencananya besok kami terobos, karena jauh ke dalam lagi. Jadi, menurut berita dan informasi yang kami terima ini sekitar lima hektare (Desa Ujung Padang-red), tapi bisa saja ini lebih karena berdasarkan pantauan melalui udara drone ini kan terus melebar,” imbuhnya.

Ia meminta Pemprov Aceh bersama pemerintah pusat untuk segera mengatasi kobaran api di lahan perkebunan rakyat dan hutan di daerah itu. Sebab, minimnya peralatan pemadaman dikhawatirkan dapat memperparah kondisi kebakaran, yang akan berdampak pada meluasnya titik api.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.