TNI Polri Tambah Personel Pengamanan ke Perbatasan Filipina

Sementara, Polda Sulawesi Utara akan menarik ratusan personel Polri yang bertugas di perbatasan dan mengganti dengan personel baru dalam jumlah lebih banyak untuk mencegah masuknya simpatisan ISIS.

Jumat, 16 Jun 2017 15:03 WIB

Personel Brimob Polda Sulawesi Utara siap dikerahkan ke perbatasan untuk Operasi Aman Nusa 2017, Senin (29/5/2017). Pengerahan Brimob itu untuk antisipasi masuknya kelompok pendukung ISIS ke Indonesia. (Foto: multimedianews.polri.go.id/Publik Domain)

KBR, Manado - TNI Angkatan Darat menambah personel untuk pengamanan daerah perbatasan dengan Filipina di Provinsi Sulawesi Utara.

Penambahan pasukan itu untuk mengantisipasi dan mencegah masuknya anggota kelompok Maute pendukung ISIS dari Marawi Filipina ke Indonesia.

Panglima Kodam XIII/Sulawesi Utara Tengah Gorontalo, Ganip Warsito mengatakan sebanyak satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) tempur atau sekitar 120 personel ke daerah perbatasan.

Warsito menambahkan TNI juga menambah pos komando di perbatasan dan melakukan operasi intelijen serta mendekati dan melibatkan masyarakat untuk mengantisipasi masuknya pendukung ISIS.

"Pasukan jelas kita tambah. Itu sudah kita kerahkan pasukan satuan setingkat kompi tempur yang siap sewaktu–waktu untuk bisa melindungi masyarakat dan menjaga NKRI serta menyiapkan peralatan seperti helikopter dan kapal cepat," kata Ganip Warsito, Jumat (16/6/2017).

Warsito mengatakan bila terjadi sesuatu maka TNI Angkatan Darat sudah memiliki satuan reaksi cepat yang setiap saat dalam waktu 1x24 bisa dikerahkan dengan cepat.

Selain TNI, Polda Sulawesi Utara juga akan menyegarkan anggota Polri yang bertugas di perbatasan. Kapolda Sulawesi Utara Bambang Waskito mengatakan akan menarik ratusan personel Polri yang bertugas sebelumnya dan mengganti dengan personel baru yang lebih segar dan jumlah lebih banyak untuk mencegah masuknya simpatisan ISIS ke Indonesia.

"Yang sekarang yang sudah saya turunkan ini, nanti 60 hari kemudian akan saya tarik dan diganti dengan tenaga yang baru lebih besar lagi, untuk mengantisipasi operasi gabungan yang nanti akan diberlakukan," kata Bambang Waskito.

Bambang juga mengimbau masyarakat agar senantiasa menyampaikan informasi kepada aparat keamanan apabila melihat ada kegiatan orang yang mencurigakan, termasuk yang masuk ke wilayah perairan Indonesia.

Untuk mencegah penyusupan kelompok radikal dari Filipina ke Indonesia, Polda Sulawesi Utara menggelar operasi dengan sandi Operasi Aman Nusa 2017.

Operasi diantaranya dengan menggelar patroli laut perbatasan, pembinaan masyarakat pesisir, deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan terkait isu global dan nasional.
 
Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau