Tak Kunjung Pulang, Dua Paspor Warga Tasikmalaya Ditemukan di Kota Marawi Filipina

Menurut Ari, berdasarkan informasi di paspor itu dua WNI itu masuk Malaysia melalui pintu imigrasi di Kabupaten Nunukan pada 15 November 2016.

Rabu, 07 Jun 2017 09:29 WIB

Paspor warga Tasikmalaya yang ditemukan di salah satu rumah di Kota Marawi Filipina. (Foto: KBR/Adhima)


KBR, Nunukan - Militer Filipina menemukan dua paspor warga Indonesia di salah salah satu rumah di Kota Marawi, pasca tentara Filipina melakukan operasi militer di daerah itu.

Operasi militer dilakukan tentara Filipina sejak 23 Mei lalu untuk menghadapi kelompok milisi sipil Maute, yang menguasai sebagian Kota Marawi di Pulau Mindanao, Filipina Selatan. Kelompok ini berafiliasi dengan kelompok teroris ISIS.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Nunukan, Ari Aryono mengatakan dua paspor itu atas nama Irsyad Ahmad Darajat (43 tahun) serta Ali Al Amin (49 tahun).

"Kami di TNI AL punya kontak (liaison officer) di Filipina. Mereka menyampaikan ada ditemukan dua pasport warga Indonesia di salah satu rumah di Kota Marawi," kata Ari Aryono, Selasa (6/6/2017).

Menurut Ari, berdasarkan informasi di paspor itu dua WNI itu masuk Malaysia melalui pintu imigrasi di Kabupaten Nunukan pada 15 November 2016. Dua WNI itu mestinya sudah kembali ke Indonesia akhir tahun lalu.

"Keduanya memiliki tiket pulang ke Indonesia pada 23 Desember 2016. Tetapi data di Imigrasi menyebutkan sampai saat ini kedua orang tersebut tidak kembali lagi," kata Ari Aryono.

Ari mengatakan aparat masih menyelidiki tujuan dua warga Tasikmalaya tersebut berada di Kota Marawi, Filipina.

Baca juga:



Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Suap Pengadaan Drone, Pejabat Bakamla Nofel Hasan Dituntut 5 Tahun Penjara

  • Kepolisian Cek Motif Insiden Ambruknya Tol Becakayu
  • 5 Kepala Desa di Banyuwangi Diduga Hadiri Kampanye Parpol
  • Arab Saudi Sebut Eropa Bantu Iran Danai Terorisme

Dalam beberapa pekan ini Rancangan KUHP (RKUHP) ramai dibicarakan karena dianggap memuat poin-poin atau pasal-pasal yang bermasalah.