SkyBridge, Jembatan Layang dari Stasiun Solo Balapan ke Terminal Tirtonadi Solo

Jembatan SkyBridge ini memangkas jarak Stasiun KA Solo Balapan menuju terminal Tirtonadi dari 1,3 kilometer menjadi hanya 437 meter dengan jarak tempuh sekitar 15 menit berjalan kaki.

Selasa, 06 Jun 2017 08:52 WIB

Fasilitas eskalator di jembatan penyeberangan (SkyBridge) dari Terminal Tirtonadi menuju Stasiun Solo Balapan, Senin (5/6/2017). (Foto: KBR/Yudha Satriawan)

KBR, Solo - Para pemudik yang akan melewati Kota Solo Jawa Tengah tahun ini bakal disambut salah satu infrastruktur untuk mempermudah perjalanan mudik, yaitu SkyBridge.

SkyBridge merupakan jembatan penghubung langsung antara Stasiun Kereta Api Solo Balapan dengan Terminal Bus Tirtonadi. Jika menggunakan akses jalan biasa, dua tempat itu memiliki jarak tempuh sekitar 1,3 kilometer atau sekitar 30 menit jalan kaki.

Pengguna kereta api yang turun di Stasiun Solo Balapan dan akan melanjutkan perjalanan dengan bus, harus berjalan melewati Jl Monginsidi, Jl Letjen S Parman lalu mengarah ke Jl Dr Setiabudi sebelum menyeberang ke arah terminal Tirtonadi. Begitu juga sebaliknya.
 
Dengan jembatan SkyBridge itu, jarak tempuh dipangkas menjadi hanya 437 meter dengan jarak tempuh sekitar 15 menit berjalan kaki. Untuk memudahkan akses menuju jembatan setinggi lima meter ini, tersedia pula ekslator (tangga berjalan).



Kepala Stasiun KA Solo Balapan Nurudin mengatakan SkyBridge akan resmi dibuka dan dipergunakan pada 15 Juni mendatang selama 24 jam, untuk mempermudah para pemudik yang akan melanjutkan perjalanan dengan beralih moda transportasi.

Namun, Nurudin mengatakan jembatan itu hanya bisa diakses terbatas oleh pengguna kereta api atau bus saja.

"Untuk penggunaan SkyBridge, misalnya, kami sudah berikan beberapa informasi dan tanda di pintu masuk Skybridge di Terminal Tirtonadi bahwa yang bisa melewati jembatan hanya yang sudah punya tiket kereta api. Tidak ada alasan bagi penumpang yang tidak tahu informasi ini. Kita sedikan vending machine atau mesin pemesan tiket kereta api di Skybridge ini. Jangan sampai ketika penumpang sudah berjalan dari terminal menuju stasiun, ternyata belum punya tiket kereta tujuan kemana. Kasihan kalau harus balik lagi ke terminal, sekitar 440an meter panjangnya," kata Nurudin.

Jembatan tersebut dibangun sepanjang 630 meter, oleh Kementerian Perhubungan sebagai pihak yang membangun bentang jembatan sepanjang 437 meter) dan PT Kereta Api Indonesia yang membangun tiang jembatan setinggi lima meter.

Masyarakat pengguna transportasi bus di Terminal Tirtonadi yang ingin melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api tidak tak perlu keluar terminal dan menambah biaya perjalanan menuju stasiun Solo Balapan atau sebaliknya. Dengan mengakses jembatan penghubung itu, masyarakat cukup berjalan sekitar 15 menit.
 
Akses keluar masuk jembatan ini berada di dalam peron Stasiun KA Solo Balapan dan di dalam Terminal Tirtonadi Solo.

Pemudik yang 'transit' di Solo menggunakan kereta api jarak jauh, bisa lebih cepat melanjutkan perjalanan dengan bus dari Terminal Tirtonadi.

Atau sebaliknya, pemudik yang 'transit' di Solo menggunakan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) bisa melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api seperti ke Klaten atau Jogjakarta, atau lanjut ke timur menggunakan kereta jarak jauh.
 
Sambil berjalan melintas SkyBridge, calon pengguna transportasi akan mendapat suguhan pemanndangan aktivitas pergudangan, lalu lintas kereta api, lalu lintas Terminal Tirtonadi hingga kegiatan warga di perkampungan yang dilewati jembatan ini.



Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Terus Genjot Revitalisasi Pasar, Mendag Undang Pengelola

  • Memasuki Musim Hujan, Pemprov DKI Belum Temukan Solusi Inovatif Masalah Banjir
  • Filipina Tangkap Perempuan Perekrut ISIS Marawi

Kenaikan harga rokok dengan hanya 9 persen dibanding tahun 2016 atau sekitar 30 perak per batang, dianggap tak mampu mengerem konsumsi rokok yang bertujuan melindungi kesehatan publik