Sebulan Kerja, Satgas Pangan Mabes Polri Temukan 79 Kasus

Kasus kecurangan itu, kata Setyo, ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Kamis, 01 Jun 2017 13:42 WIB

Petugas dari Satgas Pangan Polda Metro Jaya bersama barang bukti kecurangan pangan di sebuah gudang di Kemayoran, Jakarta, Selasa (23/5/2017). (Foto: ANTARA/Aprillio Akbar)


KBR, Jakarta - Satuan Tugas Penanganan Harga Pangan yang dibentuk Mabes Polri menemukan 79 kasus kecurangan terkait produksi dan distribusi bahan pangan.

Juru bicara Mabes Polri yang juga Ketua Satgas Pangan, Setyo Wasisto mengatakan puluhan kasus itu ditemukan sejak Satgas bekerja mulai 2 Mei 2017 lalu.

Kasus kecurangan itu, kata Setyo, ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Meski tak merincinya, Setyo mengatakan beberapa di antara kasus itu sudah masuk ke tahap penyidikan.

"Hasil analisa dan evaluasi sampai dua hari yang lalu, ada 41 kasus pangan, kemudian berkembang di lapangan dengan kasus lain membahayakan di luar bahan pokok sebanyak 38 kasus. Total 79 kasus. Ada beberapa yang sudah ke penyidikan, tetapi tidak saya perinci di sini," kata Setyo Wasisto di kantor Kementerian Perdagangan, Rabu (31/5/2017).



Setyo Wasisto mengatakan keberadaan Satgas Pangan sudah sampai ke tingkat Polres. Kerja Satgas fokus pada kecurangan berupa penyimpanan dan distribusi pangan.

Berdasarkan catatan Satgas, dari 41 kasus kecurangan ada 27 kasus yang ditangani kepolisian tingkat kabupaten (Polres), 12 kasus ditangani Polda, serta dua kasus di Mabes Polri. Setyo berkata, kecurangan pada penyimpanan dan distribusi itu dilakukan para spekulan yang ingin mempermainkan harga pangan di pasar.

Selain 41 kasus kecurangan itu, kata Setyo, Satgas Pangan juga menemukan kecurangan lain soal pangan yang tak kalah membahayakan konsumen. Ia mencontohkan ada produksi gula merah di Jawa Tengah yang menggunakan bahan-bahan berbahaya. Pada kecurangan seperti itu, sebanyak 26 kasus ditangani di tingkat Polres dan 12 kasus ditangani di tingkat Polda.

Satgas Pangan Mabes Polri akan kembali melakukan evaluasi pengawasan pada pekan depan. Apabila semua kecurangan ditindak, kata Setyo, diharapkan harga jual bahan pangan kembali terkendali.

Setyo mengatakan para pengusaha pangan tidak perlu khawatir saat diperiksa polisi soal produksi dan simpanan. Setyo mengatakan kekhawatiran itu biasanya muncul karena mereka tak tak terbiasa diperiksa. Padahal, kata dia, negara wajib mengendalikan barang yang menjadi kebutuhan masyarakat banyak.

Baca juga:



Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.