Pria Pembawa Pisau di Mapolda Jawa Tengah Ternyata Sakit Jiwa

Romadhon ditangkap karena berperilaku mencurigakan, mondar-mandir di depan Markas Polda Jawa Tengah dengan tas ransel.

Rabu, 28 Jun 2017 16:34 WIB

Ilustrasi. Gangguan kejiwaan. (Foto: Creative Commons)

KBR, Semarang - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah memastikan orang mencurigakan yang ditangkap pada Selasa (27/6/2017) adalah orang yang tengah mengalami gangguan jiwa.

Juru bicara Polda Jawa Tengah Djarod Padakova mengatakan saat ini orang bernama Muhammad Romadhon (32 tahun) itu sudah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Semarang dengan pengawalan polisi.

"Dari dokter ahli kejiwaan memang saudara Romadhon ini mengalami gangguan jiwa. Karena itu rekomendasinya untuk dibawa ke Rumah Sakit Jiwa. Dari informasi–informasi yang kita dapatkan yang bersangkutan ini suka berkelana," kata Djarod kepada KBR, Rabu (28/6/2017).

Polda Jawa Tengah menangkap Romadhon pada Selasa (27/6/2017) dinihari kemarin. Romadhon ditangkap karena berperilaku mencurigakan, mondar-mandir di depan Markas Polda Jawa Tengah dengan tas ransel.

Penangkapan itu terjadi sehari pasca Markas Polda Sumatera Utara disusupi dua orang pelaku teror, yang menusuk seorang anggota polisi dengan senjata tajam hingga tewas.

Dari pemeriksaan, Romadhon diketahui beralamat di Sumber Rejo RT 01/RW 04, Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pademangan, Kabupaten Blitar.

Juru bicara Polda Jawa Tengah Djarot Padakova mengatakan di tas Romadhon ditemukan dua KTP dengan identitas orang lain. Saat diperiksa, Romadhon mengaku mendapatan KTP itu di jalan.

Selain KTP, Romadhon juga membawa sejumlah barang tidak lazim di dalam tas seperti sejumlah paku, dua pisau dapur dan pisau gerinda, batu, paku bergagang kayu serta suntikan bekas.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.