Polres Solo Gagalkan Penjualan 1,5 Ton Daging Celeng ke Jatim-Jateng

Agus Puryadi mengatakan berdasar pengakuan pelaku, daging itu akan dijual ke Jawa Timur seperti Magetan dan Ponorogo, serta Wonogiri Jawa Tengah.

Jumat, 09 Jun 2017 16:57 WIB

Daging celeng atau babi hutan sitaan di Polres Solo Jawa Tengah, Jumat (9/6/2017). (Foto: Yuda Satriawan/BR)

KBR, Solo - Kepolisian Resort Kota Solo Jawa Tengah membongkar pemasok daging babi hutan atau celeng yang akan dijual ke berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Juru bicara Polres Kota Solo, Agus Puryadi mengatakan ada sekitar 1,5 ton daging babi hutan atau celeng. Agus mengatakan pelaku penyelundupan daging itu dijerat dengan Undang-undang Kesehatan karena penjualan daging itu tidak disertai surat resmi produk daging dari Dinas Pertanian atau instansi terkait.

Agus Puryadi mengatakan kepolisian mendapat informasi adanya pasokan daging celeng sejak dua pekan lalu.

"Akhirnya kami lacak dan tadi bisa kami tangkap pelaku dengan barang buktinya ini di salah satu lokasi di Solo. Ada sekitar 1,5 ton daging babi hutan atau celeng yang kami sita. Daging babi hutan ini tidak memiliki surat resmi atau keterangan dari Dinas Pertanian atau instansi terkait," kata Agus Puryadi di Solo, Jumat (9/6/2017).

Agus Puryadi mengatakan berdasar pengakuan pelaku, daging itu akan dijual ke Jawa Timur seperti Magetan dan Ponorogo, serta Wonogiri Jawa Tengah.

"Mau dijual ke pedagang bakso atau pedagang makanan daging olahan di sana. Itu hasil penyelidikan kami," kata Agus Puryadi.

Pelaku mengemas daging celeng itu dalam karung dan plastik, dan mengangkutnya menggunakan kendaraan mobil bak terbuka. Saat ini daging sitaan itu ditempatkan di kompleks Polresta Solo. Agus mengatakan rencnaanya daging babi hutan ini akan dimusnahkan dengan cara dibakar di Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Pemkot Solo.

Juru bicara Polresta Solo Agus Puryadi mengatakan dari keterangan pelaku, daging babi hutan itu dibeli Rp8 ribu per kilogram dan akan dijual ke berbagai pedagang makanan olahan daging dengan harga Rp25 ribu per kilogram.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi