Membela KPK

Meski sempat ragu, Novel menyakini informasi dugaan keterlibatan perwira tinggi Polisi tersebut bisa saja valid, melihat perkembangan kasusnya yang nyaris jalan di tempat.

Jumat, 16 Jun 2017 00:39 WIB

Ilustrasi: KPK

Ilustrasi: KPK (foto: Antara)

Sudah lebih dua bulan sejak Novel Baswedan diserang. Subuh itu penyidik KPK itu disiram air keras oleh orang tidak dikenal di dekat rumahnya.  Ia langsung diterbangkan ke Singapura untuk mendapatkan perawatan terhadap luka di wajah dan matanya.

Presiden Joko Widodo mengutuk peristiwa itu. Langsung minta Kepolisian bertindak cepat menangkap dalang penyiraman. Kepolisian membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus ini. Kita langsung menduga, serangan ini terkait kasus yang ditangani Novel: mega korupsi KTP elektronik.

Dalam waktu dua bulan juga, lebih dari 50 saksi diperiksa. Sejumlah alat bukti dikantongi. Tapi belum ada pelaku yang diseret sampai sekarang. Kata Polisi, belum ada bukti kuat.

Dari Singapura, Novel mengatakan kepada Majalah Time soal dugaan keterlibatan perwira tinggi Polisi terkait kasus penyerangan ini. Meski sempat ragu, Novel menyakini informasi tersebut bisa saja valid, melihat perkembangan kasusnya yang nyaris jalan di tempat.

Presiden Jokowi sudah menyebut, tak mau KPK kendor. Sudah saatnya Pemerintah membentuk tim pencari fakta independen untuk mengungkap kasus Novel. Kita butuh Pemerintah yang berada di barisan yang sama dengan gerakan melawan korupsi, juga upaya pelemahan KPK dengan berbagai cara.  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!