Mau Mudik Lewat Tol Bawen-Tingkir? Ini Imbauan Polda Jateng

Kapolda Jawa Tengah Condro Kirono meminta pengelola Jalan Tol (Trans Marga Jateng) hanya membuka empat pintu keluar saja di exit tol Tingkir, karena di pertigaan Tingkir akan terjadi penyempitan jalan

Rabu, 14 Jun 2017 10:29 WIB

Konvoi gabungan dari berbagai instansi di Semarang-Salatiga mengecek kesiapan tol Bawen-Salatiga di Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (5/6/2017). (Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra)

KBR, Semarang - Kepolisian Daerah Jawa Tengah memastikan jalur tol Bawen (Kabupaten Semarang) menuju Tingkir (Kota Salatiga) akan fungsional atau dibuka pada 10 hari sebelum hingga 10 hari sesudah lebaran.

Kapolda Jawa Tengah Condro Kirono mengatakan kesiapan jalur tol Bawen-Tingkir sebetulnya telah mencapai 99 persen. Namun, penggunaan jalur tol itu baru akan digunakan searah, yaitu arah Bawen-Tingkir pada saat mudik (H-7) dan arah Tingkir-Bawen mulai H+1 hingga H+7.

Selain itu, Condro juga meminta para pemudik yang menuju Bawen, Salatiga, dan Jogja, untuk keluar di pintu keluar tol Bawen. Sedangkan ruas tol Tingkir hanya untuk pemudik yang akan menuju ke arah Boyolali, Solo, Sragen, dan sekitarnya.

Kapolda Jawa Tengah Condro Kirono juga memperkirakan pada musim mudik tahun ini akan terjadi kepadatan lalu lintas di Simpang Tiga Tingkir.

"Pasti padat, tahun lalu kan Bawen macet padat. Di situ orang yang ke Solo, pasti semua akan lewat persimpangan Tingkir ini," kata Condro saat ditemui KBR di Simpang Tiga Tingkir, Selasa (13/6/2017).



Keterangan foto: Kapolda Jawa Tengah Irjen (Pol) Condro Kirono meninjau gerbang tol Bawen-Salatiga di Tingkir, Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (13/6/2017). (Foto: ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho)
 
Condro menambahkan, untuk mencegah kemacetan di pintu keluar tol Tingkir, ia meminta pengelola Jalan Tol (Trans Marga Jateng) untuk hanya membuka empat pintu keluar saja di exit tol Tingkir, karena di pertigaan Tingkir akan terjadi penyempitan jalan menjadi dua lajur.

Selain itu, untuk mengantisipasi kemacetan dari pertigaan Tingkir hingga Kota Salatiga (sepanjang dua kilometer), akan disiapkan tiga orang anggota TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan untuk berjaga di setiap jarak 100 meter.

Baca juga:



Keterangan foto: Para pekerja sedang bersiap memasang separator beton di tengah ruas tol Bawen-Tingkir di Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (13/6/2017). (Foto: KBR/Widya Primastika)
 
3 Rest area di Semarang-Tingkir

Direktur Teknik dan Operasi Trans Marga Jateng, Ali Zainal Abidin mengatakan konstruksi ruas Tol Bawen-Tingkir saat ini telah mencapai 99,45 persen. Sedangkan untuk pengerjaan tanah telah mencapai 99 persen.

"Kita targetkan konstruksi selesai tanggal 15. Tanggal 15 akan sama-sama kita lihat bersama temen-temen dari dinas dan kepolisian. Lalu nanti dibuka fungsional mulai H-7," kata Ali kepada KBR di simpang susun Tol Bawen, usai pantauan ruas tol Bawen-Tingkir, Selasa (13/6/2017).

Selain penyelesaian konstruksi, PT Trans Marga Jateng (TMJ) pun akan segera memasang rambu-rambu di ruas tol sepanjang 17,6 kilometer tersebut.

Pada musim mudik lebaran tahun ini, PT Trans Marga Jateng akan membuka tiga rest area (tempat istirahat) di sepanjang jalur tol Semarang-Tingkir.

"Rest area kami dari Semarang sampai dengan Salatiga itu yang sudah betul-betul sudah operasional ada satu, yaitu di Kilometer 22. Nanti di Kilometer 49 ada rest area sementara dengan fasilitas minimal peturasan, ada mushola, ada kesehatan dan ada BBM. Selanjutnya di jalur arah sebaliknya di Kilometer 37, itu nanti sama dengan rest area yang ada di Km 49," kata Ali kepada KBR.



Keterangan foto: Jalan tol Bawen-Salatiga dilihat dari Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (28/5/2017). (Foto:  ANTARA/Hafidz Mubarak)
 
Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.