Masjid Ahmadiyah Depok Dilempari Telur dan Cat Oleh Orang Tak Dikenal

Mubaligh Ahmadiyah Depok Farid Mahmud menduga serangan ini dilakukan secara terencana.

Minggu, 25 Jun 2017 16:51 WIB

Telur yang dilempar orang tidak dikenal. Foto: Tim Pembela Kebebasan Sipil

KBR, Jakarta - Jemaat Ahmadiyah Sawangan, Depok kembali menerima teror. Sekelompok orang tak dikenal melempari masjid mereka dengan telur dan cat pada Sabtu (24/6) dini hari lalu. Mubaligh Ahmadiyah Depok Farid Mahmud menduga serangan ini dilakukan secara terencana.

"Secara jelas-jelas kemudian seperti terencana pelemparannya karena menggunakan cat dan telur yang perlu waktu untuk membeli. Dan mereka mengetahui kondisi di dalam masjid," ujar Farid kepada KBR, Minggu(25/6).

Awalnya pukul 00.30 WIB Farid mendengar suara lemparan di area masjid. Ketika mendekati sumber suara, Farid melihat beberapa orang tengah melempar telur dan cat ke arah masjid. Ia tidak menghentikan aksi mereka karena kalah jumlah dibandingkan para pelaku.

"Tadinya saya ingin keluar. Tapi saya berpikir ada berapa kekuatan mereka."

Farid tidak mengetahui jumlah pasti pelaku teror. Namun menurutnya saat kejadian ada 4 motor yang menunggu tidak jauh dari pelaku. Farid tidak mengenali wajah para pelaku. Ia menduga pelaku berasal dari luar daerah Sawangan. Selain itu para pelaku juga melempari CCTV yang terpasang sehingga rekaman tidak maksimal.

"Saya berupaya mengenali pelaku tapi tidak kenal."

Teror ini telah dilaporkan ke Kepolisian Depok. Polisi pun telah melakukan olah TKP. Dia berharap pelaku teror dapat ditemukan.

Usai kejadian pelaksanaan solat Ied jemaah Ahmadiyah Depok Minggu (25/6) berlangsung lancar. Meski begitu, mereka terpaksa salat di luar masjid karena tempat ibadah mereka masih disegel oleh pemerintah kota Depok.


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

BIN Tak Susun Daftar HTI

  • Dosen IPB: HTI Sudah Dibubarkan, Saya Bukan Anggota Lagi
  • Jet Tempur Cina Cegat Pesawat AS di LCS
  • Juventus Resmi Rekrut Bernardeschi Seharga Rp 619 Miliar

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.