Liveblog Mudik 2017: Perjuangan Lagi (Macet Part 2)...

Informasi dan pantauan terkini arus mudik dan balik Lebaran 2017.

Kamis, 29 Jun 2017 13:21 WIB

Antrean kendaraan di gerbang tol Cipali Palimanan Cirebon Jawa Barat Kamis 29-6-2017. Memasuki H+4 lebaran, arus balik dari Jawa Tengah menuju Jakarta terpantau padat. Diperkirakan puncak arus balik pada Jumat (30/6/2017) hingga Minggu (2/7/2017). (Foto:

Puncak Arus Balik Jalur Selatan Diperkirakan Sabtu 1 Juli

17:52 WIB29 Jun


KBR, Bandung - Puncak arus balik para pemudik Lebaran 2017 melalui Jalur Selatan, Jawa Barat, diperkirakan terjadi pada hari Sabtu, 1 Juli 2017.

Koordinator Posko Angkutan Lebaran 2017 Dinas Perhubungan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Isnuri Winarko mengatakan jumlah kendaraan arus balik sudah mengalami peningkatan sejak Rabu (28/6/2017) malam.

Ia memperkirakan pada pemudik memilih kembali ke Jakarta pada Sabtu, agar memiliki waktu istirahat di hari Minggu sebelum beraktivitas kembali seperti sediakala.

"Sejak Rabu malam itu sudah ada 95 ribuan kendaraan melintas di jalur selatan, karena memang sudah ada sebagian perusahaan yang masuk kerja. Namun, jumlah itu bercampur juga dengan arus kendaraan wisata. Ini terlihat di Lingkar Nagreg, juga antrian sampai terowongan, kemudian di Cileunyi juga terdapat antrian agak panjang. Tapi bisa terkendali sekitar satu jam," kata Isnuri Winarko kepada Kontributor KBR Arie Nugraha di Posko Induk Pengawasan Angkutan Lebaran, Nagreg, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/6/2017).



Foto: Arus kendaraan di Jalan Raya Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (28/6/2017). (Foto: ANTARA/Adeng Bustomi)
 
Isnuri mengatakan pengaturan lalu lintas pada masa perjalanan balik pemudik Lebaran 2017 tidak ada yang diprioritaskan. Hanya saja petugas lalu lintas banyak fokus mengatur keluar masuk kendaraan dari sebagian rumah makan dan pusat jajanan di Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung menuju Kota Bandung.

Kendaraan yang hendak singgah ke rumah makan dan pusat jajanan itu, kata Isnuri, seringkali memicu antrian kendaraan lain sehingga arus lalu lintas tersendat.

"Di Lingkar Nagreg itu tidak ada masalah, karena antrian kendaraan yang terjadi disebabkan penyempitan jalur kendaraan dari dua lajur menjadi satu lajur, kesananya normal," kata Isnuri.



Foto: Koordinator Posko Angutan Lebaran 2017 Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Jawa Barat Isnuri Winarko. (Foto: KBR/Arie Nugraha)
 
Posko Induk Pengawasan Angkutan Lebaran, Nagreg, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mencatat pada Kamis (29/6/2017) siang total kendaraan pada masa perjalanan balik Lebaran 2017 dari Garut, Tasikmalaya dan Jawa Tengah ke Bandung sudah mencapai 285.598 kendaraan sejak Selasa, 27 Juni 2017. 


Jalur Puncak Macet, Kota Bogor 'Kebanjiran' 30 Ribu Mobil

17:38 WIB29 Jun


KBR, Bogor - Hanya dalam kurun waktu 1x24 jam, Kota Bogor Jawa Barat dibanjiri 31.325 unit kendaraan roda empat yang masuk melalui Gerbang Tol Bogor, Jawa Barat.

Data itu dihitung Polres Kota Bogor sejak Rabu hingga Kamis (29/6/2017). Selain itu, kendaraan yang masuk Gerbang Tol BORR (Bogor Outer Ring Road/Tol Lingkar Luar Bogor) sebanyak 21.813 unit.



Foto: Kendaraan menumpuk di gerbang keluar Tol Bogor, Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/6/2017). Lonjakan volume kendaraan dipicu banyaknya wisatawan yang memanfaatkan momen libur Lebaran. (Foto: KBR/Alif Irwansyah).

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor Kota Bramastyo Priaji mengatakan meningkatnya volume kendaraan itu diduga imbas dari kemacetan di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Bramastyo Priaji mengatakan hanya dalam kurun waktu 1x24 jam itu kendaraan kendaraan pribadi yang masuk Kota Bogor terpantau meriah.

"Untuk jumlah kepadatan roda empat atau lebih yang masuk Kota Bogor terpantau sekitar 31 ribu unit kendaraan dalam 1x24 jam melalui Gerbang Tol Bogor," ujar Bramastyo saat memantau arus lalu lintas di Pospol Terminal Baranangsiang, Kamis (29/6/2017).



Lonjakan volume kendaraan yang memadati beberapa ruas jalan di Kota Bogor itu mengarah pada beberapa lokasi rekreasi. Selain itu, kata Bramastyo, kendaraan keluar di Gerbang Tol Bogor juga merupakan bagian dari rekayasa lalu lintas jajaran Satlantas Polres Bogor untuk kendaraan yang akan mengambil jalur Bogor, Puncak, dan Cianjur (Bopuncur) dan Bogor, Ciawi, dan Sukabumi (Bocimi).

"Pantauan arus lalu lintas sejak pagi tadi memang cukup meriah. Khususnya kendaraan dari Jalur Pacu Jalan Tol Bogor menuju atas atau menuju Jalur Bopuncur dan Bocimi yang mengambil jalur alternatif Jalan Pajajaran Timur dan Jalan Raya Tajur," kata Bramastyo, sebagaimana dilaporkan Kontributor KBR Alif Irwansyah.

Bramastyo mengatakan Polresta Kota Bogor sudah menyiapkan personel polisi lalu litas untuk berjaga dan mengatur arus lalu lintas di jalur tersebut.

"Kami tempatkan personel sepanjang Jalan Pajajaran dan Jalur Tajur, termasuk jalur alternatif menuju Sukabumi melalui Cipaku-Cihideung. Dengan begitu kita dapat mengantisipasi tingkat kemeriahan arus kendaraan roda empat maupun roda dua, yang datang dari arah bawah (Jakarta) menuju Bopuncur dan Bocimi maupun yang kembali dari arah Cianjur atau Sukabumi menuju Jakarta," tandasnya.  


Kemenhub Minta Pengusaha Truk Barang Tunda Beroperasi Sampai Minggu

13:55 WIB29 Jun


KBR, Jakarta - Kementerian Perhubungan mengimbau seluruh perusahaan atau operator truk angkutan barang menunda operasional truknya hingga Minggu 2 Juli 2017.

Imbauan itu dikeluarkan melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto tentang pengaturan lalu lintas dan pengaturan kendaraan.

Melalui surat edaran itu, Pudji meminta pengusaha truk baru mulai beroperasi pada Senin (3/7/2017).

"Kita mengimbau kepada para operator pengusaha truk untuk bisa mengoperasionalkannya setelah tanggal 2 Juli. Itu sifatnya imbauan dan bukan larangan," kata Pudji Hartanto, Senin (29/6/2017) seperti dilaporkan Reporter KBR Ria Apriyani.

Semula Kementerian Perhubungan mengatur truk pengangkut barang bisa mulai beroperasi kembali pada H+4 Lebaran, yakni Kamis (29/6). Namun tanggal tersebut bertepatan dengan puncak arus balik Lebaran yang diperkirakan akan terjadi mulai Kamis hingga akhir pekan.



Foto: Polisi memberlakukan sistem satu arah pada arus balik H+3 Lebaran di Jalur Selatan Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (28/6/2017). (Foto: ANTARA/Adeng Bustomi)
 
Untuk teknis penundaan di lapangan bagi truk-truk yang sudah terlanjur beroperasi, Pudji Hartanto menyerahkan hal itu kepada kepolisian. Jika lalu lintas padat, Kemenhub meminta Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memberhentikan sementara truk-truk tersebut dan mengarahkannya ke kantong-kantong parkir yang telah disediakan.

Korlantas juga diminta menyiapkan sejumlah kantong parkir yang memadai di sepanjang jalur Pantura.

"Saya minta Kepala Korlantas bisa merespons apabila situasi padat atau stuck. Kendaraan truk bisa diberhentikan sementara di kantong-kantong parkir yang memadai sampai arus lalu lintas normal," kata Pudji yang merupakan pensiunan Polri dengan pangkat terakhir Inspektur Jenderal itu.



Foto: Polisi mengatur lalu lintas yang akan masuk tol di pintu keluar tol Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (29/6/2017). Polisi mulai memberlakukan sistem contraflow untuk mengurai arus masuk menuju tol. (Foto: ANTARA/Harviyan Perdana)
 


Waspada Tol KM 66, Jangan Gunakan Bahu Jalan untuk Istirahat

13:21 WIB29 Jun



KBR, Jakarta - Mabes Polri memperkirakan titik kemacetan parah akan terjadi Jalan Tol Jakarta-Cikampek, di kilometer 66, yaitu pertemuan arah Cipali dan Purbaleunyi.

Juru bicara Mabes Polri Setyo Wasisto mengatakan kemacetan terjadi karena pertemuan arus kendaraan. Ia mengimbau pengendara yang memasuki jalur itu tidak menggunakan bahu jalan untuk istirahat.

"Prediksi kami, titik kemacetan ada di Kilometer 66 pertemuan Cipali dan Purbaleunyi, kemudian dari Nagrek. Itu jadi titik rawan. Tetap kita sarankan kepada pengguna jalan yang akan masuk rest area. Kalau rest area sudah tutup tetaplah jalan, jangan berhenti dan menumpuk di pinggir jalan karena mengganggu arus lalulintas," ujar Setyo, Kamis (29/6/2017) sebagaimana dilaporkan Reporter KBR Dwi Reinjani.



Foto: Kendaraan mengantre di gerbang tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (29/6/2017). (Foto: ANTARA/Dedhez Anggara)

Setyo juga mengatakan prediksi arus balik akan dimulai pada malam ini atau besok, namun alternatif hari lain jatuh pada akhir minggu, sehingga puncak kemacetan akan terjadi pada akhir minggu jika semua pemudik melakukan aktivitas balik di hari yang sama.

"Arus balik memang dua hari terakhir, ini kalau tidak nanti malam, besok. alternatif terakhir itu mungkin malam minggu, ya ambil waktu-waktu terakhir. kami himbau sekali lagi agar pemudik mematuhi aturan petugas, karena dengan mematuhi aturan itu modal kelancaran di lalulintas," ujar Setyo.

Setyo menambahkan tol fungsional Gringsing, Berebes sudah kembali di buka pada Kamis pagi dengan fasilitas yang di maksimalkan, khusunya dalam hal penerangan.

"Untuk fungsional sudah dibuka tadi pagi. Kami imbau para pengguna agar tidak saling salip di tol fungsional. Pengemudi harap jaga kecepatan 40 kilometer perjam agar debu tidak menghalangi pandangan pengendara di belakangnya," kata Setyo.



Foto: Polisi mengatur lalu lintas pemudik yang akan memasuki tol di pintu keluar tol Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (29/6/2017). Polisi memberlakukan contraflow masuk tol. (Foto: ANTARA/Harviyan Perdana Putra) 


Truk Barang Kembali Beroperasi, Arus Balik Pantura Rembang Mulai Padat

12:37 WIB29 Jun


KBR, Rembang – Jalur Pantai Utara (Pantura) di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah semakin padat pada Kamis (29/6/2017).

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Rembang, Suyono mengatakan sejak Rabu kemarin, hampir 40 ribu kendaraan melewati jalur Pantura Rembang. Apalagi setelah larangan truk beroperasi sejak 21 Juni berakhir pada 28 Juni kemarin.

Suyono mengatakan selain karena arus balik sudah mulai terjadi, kepadatan juga disebabkan karena truk angkutan barang sudah mulai beroperasi kembali.

"Kami mengimbau pemudik yang ingin balik ke daerahnya masing–masing agar lebih meningkatkan konsentrasi dalam berkendara. Hati–hati di jalan dan apabila lelah, sesegera mungkin berhenti istirahat," kata Suyono, Kamis (29/6/2017) sebagaimana dilaporkan Reporter Musyafa dari Radio Jaringan KBR, R2B Rembang.



Foto: Arus balik lebaran di jalur Pantura, Bundaran Adipura di depan kantor Bupati Rembang, Jawa Tengah, Kamis (29/6/2017). (Foto: KBR/Musyafa)
 
Meski begitu, kata Suyono, berdasarkan pantauan di sejumlah pangkalan truk di wilayah Rembang dan Lasem, sebagian besar kendaraan berat masih belum keluar pangkalan. Suyono mengatakan kemungkinan pengemudi truk di kabupaten Rembang, menunggu tradisi Lebaran Ketupat atau Kupatan selesai, sebelum beroperasi.

"Kupatan atau Syawalan merupakan tradisi rutin seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Sehabis Syawalan, biasanya sopir baru beraktivitas seperti biasa. Sementara ini, truk yang lewat Pantura adalah truk–truk kecil untuk angkutan lokal antarkota dalam provinsi. Itupun jumlahnya masih sedikit," kata Suyono.

Gelombang arus balik dari arah Semarang maupun arah Surabaya mulai terjadi peningkatan. Kondisi lalu lintas ramai lancar. Antrean hanya tampak di depan obyek wisata Taman Kartini Rembang dan akses masuk menuju Pantai Karangjahe Beach di Desa Punjulharjo. Polisi sudah memasang pembatas di tengah jalur Pantura depan Taman Kartini, guna menekan kesemrawutan. 


6 KM Jalur Puncak Didominasi Mobil Pribadi dan Bus Wisata

12:38 WIB28 Jun


KBR, Bogor - Kendaraan pribadi dan bus-bus wisata masih mendominasi antrean kendaraan sepanjang enam kilometer menuju arah Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat di hari ketiga lebaran, Rabu (28/6/2017).

Sejak pagi, kepolisian memberlakukan jalur satu arah menuju kawasan Puncak hingga siang.

Kepala urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satuan Lalu Lintas Polres Bogor, Anaga Budiarso mengatakan, pada H+3 libur lebaran kendaraan pribadi maupun angkutan wisata yang mengarah menuju kawasan Puncak diprediksi meningkat.

"Libur lebaran kali ini, H+3 situasinya sama seperti H+1 dan H+2. Ekor antrean kendaraan masih terlihat enam kilometer dari Simpang Gadog sampai ruas pintu keluar Tol Ciawi," kata Anaga kepada Kontributor KBR Alif Irwansyah, Rabu (28/6/2017).



Foto: Ribuan kendaraan padati Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/6/2017). Kendaraan didominasi oleh pribadi dan bus wisatawan yang memanfaatkan momen libur Lebaran ke Kawasan Puncak. (Foto: KBR/Alif Irwansyah).

Saat ini, kata Anaga, Polisi berusaha mengatur arus lalu lintas yang terpantau padat di sepanjang 22,5 kilometer, Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tersebut.

"Anggota polisi juga tetap berusaha menarik arus kendaraan, biar tetap lancar dan dilanjutkan one way atau jalan satu arah ke arah Puncak sejak pukul 09.00 WIB. Mudah-mudahan one way pada siang nanti, arus kendaraan sudah mulai habis," tambah Anaga Budiarso.
 


Puncak Arus Balik di Pelabuhan Merak Merata Hingga Tiga Hari

12:01 WIB28 Jun


KBR, Jakarta - PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak memperkirakan arus balik mudik Lebaran 2017 akan merata dalam tiga hari, yakni Jumat hingga Minggu, 30 Juni sampai 2 Juli 2017.

Juru bicara PT PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Mario Sardadi Oetomo mengatakan, puncak arus balik yang sampai tiga hari itu lantaran pemudik tersebar di berbagai wilayah di Sumatera seperti Lampung, Pekanbaru, hingga Medan. Hal itu membuat waktu penyeberangan mereka ke Pulau Jawa juga berbeda-beda.

Menurut Mario, durasi arus balik yang panjang juga akan menguntungkan, karena kepadatan di pelabuhan tak akan parah.

"Kalau lihat dari puncaknya, kita prediksinya Jumat, Sabtu, Minggu. Dari karakter arus balik biasanya di akhir minggu, di akhir cuti, dan biasanya siang hari. Tidak seperti arus mudik yang terjadi malam hari. Kali ini diperkirakan lebih merata, cuma memang puncaknya agak lebih tinggi dibanding arus balik biasa. Kecenderungannya merata," kata Mario kepada Reporter KBR Dian Kurniati, Selasa (27/6/2017).



Foto: Suasana arus mudik di Pelabuhan Merak, Banten, Jumat (23/6/2017). PT ASDP memperkirakan puncak arus balik lebaran terjadi Jumat hingga Minggu mendatang. (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)
 
Mario mengatakan, pergerakan angkutan penyeberangan di Pelabuhan Merak sampai H+3 Lebaran masih landai dan tak terjadi kepadatan. Kepadatan pemudik yang datang dari Pelabuhan Bakauheni baru akan dimulai pada Jumat (30 Juni 2017).

Saat ini kepadatan di Pelabuhan Merak hanya meningkat dua kali lipat dibanding hari normal. Namun, apabila sudah memasuki puncak, kepadatan di pelabuhan bisa mencapai lima kali lipat dibanding hari biasa.

Mario menambahkan kepadatan di pelabuhan Merak untuk arus balik akan berbeda dibanding arus mudik. Saat mudik pekan lalu, masyarakat kebanyakan memilih menyeberang pada malam hari. Namun saat kembali ke Pulau Jawa, pemudik lebih memilih menyeberang pada siang hari.

Mario memperkirakan arus balik kali ini tidak akan sepadat arus balik lalu, karena ada kecenderungan jumlah pemudik tersebar dalam tiga hari. Jumlah pemudik yang merata itu juga akan membuat pelabuhan tak terlalu sesak. 


Peminat 'Angkutan Motor Gratis' Turun Drastis, Arus Balik Rawan Macet

18:38 WIB27 Jun


KBR, Jakarta - Kementerian Perhubungan memperkirakan volume pengguna sepeda motor pada saat arus balik lebaran tahun ini bakal meningkat, dibanding saat arus mudik lalu.

Perkiraan itu didasarkan pada rendahnya minat pemudik terhadap program angkutan motor gratis pada arus balik. Peminat masyarakat terhadap program angkutan motor gratis yang disediakan pemerintah turun hingga 70 persen.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto mengeluh sebagian besar pemudik memilih kembali dari kampung halamannya menggunakan sepeda motor. Salah satu penyebabnya, kata Pudji, karena jangka waktu arus balik yang lebih panjang.

"Dia kalau mau ikut program ini arus baliknya, terlalu cepat. Karena dia mau berlama-lama silaturahmi di kampung menggunakan motor," kata Pudji, Selasa (27/6/2017), sebagaimana dilaporkan Reporter KBR Ria Apriyani.



Belasan paket kiriman sepeda motor terparkir di Stasiun KA Madiun, Jawa Timur, Jumat (23/6/2017). Pemerintah menyediakan layanan angkutan motor gratis untuk mengurangi kepadatan arus mudik. (Foto: ANTARA/Siswowidodo)
 
Setelah menyediakan angkutan motor gratis pada saat arus balik, pemerintah juga memberikan layanan angkutan gratis motor dari daerah ke Jakarta pada arus balik. Kendaraan motor pemudik akan diangkut menggunakan kapal, truk hingga kereta api.

"Kami berharap pengguna sepeda motor bisa mengubah rencana yang tadinya motor mau dikendarai pada saat arus balik, supaya bisa beralih ke angkutan gratis. Misalnya menggunakan kapal angkutan RoRo," kata Pudji.

Pudji Hartanto khawatir jika para pemudik memilih menggunakan motor saatarus balik, bakal menambah kepadatan dan kemacetan di jalan raya. Pudji mengimbau masyarakat bisa memanfaatkan transportasi pengangkut gratis yang telah disediakan untuk mengurangi kemacetan. 


Penyempitan Jalan Picu Antrean Kendaraan dari Kabupaten Bandung ke Tasikmalaya

11:29 WIB27 Jun


KBR, Bandung - Penyempitan jalan raya di sebagian Jalur Selatan Jawa Barat memicu antrean kendaraan mulai dari kawasan Nagrog, Jalan Raya Nagrek, Cagak serta Cikaledong Kabupaten Bandung hingga kawasan Malangbong, Tasikmalaya.

Kondisi itu terpantau langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Bambang Purwanto yang menyusuri jalan menggunakan sepeda motor. Bambang mengatakan antrean kendaraan terjadi sejak Senin pagi hingga petang, sepanjang lebih dari 10 kilometer.

Dari pantauan Selasa, Bambang Purwanto melihat kondisi jalur mudik yang tidak diubah tersebut mengharuskan polisi melakukan penjagaan sistem pagar betis dan rekayasa lalu lintas seperti penerapan jalan satu arah serta buka tutup jalur.

"Dari sini, Rancaekek Cicalengka tiga lajur menuju Nagreg. Sampai di Nagreg menjadi dua lajur. Lalu sampai di Cikaledong di bawah itu menjadi satu lajur. Jadi ini tetap menimbulkan kepadatan. Rekayasa yang dilakukan Polda Jabar tetap dengan upaya one way dari Cikaledong sampai Malangbong," kata Bambang Purwanto di Cileunyi, Kabupaten Bandung, Senin (26/6/2017).



Foto: Antrean kendaraan di jalur kawasan Nagrog, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (26/6/2017). (Foto: KBR/Arie Nugraha)

Bambang mengatakan bila perlu dari kawasan Malangbong sampai Kota Tasikmalaya akan diberlakukan sistem rekayasa lalu lintas serupa untuk melancarkan laju kendaraan. Hal yang sama dilakukan pula untuk kawasan Cagak Kabupaten Bandung menuju Kabupaten Garut.

Polda Jawa Barat, kata Bambang, telah memerintahkan seluruh kepolisian di Kabupaten Bandung, Tasikmalaya, Garut dan Ciamis untuk melaksanakan secara serentak sistem satu jalur tersebut.

"Saya membawa tim urai dari Polres Bandung untuk overlap sampai Garut, dan menganalisa terjadinya antrean kendaraan," ujar Bambang.

Kepolisian Jawa Barat, kata Bambang, juga melayang permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan akibat antrean kendaraan di jalur selatan sehingga perkiraan waktu perjalanan menjadi terlambat.

Polda Jawa Barat mengatakan antrean kendaraan terjadi karena banyak pemudik lokal yang ingin mengunjungi kerabat. Hal itu diketahui dari nomor kendaraan yang melintas, kebanyakan dari daerah sekitar.



Foto: Polisi berjaga mengurai kepadatan kendaraan di Nagrog, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang terjadi dari pagi hingga petang Senin (26/6/2017). (Foto: KBR/Arie Nugraha)

Dari pantauan Kontributor KBR Arie Nugraha, sejak Senin (26/6/2017) pagi, di kawasan Nagrog, Kabupaten Bandung, laju kendaraan terhenti untuk roda empat dan hanya sepeda motor yang dapat melaju dengan kecepatan rendah.

Sedangkan di Jalan Raya Nagreg dan Cagak, Kabupaten Bandung, antrean serupa pun terjadi. Antrean kendaraan bermotor itu diduga merupakan sisa pemudik yang melakukan perjalanan ke daerah Garut dan Tasikmalaya serta Jawa tengah. Itu terlihat dari barang bawaan yang disimpan di kendaraan.  


Menteri Perhubungan Imbau Pemudik Jakarta Kembali Sebelum 30 Juni

18:12 WIB26 Jun


KBR, Jakarta - Kemacetan di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) Cirebon Jawa Barat setelah hari Lebaran mengejutkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumarno. Padahal, biasanya puncak kemacetan berakhir setelah masuk hari H lebaran.

Menteri Budi menduga kemacetan pasca hari-H terjadi karena libur panjang.

"Kami agak surprise ada kemacetan setelah hari raya. Dugaan kami memang karena libur panjang dari Jumat sampai Jumat. Jadi setelah lebaran itu pemudik masih punya waktu, sehingga mereka memilih tidak mudik pada H-3 tapi sekarang. Kemaren itu lebih lama macetnya, tapi hari ini sudah mulai membaik. Laporan yang saya terima, nanti akan dilakukan contraflow supaya bisa menyerap arus lalu lintas," kata Budi Karya Sumarno, usai melakukan pemantauan di Posko Mudik Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (26/6/2017), seperti dilaporkan Reporter KBR Dwi Reinjani.



Menteri Budi Karya Sumadi memprediksi kemacetan arus balik akan terjadi pada Jumat dan Sabtu mendatang. Karena itu ia mengimbau agar pemudik bisa pulang lebih awal yakni sebelum tanggal 30. Selain menghindari penumpukan kendaraan pemudik, saat itu mobil bermuatan besar sudah beroperasi kembali.

"Puncaknya itu tersebar, tapi saya secara pribadi dan institusi mengimbau kalau bisa pulang sebelum sebelum puncaknya. Mengapa? Karena tanggal 30 Juni itu truk sudah mulai beroperasi. Kami membatasi truk tertentu selama delapan hari, tidak mungkin kami memperpanjang masa pembatasan truk itu. Jadi kalau sudah tidak ada kegiatan disarankan kembali ke Jakarta," kata Budi.

Ia juga meminta agar para pemudik mempersiapkan segala sesuatu dengan baik sebelum melakukan pulang mudik. Bagi pemudik yang memiliki kampung halaman jauh, disarankan menghindari jalur darat dan menggunakan pesawat. Selain lebih efisien juga dapat menghemat waktu.

"Ada beberapa bandara yang buka 24 jam, sengaja agar bisa melayani banyak jadwal penerbangan. Denganbegitu jika terjadi delay tidak akan dibatalkan tapi tetap terbang hari itu juga. Walau malam hari," kata Menteri Budi. 


Sehari Pascalebaran, Jalur Puncak Macet 7 Kilometer

15:35 WIB26 Jun

KBR, Bogor - Kemacetan sepanjang tujuh kilometer terlihat dari Gerbang Tol Ciawi hingga Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (26/6/2017). Petugas lalu lintas terpaksa menerapkan sistem buka tutup jalur guna mengurai kemacetan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kabupaten Bogor Hasby Ristama mengatakan, antrian kendaraan menuju kawasan Puncak terus meningkat sejak Senin pagi hingga siang ini. Hasby mengatakan kemacetan terjadi karena lalu lintas yang semrawut di kawasan Puncak Pas.

Untuk mengurai kesemrawutan lalu lintas, kata Hasby, polisi memberlakukan sistem arus lalu lintas satu arah (one way).

"Kemacetan saat ini cukup panjang sekitar tujuh kilometer, maka kita putuskan untuk melaksanakan one way kembali pada pukul 12.30 WIB hingga 14.30 WIB. Diharapkan proses satu arah menuju Puncak berjalan dengan lancar. Setelah one way menuju Puncak usai, kami akan lanjutkan one way ke arah bawah," kata Hasby ketika memantau arus lalu lintas di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (26/6/2017) siang, sebagaimana dilaporkan Kontributor KBR Alif Irwansyah dari Bogor.


Foto: Petugas polisi lalu lintas mengatur arus kendaraan yang memadati jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (26/6/2017). (Foto: KBR/Alif Irwansyah).

Hasby Ristama mengimbau warga yang hendak pergi berlibur menuju kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada esok hari Selasa agar berangkat lebih pagi. Jika tiba di Puncak pada siang hari, jelas akan kembali terjebak macet.

"Dimohon masyarakat yang akan pergi ke Puncak dapat pergi lebih pagi. Mengingat sistem satu arah di Jalur Puncak ini kita sudah memiliki waktu yaitu mulai dari pukul 07.30 WIB hingga 11.00 WIB," kata Hasby.

Pemberlakuan satu jalur dari arah Puncak menuju arah Jakarta akan diberlakukan pukul 14.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Kepala urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satuan Lalu Lintas Polres Bogor, Anaga Budiarso mengatakan terdapat beberapa titik hambatan yang rawan mengganggu arus lalu lintas pada jalur Puncak.

Titik hambatan atau kemacetan terjadi di Simpangan Megamendung, Taman Wisata Matahari, Pasar Cisarua dan Taman Safari. Untuk mengantisipasi titik penyebab kemacetan, kata Anaga, Polres Bogor sudah menyiagakan personel petugas untuk mengurai dan mengatur lalu lintas.

Kepadatan arus lalu lintas di jalur Puncak, kata Anaga Budiarso diperkirakan bakal terjadi hingga malam hari ini. Sistem satu arah dari Puncak menuju Jakarta rencananya akan diberlakukan pada sore hingga malam hari.


Pada Senin siang, Satlantas Polres Bogor menguras arus kendaraan dari arah Puncak menuju Jakarta. Hal itu dilakukan agar kemacetan sepanjang tujuh kilometer tersebut dapat terurai.

Rencananya, satu jalur mengarah Jakarta akan diberlakukan kembali setelah arus kendaraan yang terhenti di Simpang Gadog berangsur normal.  
 


Lebih Padat Dibanding 2016, Jalur Mudik Tol Cipali dan Pantura Lancar

14:24 WIB26 Jun

KBR, Cirebon - Pengelola jalan tol Cikopo-Palimanan Jawa Barat mengklaim arus mudik di ruas jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) lancar meski tahun ini arus kendaraan mudik lebaran lebih tinggi dibanding 2016.

Kepala Cabang Gerbang Tol Cipali PT Lintas Marga Sedayu, Suyitno mengatakan sejak H-7 hingga H-2 lebaran tahun ini jumlah kendaraan dari Jakarta menuju Cirebon sebanyak 410.855 unit kendaraan.

"Jumlah itu naik 9,3 persen dari tahun lalu di waktu yang sama," kata Suyitno, Senin (26/6/2017) seperti dilaporkan Kontributor KBR Frans Mokalu. Tahun lalu kendaraan yang melintas tol Cipali pada periode yang sama sebanyak 376.007 unit.



Foto: Pintu tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Senin (26/6/2017). (Foto: KBR/Frans Mokalu)
 
Meski jumlah kendaraan meningkat namun, kata Suyitno, kondisi arus lalu lintas dari Jakarta menuju Cirebon hingga Jawa Tengah relatif lancar. Suyitno mengatakan kepadatan arus mudik hanya terjadi di titik-titik tertentu dan di jam tertentu, meski kendaraan tetap masih bisa bergerak.

"Kepadatan kendaraan hanya terjadi menjelang gardu pembayaran tol dan setelah keluar gate tol Palimanan," kata Suyitno.

Puncak mudik lebaran kata Suyitno terjadi pada H-3 atau pada Kamis (22/6/2017). Saat itu jumlah kendaraan yang melintas tol Cipali mencapai 83.875 unit. Pada hari berikutnya, jumlah kendaraan mulai menurun.

Ia mengklaim, walaupun jumlah kendaraan tahun ini lebih banyak dari tahun kemarin, secara umum arus lalu lintas di tol Cipali relatif lancar.

Selain itu arus mudik di jalur Pantai Utara (Pantura) Cirebon juga lebih lancar dibanding tahun sebelumnya. Kapolres Cirebon Risto Samodra mengatakan sejak H-7 hingga H-2 lebaran tidak terjadi kemacetan panjang di jalur Pantura. Meskipun kendaraan yang bergerak di jalur Pantura mencapai 312.568 unit kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

"Pada H-2 jumlah kendaraan roda dua dan roda empat ke arah Jawa Tengah sebanyak 280.779 kendaraan. Arah sebaliknya sebanyak 31.789 kendaraan. Namun arus lalu lintas tetap ramai lancar," kata Kapolres Cirebon Risto Samodra.



Foto: Jalur pantura Cirebon, Jawa Barat, Senin (26/6/2017). (Foto: KBR/Frans Mokalu)
 


Lebaran H+1, Diperkirakan 35 Ribu Kendaraan Menuju Kawasan Puncak

10:27 WIB26 Jun


KBR, Bogor - Arus lalu lintas menuju kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tersendat pada hari pertama setelah lebaran, Senin (26/6/2017.

Dari pantauan Kontributor KBR Teddy Irwansyah, antrean kendaraan sepanjang empat kilometer terpantau di Gerbang Tol Ciawi, Bogor, sejak Senin pagi.

Kepala urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satuan Lalu Lintas Polres Bogor, Anaga Budiarso mengatakan kemacetan tersebut terjadi di gerbang keluar Tol Ciawi.

"Untuk H+1 arus kendaraan cukup padat menuju Puncak. Antrean di pintu Tol Ciawi ke belakang mencapai empat kilo meter," kata Anaga di Simpang Gadog, Senin pagi.



Kepadatan antrean kendaraan juga terjadi di Simpang Gadog sepanjang dua kilometer. Sedangkan arus lalu lintas dari arah Jakarta melalui Simpang Ciawi terus memadati kawasan Puncak.

"Prediksi sekitar 35 ribu kendaraan hari ini dari normalnya hanya 20 ribu kendaraan. Sekitar 70 persen wisatawan dan tiga puluh persen lagi mungkin yang akan mudik," kata Anaga.

Sejak pukul 08.30 WIB Senin pagi Satlantas Polres Bogor memberlakukan sistem satu arah menuju Puncak, hingga Senin siang sekitar pulul 11.00 WIB.

"Sekarang kita kuras dulu dari Puncak ke Jakarta, nanti dilanjutkan satu arah ke atas sampai pukul 11.00 WIB. Tetapi jika terus padat akan kita perpanjang," kata Anaga. 



PT KAI Kembali Angkut 27 Ribu Pemudik Keluar dari Jakarta

16:57 WIB23 Jun

KBR, Jakarta - Sekitar 27 ribu pemudik berangkat dari Stasiun Kereta Api Pasar Senen, Jakarta Pusat, sepanjang hari Jumat (23/6/2017).

Juru bicara PT Kereta Api Daerah Operasi (Daops) 1, Suprapto mengatakan biasanya jumlah pemudik yang berangkat dari Stasiun Senen sekitar 25 ribu hingga 26 ribu orang.

Ribuan pemudik itu diangkut dari Stasiun Pasar Senen sepanjang hari dengan 77 jadwal keberangkatan kereta api, yang terdiri dari 55 trayek reguler dan 22 trayek tambahan. Seluruh kereta tujuan berbagai wilayah di Jawa.

Dari pantauan Reporter KBR Ade Irmansyah, kerumunan calon penumpang yang sudah ada semenjak Jumat (23/6/2017) pagi terus bertambah.



Menanggapai hal itu, Juru bicara PT KAI Daops 1 Suprapto mengatakan kepadatan terjadi karena calon penumpang datang jauh lebih awal dari jadwal keberangkatan.  

Dia memastikan kepadatan calon penumpang hanya terjadi di ring 3 stasiun mengingat areal tersebut merupakan areal umum dan parkiran.

Sedangkan untuk ring 2 atau di dalam stasiun dan ring 1 di dalam peron, hanya untuk calon penumpang yang sudah siap berangkat dan kereta sudah tersedia. Pengaturan itu untuk meningkatkan kenyaman calon penumpang.



 


Pemerintah Fasilitasi Mudik Berkah, Khusus Penyandang Disabilitas dan Anak

15:35 WIB23 Jun

KBR, Jakarta - Kementerian Sosial bersama Satuan Tugas Perlindungan Anak (Satgas PA) dan Bank Syariah Mandiri (BSM) memberangkatkan 23 bus dan 2 mobil akses khusus disabilitas dalam kegiatan mudik ke kota-kota besar di Pulau Jawa.

Kegiatan ini merupakan bagian gerakan mudik ramah anak dan disabilitas.



Direktur Rehabilitas Sosial Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial Bambang Sugeng mengapresiasi Satgas PA dan BSM yang melaksanakan program Mudik Berkah 2017 bersama disabilitas.

Bambang mengatakan kegiatan ini merupakan penerapan Undang-undang Nomor 8 tahun 2016 mengenai Penyandang Disabilitas.

"Ini merupakan? pemenuhan hak penyandang disabilitas terutama hak untuk pelayanan publik. Ini diamanatkan kepada Kementerian Lembaga, korporasi, dan lembaga-lembaga lain," kata Bambang usai melepas peserta mudik di Wisma Mandiri, Jakarta, Jumat (23/6/2017) seperti dilaporkan Reporter KBR Gilang Ramadhan.

"Mudah-mudahan dengan kegiatan ini akan menjadi inspirasi dan spirit kementerian lembaga dan korporasi lainnya. Sehingga ke depan akan mengoptimalkan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas," tambah Bambang.

Direktur Utama Bank Syariah Mandiri (BSM), Toni EB Subari mengatakan kegiatan ini merupakan dukungan terhadap program Pemerintah Pusat dan DKI Jakarta untuk memberikan fasilitas ramah disabilitas.

Ia berharap masyarakat disabilitas bisa merasakan kebahagiaan melaksanakan Idul Fitri serta melepas rindu dengan keluarga di kampung halaman.

"Mudik Berkah disabilitas ini baru yang ke-2 kalinya. Semoga tahun depan pesertanya lebih banyak," ujarnya.



Salah seorang perwakilan penyandang disabilitas, Trian Airlangga mengatakan saat ini kegiatan mudik menggunakan kendaraan umum belum bisa diakses dengan baik oleh disabilitas. Baik menggunakan moda transportasi darat, laut maupun udara.

"Banyak disabilitas yang tak bisa melaksanakan mudik karena kesulitan mengakses tranportasi umum," kata Trian.

Trian mengapresiasi gerakan mudik ramah anak dan disabilitas yang dilaksanakan hari ini. Namun Ia menyayangkan ada 40 pengguna kursi roda yang tak bisa ikut dalam kegiatan mudik tahun ini. Ia berharap tahun depan lebih banyak lagi disabilitas bisa melaksanakan mudik.

Program Mudik Berkah tahun ini memberangkatkan sekitar 1.100 orang menggunakan 23 bus dan dua mobil akses khusus disabilitas. Tujuan mudik mereka ke kota-kota besar di Pulau Jawa.

Jumlah peserta disabilitas beserta keluarga sekitar 70 orang. Sementara sisanya berasal dari warga sekitar kantor BSM, termasuk pedagang kecil di sekitar kantor BSM serta pegawai dasar.
 



Antrean Kendaraan Masuk Pelabuhan Merak Capai 8 Kilometer

15:25 WIB23 Jun

KBR, Jakarta - Antrean kendaraan masuk ke Pelabuhan Merak, Banten mengular sepanjang enam hingga delapan kilometer. Kendaraan itu antre untuk mendapat giliran menyeberang Selat Sunda menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Kepala Posko Mudik Kementerian Perhubungan Eddy Gunawan antrean terjadi sejak dinihari tadi, mulai dari pintu keluar tol Merak.

Meski begitu, Eddy mengatakan kepadatan kendaraan itu bukan berarti macet total, karena kendaraan masih bisa bergerak. Ia mengatakan antrean panjang menuju dermaga pada hari Jumat ini merupakan yang wajar dan masih terkendali.

"Merak ada peningkatan, tapi masih relatif terkendali. Hanya, biasanya memang traffic itu agak tertahan saat masuk ke pelabuhan. Karena di pelabuhan ada proses loading dan unloading. Tetapi sudah dikoordinasikan dan masih bisa dikendalikan. Kita terus melakukan upaya-upaya skema-skema penanganan di lapangan," kata Eddy di Kantor Kementerian Perhubungan, Jumat (23/6/2017) sebagaimana dilaporkan Reporter KBR Dian Kurniati.



FOTO: Antrean kendaraan menuju kapal RoRo untuk menyeberang Selatan Sunda di Pelabuhan Merak, Banten, Jumat (23/6/2017). (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Eddy mengatakan, antrean panjang kendaraan itu sudah diprediksi terjadi pada H-3 atau Kamis kemarin hingga hari ini atau H-2 Lebaran.

Ia mengatakan PT Angkutan Sungi Danau Penyeberangan (PT ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak juga sudah mengoperasikan 36 kapal untuk mengangkut pemudik menyebrang dari Banten ke Lampung maupun arah sebaliknya, serta menyiagakan 20 kapal sebagai cadangan.

Eddy menyebutkan, sejak H-10 hingga H-2 Lebaran atau dini hari tadi, terdapat 1.273.695 kendaraan dan penumpang yang yang telah diseberangkan dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni.

Jumlah itu masih bisa bertambah karena puncak mudik di Pelabuhan Merak diperkirakan akan terus terjadi hingga H-1 besok.



FOTO: Pemudik dengan mobil pribadi antre menuju kapal RoRo untuk menyeberang selat Sunda di Pelabuhan Merak, Banten, Jumat (23/6/2017). (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)
 


Kemenhub: 2,3 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta, Kurang dari Perkiraan

14:07 WIB23 Jun


KBR, Jakarta - Sebanyak 2,3 juta kendaraan motor dan mobil sudah meninggalkan wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak musim mudik lebaran H-10 hingga Jumat (23/6/2017).

Kepala Posko Mudik Kementerian Perhubungan Eddy Gunawan menyatakan jumlah itu sekitar setengah dari perkiraan pemerintah semula yaitu sekitar 4 juta kendaraan.

"Kita prediksi tahun ini diperkirakan kendaraan yang keluar meninggalkan wilayah Jabodetabek itu sekitar 4 juta sekian. Ini kita hitung dengan jumlah tadi, motor dan mobil kalau ditotal kan 2.351.148 sudah keluar wilayah DKI. Itu sekitar 53,47 persen dari total prediksi kita," kata Eddy di Kementerian Perhubungan, Jumat (23/6/2017).



FOTO: Ribuan kendaraan melewati ruas tol dalam kota di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (22/6/2017) malam. Arus mudik di tol dalam kota Jakarta mulai padat pada Kamis malam. (Foto: ANTARA/Ivan Awal Lingga)

Eddy mengatakan apabila hingga arus mudik selesai, jumlah kendaraannya ternyata masih belum mencapai perkiraan pemerintah di angka 4 juta, berarti masyarakat mulai meninggalkan pola mudik menggunakan angkutan pribadi.

Sejak H-10 hingga H-3 atau Jumat dinihari tadi, sepeda motor yang telah meninggalkan Jakarta dan sekitarnya mencapai 1.662.801 kendaraan. Sedangkan mobil yang keluar Jakarta jumlahnya mencapai 688.347 kendaraan.



FOTO: Pemudik sepeda motor menunggu penyeberangan Selat Sunda menggunakan kapal RoRo di Pelabuhan Merak, Banten, Jumat (23/6/2017). (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Eddy Gunawan mengatakan bila total kendaraan tidak sampai perkiraan 4 juta, berarti misi menekan pemudik dengan kendaraan pribadi dan mengalihkannya pada kendaraan umum atau mudik gratis telah berhasil.

Dia memperkirakan jumlah pemudik dengan kendaraan pribadi juga lebih rendah dibanding tahun lalu. Pada masa mudik 2016, total perjalanan yang meninggalkan Jabodetabek mencapai 3,76 juta kendaraan.



FOTO: Sejumlah orang menurunkan paket sepeda motor program angkutan motor gratis menggunakan kereta api di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (19/6/2017). (Foto: ANTARA/Aji Setyawan)
 


Jasa Marga: Baru 28 Persen Pemudik Gunakan Kartu Tol Elektronik

13:11 WIB23 Jun

KBR, Jakarta - Tingkat penggunaan fasilitas kartu tol elektronik (e-toll) saat mudik Lebaran tahun ini masih rendah.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan sampai hari Kamis (22/6/2017), baru 28 persen pengguna jalan tol yang menggunakan uang elektronik untuk membayar tol.

Desi Arryani mengatakan pembayaran secara non tunai bisa menghemat waktu lebih dari setengah dari waktu yang dibutuhkan untuk pembayaran tunai.



Keterangan Foto: Petugas PT Jasa Marga menjual voucher pembayaran tol untuk mengurai kepadatan di gerbang tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (22/6/2017). (Foto: ANTARA/Dedhez Anggara)

Selain itu, kata Desi, mereka juga telah memfasilitasi pembayaran non tunai di seluruh pintu tol, baik yang gardu tol otomatis (GTO) ataupun gardu tol manual.

"Seluruh alat tol jasa marga di gardu otomatis maupun manual sudah bisa menggunakan uang elektronik. Jadi meskipun masuk ke pintu manual, tetap bisa melayani uang elektronik," kata Desi, Kamis (22/6/2017).

Jasa Marga sudah mencoba mendorong para pemudik memanfaatkan uang elektronik untuk mengefisiensikan transaksi di pintu tol. Diantaranya memberikan diskon 20 persen khusus bagi para pemudik yang membayar dengan e-toll.



Keterangan foto: Kendaraan pemudik memadati ruas tol Cikopo Palimanan, di Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (22/6/2017). (Foto: ANTARA/Dedhez Anggara)

Mereka juga menambah kapasitas gerbang tol di beberapa tempat. Gerbang tol Cikarang Utama yang semula 13 gardu masuk pada arus mudik kali ini ditambah menjadi 20 gerbang tol masuk dan 30 keluar.

Mereka juga memfungsikan gardu reversible atau gardu tambahan yang bisa berfungsi dua arah, di Cileunyi dan Manyaran.

"Jika ada antrean panjang transaksi jemput kendaraan akan diberlakukan," kata Desi Arryani. 


Sepekan, PT KAI Angkut 600 Ribu Pemudik dari Jakarta

11:51 WIB23 Jun

KBR, Jakarta – Selama sepekan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) mengangkut lebih dari 600 ribu pemudik. Para pemudik itu diangkut PT KAI sejak H-10 hingga H-3 hari raya Lebaran.

PT KAI juga sudah mengeluarkan rangkaian kereta api cadangan untuk menampung tingginya minat pemudik menggunakan kereta.

Juru bicara PT KAI Agus Komarudin mengatakan, sejak H-10 tercatat 50 ribu penumpang per harinya diberangkatkan dari dua stasiun di Jakarta yakni Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen. Dari dua stasiun tersebut, terdapat 12 jadwal perjalanan tambahan.  

"Di Pasar Senen ada 24 perjalanan per hari dan 12 kereta tambahan. Di Gambir, ada 28 perjalanan reguler per hari dan penambahannya juga sama 12 perjalanan. Jadi rata-rata pemudik yang diangkut per harinya dari Jakarta itu ada sekita 50 ribu, menuju wilayah Jawa," kata Agus Komaruddin kepada Reporter KBR Rafik Maeilana, Kamis (22/6/2017).



Calon penumpang menunggu di depan pintu masuk Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (20/6/2017) untuk mudik menggunakan kereta api. (Foto: ANTARA/Aprillio Akbar)

Agus menjelaskan, jumlah penumpang setiap hari terus bertambah. Pada H-10 lebaran, pemberangkatan penumpang di Stasiun Pasar Senen hanya sekitar 23 ribu penumpang per hari. Namun pada H-3 sudah mencapai 27 ribu lebih penumpang per harinya.

"Kalau di Gambir ada 15 ribu penumpang, di Pasar Senen lebih banyak lagi penumpangnya karena yang naik menggunakan kelas ekonomi," tambah Agus Komarudin.

Agus menambahkan saat ini bahkan masih banyak orang yang ingin mudik lebaran setelah hari raya. Bahkan tiket dari dua stasiun di Jakarta sudah habis terjual hingga H+2 atau dua hari setelah lebaran.

"Pas hari H dan H+2 itu juga masih ada yang mau mudik. Rata-rata 25 ribu penumpang di Stasiun Pasar Senen dan 15 ribu penumpang di Stasiun Gambir," kata Agus.



Para penumpang turun dari kereta api Tegal Ekspres jurusan Jakarta-Tegal di Stasiun Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (17/6/2017). (Foto: ANTARA/Oky Lukmansyah)
 


Kurangi Penumpukan Pemudik, Pelabuhan Merak Banten Potong Durasi Bongkar-Muat Kapal

11:13 WIB23 Jun

KBR, Jakarta - PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (PT ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak memangkas durasi bongkar-muat kapal, yang biasanya 60 menit menjadi hanya 45 menit saja.

Juru bicara PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Mario Sardadi Oetomo mengatakan pemangkasan durasi bongkar muat itu untuk mengurai kepadatan di pelabuhan.



Pemandangan udara memperlihatkan kendaraan pemudik menunggu masuk kapal untuk menyeberangi Selat Sunda di Pelabuhan Merak, Banten, Kamis (22/6/2017). (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)
 
Pada H-3 lebaran, diperkirakan ada 25 ribu sepeda motor, 16 ribu mobil dan 30 ribu penumpang perorangan bakal menyeberang dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni Lampung.

"Puncak arus mudik tahun lalu mencapai 21 ribu unit untuk motor, dan 15 ribu unit untuk kendaraan pribadi mobil. Jadi untuk sepeda motor masih jauh, dan kami prediksi dua malam ini yaitu Kamis dan Jumat, akan memadati Pelabuhan Merak. Sejauh ini belum ada keterlambatan pemberangkatan kapal. Malah kami percepat bongkar-muatnya untuk mempercepat mereka berangkat. Semakin cepat, semakin banyak yang diangkut dan lalu lintasnya semakin banyak," kata Mario kepada Reporter KBR Dian Kurniati, Kamis (22/6/2017).

Mario mengatakan, hingga Kamis kemarin lalu lintas kapal masih lancar dan tak ada keterlambatan. Kata dia, dengan memangkas durasi bongkar-muat, juga kapal bisa berangkat lebih tepat waktu.

Kondisi di Pelabuhan Merak hingga hari Kamis masih terpantau ramai lancar. Pemudik di pelabuhan belum sepadat tahun lalu. Jumlah angkutan sepeda motor baru 12 ribu, masih jauh dibanding tahun 2016 lalu yang mencapai 21 ribu motor.



Pemandangan udara memperlihatkan kendaraan pemudik menunggu masuk kapal untuk menyeberangi Selat Sunda di Pelabuhan Merak, Banten, Kamis (22/6/2017). (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)
 
Selain memangkas durasi bongkar-muat kapal, PT ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Merak juga menyediakan banyak loket untuk memperpendek antrean pembelian tiket. PT ASDP menyediakan 17 loket untuk sepeda motor, 17 loket untuk mobil, serta 23 loket untuk penumpang perorangan.

Selain itu ada enam dermaga yang beroperasi, dengan 34 kapal yang siap mengantar pemudik menyeberang selat Sunda menuju Lampung. Selain itu, PT ASDP juga menyiagakan 14 kapal lain yang juga siap beroperasi untuk mengangkut pemudik.  


H-4 Lebaran, Terjadi 440 Kecelakaan Lalu Lintas

09:53 WIB23 Jun

KBR, Jakarta - Selama arus mudik lebaran 2017, hingga hari keempat sebelum lebaran (H-4), terjadi 240 kasus kecelakaan lalu lintas.

Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri Royke Lumowa mengatakan jumlah itu kemungkinan terus bertambah hingga hari H maupun di hari sesudah lebaran. Royke mengatakan Korlantas terus memantau perkembangan kasus kecelakaan lalu lintas selama 24 jam.

"Kalau dikira-kira, Pada Rabu terjadi 260 kasus kecelakaan. Kamis terjadi 180 kasus. Berarti sudah ada 440 kejadian kecelakaan lalu lintas totalnya," kata Royce kepada KBR, Kamis (22/6/2017).



Penumpang mengevakuasi bawaan dari dalam bus yang mengalami kecelakaan di Jalur Pantura, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (21/6/2017). (Foto: ANTARA/Yusuf Nugroho)
 
Royce mengatakan, kecelakaan yang terjadi pada musim mudik Lebaran tahun ini menunjukkan tren menurun. Misalnya pada H-4 lalu, terjadi 146 kecelakaan. Jumlah tersebut lebih rendah dibanding hari sebelumnya yang mencapai 189 kasus, atau turun 22,75 persen.



Aparat menangani kecelakaan tunggal mobil menabrak beton di jalan tol fungsional Desa Karngjati, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (21/6/2017). - Foto ANTARA Oky Lukmansyah
 


Hari Ini Puncak Arus Mudik dengan Kereta Api

16:14 WIB22 Jun

KBR, Banyuwangi - Arus mudik Lebaran 2017 menggunakan moda transportasi kereta api diperkirakan mencapai puncaknya pada Kamis, 22 Juni 2017 atau tiga hari sebelum Lebaran.

Juru bicara PT KAI Daerah Operasi (Daops) 9 Jember, Lukman Arif mengatakan diperkirakan jumlah orang yang diangkut menggunakan kereta api dari seluruh stasiun di wilayah Daops 9 hari ini mencapai 8 ribu orang lebih.

Peningkatan jumlah pemudik, kata Lukman Arif, terjadi mulai sore hingga malam hari. Penumpang bakal membludak di Kamis ini, mengingat hari Jumat 23 Juni merupakan hari libur lebaran. Hal ini membuat banyak warga yang sudah mulai mudik hari ini.



Pekerja mencuci lokomotif kereta api di Stasiun Banyuwangi Baru, Jawa Timur, Senin (5/6/2017). (Foto: ANTARA/Budi Candra Setya)
 
Lukman Arif mengatakan sebagian besar tujuan penumpang KA hari ini menuju Surabaya, Madiun, Solo hingga Cirebon Jawa Barat.

"Pada hari ini atau H-3 sebelum Hari Raya, kami perkirakan terjadi puncak mudik. Kami perkirakan hari ini merupakan hari terakhir kerja, baik PNS atau perusahaan–perusahaan swasta. Jadi kemungkinan besar sore sampai malam nanti masyarakat yang mudik menggunakan kereta api akan mengunakan tiketnya hari ini," kata Lukman Arif, di Banyuwangi, Kamis (22/6/2017) seperti dilaporkan Kontributor KBR Hermawan Arifianto.

Tahun ini jumlah pemudik kereta api sebanyak 131.346 orang.

Jumlah pemudik menggunakan kereta api dari wilayah Daops 9 Jember tahun ini sebanyak 131.346 orang. Jumlah itu naik sekitar tiga persen dibandingkan jumlah penumpang pada periode yang sama Lebaran 2016 dari wilayah Daops 9 Jember. Tahun lalu jumlah pemudik pengguna kereta api sebanyak 128.134 orang.  


H-3 Tol Cipali Padat Merayap, Pantura Ramai Lancar

12:56 WIB22 Jun

KBR, Cirebon - Musim mudik Lebaran 2017, pada hari ketiga sebelum lebaran, arus kendaraan pemudik dari Jakarta ke Jawa Tengah sempat tersendat.

Antrian kendaraan sepanjang kurang lebih tiga kilometer terjadi setelah pintu tol Palimanan masuk ke ruas tol Palimanan-Kanci (Palikanci).

Kontributor KBR Frans Mokalu melaporkan dari pantauan sejak Kamis (22/6/2017) pukul 08.00 WIB sampai 11.00 WIB kendaraan bergerak merayap menuju Jawa Tengah.


Arus kendaraan pemudik dari Jakarta ke Jawa Tengah bergerak merayap setelah keluar pintu tol Palimanan Kamis 22-6-2017 - Foto Frans Mokalu 

Kapolres Cirebon Risto Samodra mengatakan kepadatan volume kendaraan terjadi karena proses transaksi di pintu tol.

"Setelah kami evaluasi, salah satu penyebab adalah di pintu tol banyak pemudik yang membayar pakai uang besar, sehingga proses kembaliannya memakan waktu lama," kata Risto.

Ia mengimbau kepada pemudik untuk menyiapkan uang pas sebelum transaksi di pintu tol.

"Untuk teman-teman yang mau mudik agar menyiapkan uang pas, jadi transaksinya bisa lebih cepat," kata Risto.



Kendaraan pemudik memadati gerbang tol Cipali Cikopo Palimanan di Cirebon Jawa Barat Rabu 21-6-2017 - Foto ANTARA Dedhez Anggara
 
Risto menambahkan perilaku pemudik baik yang melintas di ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali) maupun Palimanan-Kanci (Palikanci) juga menjadi penyebab merayapnya arus dari Jakarta ke Jawa Tengah, khususnya setelah pintu tol Palimanan.

"Pemudik kami imbau tidak berhenti atau istirahat di bahu jalan tol karena akan mengganggu kelancaran lalu lintas," katanya.

Risto juga menyoroti pemudik yang istirahat di rest area yang dinilai kurang memperhatikan faktor ketertiban dan tenggang rasa dengan pengguna jalan lain.

"Setelah pintu tol Palimanan itu ada rest area yang kapasitasnya kecil. Kalau sudah tidak menampung kendaraan ya cari rest area lain, atau yang sudah di rest area harap memperhatikan waktu istirahatnya, jangan kelamaan agar bisa bergantian dengan yang lain," ujarnya.

Arus lalu lintas di jalur Pantura Cirebon pun mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Ini menyebabkan antrean panjang di titik-titik rawan macet seperti di Pasar Tegalgubug, Pasar Pasalaran Plered, Pasar Minggu Palimanan dan Pasar Gebang.

"Jumlah kendaraan di jalur Pantura meningkat signifikan sejak pagi ini. Ditambah dengan pengendara lokal yang masih beraktivitas di sekitar jalur Pantura," kata Risto.

Ia memperkirakan jumlah kendaraan baik roda dua maupun roda empat akan terus meningkat pada Kamis sore hingga malam.

"Tapi ini belum puncaknya, masih ramai lancar," kata Risto.  


Pekan Mudik, Konsumsi BBM Jalur Selatan dan Tengah Naik 40 Persen

09:10 WIB22 Jun

KBR, Cilacap - Konsumsi bahan bakar minyak atau BBM di jalur tengah maupun selatan Pulau Jawa meningkat hingga 40 persen pada pada pekan terakhir bulan Ramadan, khususnya hingga empat hari menjelang lebaran.

Sales PT Pertamina Cilacap, Warih Wibowo mengatakan peningkatan konsumsi BBM disebabkan meningkatnya volume kendaraan yang melintas di jalur selatan Cilacap dan jalur tengah Banyumas.

Pada hari-hari biasa konsumsi BBM di jalur mudik di angka 10 hingga 15 kiloliter.



Petugas PT Pertamina melayani pengisian BBM bagi pemudik di kios Pertamina jalan tol fungsional Brebes Timur-Pemalang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa (20/6/2017). (Foto: ANTARA/Oky Lukmansyah)
 
Depot Pertamina Maos telah menambah pasokan BBM sebanyak 400 kiloliter untuk wilayah di Karesidenan Banyumas---meliputi Banyumas, Cilacap, Banjarnegara dan Purbalingga.

"Kenaikan konsumsi BBM di SPBU yang ada di jalur mudik untuk gasoline itu rata-rata di angka 5 ribu liter atau 4 kiloliter per hari. Untuk SPBU-SPBU yang berada di luar jalur mudik, konsumsinya di kisaran satu sampai dua ton atau sekitar satu kiloliter sampai dua kiloliter," kata Warih Wibowo, Rabu (21/6/2017), sebagaimana dilaporkan Kontributor KBR Muh Ridlo Susanto.

Sales PT Pertamina Cilacap Warih Wibowo menambahkan aksi mogok massal yang dilakukan oleh awak mobil tanki (AMT) PT Pertamina Niaga tidak berdampak pada distribusi BBM di wilayah Jawa Tengah.



Petugas PT Pertamina mengisi BBM nonsubsidi di dalam kemasan untuk dijual kepada pemudik di posko mudik Brimob, Jalur Pantura, Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (20/6/2017). (Foto: ANTARA/Harviyan Perdana Putra)
 
Untuk mengantisipasi gangguan distribusi BBM karena macet, PT Pertamina Pemasaran Jawa Tengah menyiapkan BBM dalam kemasan yang dijual di SPBU kantong. 

PT Pertamina juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) BBM yang akan berkeliling ke simpul kemacetan mendistribusikan BBM kemasan menggunakan sepeda motor.



Satgas BBM Pertamina menggunakan sepeda motor untuk melayani pembelian BBM di jalan tol Sumatera ruas Palembang Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Selasa (20/6/2017). (Foto: ANTARA/Nova Wahyudi)
 


Kamis, Puncak Pemberangkatan Pemudik dari Terminal Pulo Gebang

08:25 WIB22 Jun

KBR, Jakarta - Kepala Terminal Bus Pulo Gebang Jakarta Ismanto memperkirakan puncak keberangkatan penumpang pada arus mudik lebaran tahun ini akan terjadi pada H-3 lebaran, atau Kamis (22/6/2017).

Ismanto mengatakan pemberangkatan penumpang diperkirakan membludak pada Kamis, karena dipengaruhi faktor cuti bersama mulai Jumat, 23 Juni 2017.

"Kalau dilihat dari rata-rata saat ini pemberangkatan masih di angka 5 ribu hingga 6 ribu penumpang. Nanti menjelang hari puncak masih ada kenaikan lagi," kata Ismanto di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Rabu (21/6/2017).



Bus terparkir menunggu keberangkatan di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Selasa (20/6/2017). (Foto: ANTARA/Risky Andrianto)

Cuti bersama menjadi faktor utama, kata Ismanto, karena para penumpang banyak yang belum libur. Hal ini seperti mengikuti pola di tahun sebelumnya.

Selain itu faktor masih adanya terminal bayangan juga menjadi alasan penumpang tidak naik melalui Terminal Pulo Gebang ini.

"Sampai mendekat H-3 sendiri, kecenderungan penumpang terus naik," imbuh Iswanto.

Reporter KBR Prisma Ardianto melaporkan berdasarkan Pusat Data Terminal Pulo Gebang Jakarta total penumpang yang sudah diberangkatkan dari terminal tipe A di Cakung ini mencapai total 27.160 orang menggunakan 895 unit bus. Angka itu dicatat sejak H-10 sampai H-5. Sementara kedatangan bus ke Terminal Pulogebang sebanyak 1.157 unit bus dengan membawa 8.429 penumpang.

Tren lonjakan penumpang mulai terlihat dari H-6 yang menunjukan 6.561 penumpang berangkat dibandingkan 4.171 peumpang pada hari sebelumnya.



Calon penumpang antre membeli tiket mudik di loket resmi di Terminal Bus Pulo Gebang, Jakarta Timur, Selasa (20/6/2017). (Foto: ANTARA/Risky Andrianto) 


Naik Sepeda Tua, Kakek 75 Tahun ini Mudik dari Depok ke Purbalingga

17:31 WIB21 Jun

KBR, Cirebon - Seorang kakek berusia 75 tahun asal Cilodong, Depok, Jawa Barat menempuh perjalanan sejauh lebih dari 390 kilometer dengan sepeda tua alias onthel.

Hasan Wiharjo, atau akrab dipanggil Mbah Hasan itu menggunakan onthel untuk mudik lebaran dari Depok menuju kampung halamannya di Purbalingga Jawa Tengah.

Mbah Hasan tidak gowes sendirian. Bersama putrinya, Santi Yunita (17 tahun), Mbah Hasan berangkat mudik dari Depok sejak Senin (19/6/2017) lalu.

Tidak banyak perbekalan yang ia bawa mudik, layaknya pemudik sepeda motor atau mobil. Mbah Hasan dan anaknya hanya berbekal pakaian secukupnya, makanan dan minuman serta dorongan semangat dari para pehobi sepeda tua atau Onthelis Indonesia.

"Saya memamg hobi naik sepeda. Setiap ada acara atau kegiatan onthel dimana saja di Indonesia, saya selalu usahakan ikut," kata Mbah Hasan saat ditemui Kontributor KBR Frans Mokalu, di Checkpoint Polres Cirebon, Rabu (21/6/2017).

Dalam dua hari, Mbah Hasan dan putrinya menempuh perjalanan Depok-Cirebon berjarak sekitar 230 kilometer mengendarai sepeda tua warisan orang tuanya.



Mbah Hasan menargetkan bisa tiba di Purbalingga, Jawa Tengah, pada Kamis atau Jumat mendatang.

"Paling sampai Purbalingga sekitar empat lima hari," kata Mbah Hasan.

Meski di perjalanan bercampur dengan pemudik lain yang menggunakan sepeda motor dan mobil, Mbah Hasan mengatakan perjalanannya tidak menemui hambatan sama sekali.

"Dari Depok lancar-lancar saja. Kalau capek istirahat. Jam 10 atau jam 11 malam istirahat tidur. Begitu selesai Subuh jalan lagi," kata Mbah Hasan.

Ia mengatakan, sudah menggemari sepeda onthel sejak lama, sehingga tidak merasa berat menjalani mudik tahun ini.

"Sudah lama saya hobi sepeda ontel. Sepeda ini juga warisan dari orang tua," kata kakek yang masih bekerja sebagai buruh itu.

Kegemaran perjalanan jauh dengan onthel sudah menular ke putrinya, Santi Yunita, yang menemani Mbah Hasan mudik tahun ini. Yunita mengaku sudah dua kali melakukan perjalanan jauh dengan onthel.

"Bulan kemarin saya bersepeda onthel dari Purbalingga ke Jakarta, sekarang ke arah sebaliknya, Jakarta Purbalingga," kata Yunita.

Selama perjalanan, Yunita sering hampir terserempet kendaraan-kendaraan besar. Terutama ketika melintasi jalur Pantura.

Perjalanan mudik dengan onthel itu banyak tantangannya, termasuk ketika menempuh perjalanan di malam hari.

"Kalau malam menginap di masjid. Karena sepeda saya tidak ada lampunya, jadi kalau malam, lampunya memanfaatkan senter dari handphone," kata Yunita.

Editor: Agus Luqman 


Jalur Selatan-Nagreg Padat, Kendaraan Macet 15 Kilometer

16:52 WIB21 Jun

KBR, Garut - Arus lalu lintas di Jalur Selatan Jawa Barat mulai padat, terutama di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung menuju Tasikmalaya.

Kepadatan arus kendaraan mencapai panjang 15 kilometer lebih, seperti dilaporkan Kontributor KBR Sigit Zulmunir dari Garut. Penumpukan kendaraan itu mulai terlihat sejak Rabu (21/6/2017) pagi atau H-4 lebaran.

Pengawas Posko Angkutan Lebaran Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Nandi menyatakan kepadatan kendaraan terjadi mulai Kecamatan Malangbong, Limbangan hingga Cagak Nagreg. Waktu tempuh kendaraan pun menjadi lebih lama dari biasa.

"Kepadatan kalau lihat dari peta Google Maps sudah hampir nyambung dari Malangbong hingga Limbangan. Ini akibat sendatan aktivitas pasar, lahan parkir. Belum lagi ada belokan ke kanan dan ke kiri. Otomatis menghambat. Kecepatan kendaraan otomatis melambat. Di depan posko saja kendaraan tidak bergerak," ujar Nandi di Garut, Rabu (21/6/2017).



Nandi mengatakan kondisi lalu lintas sudah cukup padat, meski saat ini belum masuk puncak arus mudik.  Ia mengatakan Posko Angkutan Lebaran Dinas Perhubungan dan Kepolisian Garut sudah menyiapkan langkah-langkah mengantisipasi penumpukan. Diantaranya dengan memberlakukan sistem buka tutup jalan atau penggunaan jalan untuk satu jalur saja (one way).

Penguraian kendaraan juga dilakukan dengan mengarahkan ke jalur alternatif.




Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

PPATK Telusuri Rekening First Travel

  • Buruh PT Nyonya Meneer Ajukan Tagihan Rp98 Miliar
  • Pesawat Pengangkut Haji Arab Saudi Belum Boleh Mendarat di Qatar

Impor barang dari luar negeri selalu diawasi dan memiliki ketentuan, jangan sampai Anda menjadi orang yang tidak tahu ketentuan yang dimiliki Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta