Lebaran 2017, Kapolri Imbau Hindari Bepergian Saat Puncak Mudik

"Jadi tidak di satu hari yang sama agar tidak ada penumpukan. Begitu juga untuk waktu pulang,"

Rabu, 07 Jun 2017 20:41 WIB

Kapolri Jenderal Tito Karnavian (keempat kanan) meninjau gate tol Brebes Timur, Jawa Tengah, Rabu (7/6). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Kepala Polisi Republik Indonesia Tito Karnavian mengimbau masyarakat berangkat mudik dan pulang tidak dalam satu waktu. Tito menyampaikan itu  seusai melakukan memantau jalur mudik di Cikopo Jawa Barat.

Dia mengatakan jika masyarakat melakukan mudik atau balik dalam satu waktu yaitu menjelang lebaran dan setelah habis cuti bersama maka kepadatan lalulintas tidak akan bisa dihindari.

"Lebaran itu jatuh tanggal 25-26 puncak mudik diperkirakan memasuki tanggal 23-24. Kami mengimbau agar masyarakat yang libur lebih awal bisa melakukan mudik lebih dulu, jadi tidak di satu hari yang sama agar tidak ada penumpukan. Begitu juga untuk waktu pulang," ujar Tito di Tol Cikopo, Rabu (06/07).

Ia juga menghimbau agar pemudik bisa mempersiapkan semua keperluan dalam perjalanan seperti obat-obatan, perbekalan, kelaikan kendaraan dan juga bahan bakar. Menurut Tito penyebab kemacetan di tempat peristirahatan di tol biasanya karena adanya penumpukan   untuk beristirahat dan berbuka menjelang mahgrib.

"Lebih baik membawa perbekalan sendiri, karena penumpukan pengunjung biasanya terjadi menuju magrib. Sehingga jika sudah ada persiapan pemudik tidak harus beristirahat di rest area terlalu lama," ujar Tito.

Tito  mengatakan akan ada fasilitas tambahan yang disediakan di setiap jalur mudik. Di antaranya penambahan toilet umum, pos kesehatan, layanan kesehatan mobile, penjual bensin kemasan yang dipersiapkan Pertamina juga montir   yang bisa membantu dalam keadaan darurat.

"Fasilitas seperti pelayanan kesehatan, montir dan lain bisa kita panggil dengan menghubungi call center tertentu yang ada di jalur tersebut. Jadi misal ada yang sakit petugas kesehatan mobile bisa langsung mendatangi dengan sepeda motor," ujar Tito.

Ia juga mengatakan bahwa kemacetan tahun ini akan terurai dengan adanya beberapa jalur baru seperti Gringsing. Namun kata Tito jalur tersebut hanya bisa dilalui oleh kendaraan kecil, sedangkan kendaraan besar seperti truk dan bis akan diarahkan melalui jalur Brebes Barat.

Sementara itu pemerintah kota  Solo, Jawa Tengah berbenah menjelang arus mudik Lebaran. Juru bicara Dinas Perhubungan Pemkot Solo, Ari Wibowo mengatakan pembenahan dilakukan di jalur utama atau jalan protokol di Solo.

Menurut Ari, petugas juga melakukan antisipasi titik kemacetan saat arus mudik Lebaran berlangsung.
 
"Perbaikan dan penataan untuk arus mudik Lebaran terus kita lakukan. Saat ini kita fokus pada penataan, perbaikan, dan pembersihan marka pembatas jalan, water barrier. Banyak sekali sampah dan debu yang menempel di marka pembatas jalan ini. Kami hanya ingin mengantisipasi karena debu dan sampah ini bisa memicu kecelakaan di jalan," kata Juru bicara Dinas Perhubungan Pemkot Solo, Ari Wibowo, Rabu (07/06).

Dari pantauan di berbagai lokasi di Solo, Rabu petang (7/6), perbaikan jalan terus dilakukan, termasuk pemasangan baru penerangan jalan umum. Tak hanya itu, Pemkot Solo juga membersihkan marka jalan, rambu lalu lintas, pemasangan pembatas jalur, dan sebagainya.

Sejumlah mesin penyapu jalanan atau road sweeper terus membersihkan jalanan dari sampah dan debu. Ada sekitar 300 pembatas jalur dibersihkan, diperbaiki, dan dipasang kembali untuk memperlancar arus lalu lintas.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.