Kunker ke Eropa, Pemerintah Bakal Jawab Resolusi Sawit

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto khawatir apabila seruan larangan sawit itu dibiarkan maka hubungan dagang Indonesia dengan negara-negara di Eropa akan terganggu.

Kamis, 22 Jun 2017 15:38 WIB

Ilustrasi: Hilirisasi produk kelapa sawit. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Pemerintah Indonesia bakal menjawab resolusi sawit yang pada Mei lalu dikeluarkan Uni Eropa. Parlemen Uni Eropa saat itu menyerukan penghentian sawit dan biodiesel berbasis sawit karena mengakibatkan masalah lingkungan, korupsi, HAM dan perdagangan anak.

Meski resolusi itu tak berkekuatan hukum, namun menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Indonesia tetap perlu menegaskan sikap.

"Selain Parlemen Uni Eropa, Norwegia juga mengeluarkan resolusi. Walaupun eksekutifnya mengatakan resolusi parlemen itu bukan law, tidak bersifat binding, tetapi Indonesia tetap perlu menjawab isu yang dilempar laporan itu," kata Airlangga usai rapat persiapan di kantor Menko Perekonomian, Kamis (22/6).

Pemerintah, lanjutnya, tengah menyiapkan materi yang akan disampaikan saat kunjungan kerja ke Eropa pada bulan depan.

Baca juga:

Airlangga khawatir apabila seruan larangan sawit itu dibiarkan maka hubungan dagang Indonesia dengan negara-negara di Eropa akan terganggu. Pada kunjungan kali ini, menurutnya, pemerintah Indonesia dan Uni Eropa juga akan berunding mengenai perjanjian dagang Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antar keduanya. Ia ingin memastikan resolusi tersebut tak menghambat perjanjian.

"Jangan sampai resolusinya mengganggu. Kan pada akhirnya CEPA perlu keputusan perlemen juga. Jangan sampai diganggu."

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan akan bicara dengan pihak eksekutif Uni Eropa untuk mengklarifikasi masalah tersebut.




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kepala KSP Moeldoko Tepis Anggapan Miring

  • Izin Impor Beras Dialihkan, PT PPI Tak Keberatan
  • BNPB Siapkan Anggaran Rp 166 Miliar untuk Perbaiki Rumah Korban Banjir Bima
  • PS TNI Gagal Menang Melawan 10 Pemain Persebaya

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.