KPK Kembali Periksa Gamawan Fauzi

Irman dan Sugiharto merupakan dua bekas anak buah Gamawan Fauzi yang paling awal ditetapkan sebagi tersangka oleh KPK dalam perkara korupsi e-KTP.

Kamis, 15 Jun 2017 12:05 WIB

Bekas Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil bekas Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi. Gamawan diperiksa sebagai saksi bagi Andi Agustinus alias Andi Narogong, tersangka perkara dugaan korupsi proyek pengadaan KTP berbasis elektronik (e-KTP).

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan Gamawan bakal diperiksa untuk mendalami proses pengadaan proyek senilai Rp5,9 triliun tersebut.

"Iya, dia akan diminta keterangan untuk tersangka AA," kata Febri.

Bekas Mendagri Gamawan Fauzi sudah pernah diperiksa pada 2016, sebagai saksi untuk bekas anak buahnya yaitu Irman dan Sugiharto.

Irman dan Sugiharto merupakan dua orang eks pejabat yang paling awal ditetapkan sebagi tersangka oleh KPK dalam perkara korupsi e-KTP.

Nama Gamawan Fauzi mencuat setelah bekas Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin menuding bekas Mendagri di era SBY itu menerima uang sebesar 2,5 juta dolar AS dari uang korupsi proyek pengadaan e-KTP tahun 2011-2012.

Namun saat menjadi saksi untuk terdakwa Irman dan Sugiharto, Gamawan membantah menerima sejumlah uang dalam proyek itu. Ia juga mengaku sama sekali tidak memahami korupsi dalam proyek tersebut.

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi juga pernah meminta keterangan dua adik Gamawan Fauzi, yaitu Azmin Aulia dan Afdal Noverman di persidangan Tipikor di Jakarta, Kamis (18/5/2017). Azmin dan Afdal diminta keterangan mengenai aliran dana ke Gamawan Fauzi dalam perkara e-KTP.
 
Proyek e-KTP tahun 2011-2012 diduga merugikan negara sekitar Rp2,3 triliun.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

HMPI Laporkan Pelanggaran Etik Setnov Kepada MKD

  • Sidang Korupsik E-KTP, Anas Akui Bertemu Setnov
  • DPR Desak Proses Penggantian Panglima Mulai Dilakukan
  • Tak Dapat Gas, Pupuk Iskanda Muda Berhenti Operasi

Guna mengembangkan dan mengapresiasi Organisasi Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi 2017"