Koalisi Tolak Angket Lapor MKD, Fahri Hamzah Sebut LSM Cheerleader KPK

"Itulah yang saya bilang KPK punya Cheerleader-cheerleader yang dulu dibiayai langsung oleh KPK."

Selasa, 13 Jun 2017 14:51 WIB

Anggota Koalisi Tolak Hak Angket KPK memperlihatkan berkas laporan usai membuat pelaporan kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/6). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah mengatakan, tak mau ambil pusing mengenai pelaporan dirinya ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Koalisi masyarakat sipil yang menolak hak angket terhadap KPK melaporkan Fahri Hamzah, Fadli Zon dan 23 anggota DPR lainnya atas dugaan pelanggaran kode etik.

"Itulah yang saya bilang KPK punya Cheerleader-cheerleader yang dulu dibiayai langsung oleh KPK. Saya yang memimpin rapat untuk membatalkan pos anggaran pembiayaan untuk cheerleader LSM ini kan," kata Fahri di Komplek Parlemen RI, Selasa (13/06/17).

Ia melanjutkan, "Sekarang sistemnya itu berubah. KPK menjadi garantor LSM ini untuk mendapatkan proyek dari tempat lain."

Menurut Fahri, seharusnya koalisi masyarakat sipil tersebut ikut mengkritik kinerja KPK. Ia mencontohkan biaya operasional yang lebih besar dari nilai barang bukti operasi tangkap tangan (OTT)

"Masak OTT 10 juta lalu ongkos kirim 15 orang ke sana itu berapa? Harusnya ini yang Dikritisi. Jangan Asik lihat orang ditangkap," ujarnya.

Sebelumnya, Koalisi Tolak Hak Angket KPK melaporkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon serta 23 anggota Pansus Hak Angket KPK ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) kemarin, Senin (12/05/17). Mereka diduga melanggar kode etik DPR RI.

Koalisi masyarakat sipil tersebut terdiri dari Pusat Bantuan Hukum Indonesia (PBHI), Indonesia Corruption Watch (ICW) dan beberapa LSM dan individu lainnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Kemenhub Imbau Truk Barang Mulai Operasi 3 Juli

  • H+4 Lebaran, Stasiun Pasar Senen Masih Padat Penumpang
  • Bayi Simpanse Korban Penyelundupan Mati
  • Ronaldo Punya Anak Kembar

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?